Tradisi Roan Membangun Karakater Santri

Biasanya para santri setiap hari jumat (libur pondok) melakukan kegiatan rutin yaitu bersih-bersih pondok pesantren. Ya, nama kegiatan ini biasa dikenal dikalangan pesantren adalah Roan , dimana para santri semua ikut turun langsung membersihkan halaman pondok pesantren, ndaleme kiai (rumah kiai) tanpa terkecuali. Setiap santri diberi tugas masing-masing: ada yang mencabuti rumput, membersihkan halaman, membuang sampah, menata kitab-kitab hingga membersihkan ndalem kiai. Para santri menyambutnya dengan riang gembira, karena ini ngalap berkah kiai.

Dan apabila ada santri yang belum menyelesaikan tugasnya, maka santri yang lain akan ikut membantunya, jika sudah selesai semua, maka setelah itu santri akan membersihkan kamarnya masing-masing per blok. Mereka semua menikmatinya bahkan dengan diselipin canda tawa yang seolah-olah membuat tidak merasakan lelah.

Semua itu terbayar lunas ketika hidangan makanan dihidangkan di hadapan mereka. Bisanya disediakan lima sampai enam nampan, dan setiap nampan terdiri dari lima orang.

Diharapkan dengan adanya kegiatan rutin ini bisa memberikan dampak yang positif untuk kehidupan santri di kemudian hari setelah lulus dari pondok pesantren. Santri mampu mengamalkan hidup disiplin, gotong-royong dan solidaritas antar kawan.

Roan ini juga memiliki makna yang begitu dalam, “Kegitan ini bertujuan membersihkan yang tampak sekaligus diniati membersihkan hati dari RITADEN (ria, takabur dan dengki)”, Ujar Kiai Aly As’ad selaku pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa dan Alumni Nailul Ula Center, Plosokuning, Sleman, Yogyakarta.


Kang Galih – Seni tablig Seniman NU

Satu tanggapan untuk “Tradisi Roan Membangun Karakater Santri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!