fiksi

Kembang Sunyi

Suara mendesis..... Namines merenung. Bersama sunyi. Kelabu mengiring jiwanya yang abu-abu. Ketika manusia mulai sadar ketakutan akan mati, berarti mereka… Read More

3 bulan ago

Presiden Namines!

Malam ini Namines bergulat dengan dirinya sendiri. Mengatur peran bagian dari dirinya. Menjadi otentik tanpa campur tangan urusan politik dan… Read More

11 bulan ago

Lupa Memakai Jubah

“Kenapa kalian tidak memakai jubah?” Namines melanjutkan perjalanan dan melihat semua orang memakai jubah di setiap kali berpapasan. Mereka berduyung… Read More

11 bulan ago

Mengingat Mati

Sudah malam. Namines masih duduk di balkon rumah. Menatap bulan purnama. “Masih setengah perjalanan”, katanya lirih. Semakin larut, dia mencengkram… Read More

11 bulan ago

Terminal Kesadaran

“Sudah berapa kali kamu tersadar?” “Sepanjang hari setelah tidur pulas” Setiap hari, manusia selalu tersadarkan atas apa yang menjadi kesalahannya.… Read More

11 bulan ago

Setan vs Malaikat

Sore itu aku duduk di bangku rumah simbah. Sedang romantis membaca, tetiba muncul dua orang menghampiriku. Satunya berwajah hitam dan… Read More

11 bulan ago

Mencari Celah

“Namines.... Namines.... Namines....” Teriak beberapa orang memintanya kembali. Beberapa bulan ini Namines menghilang entah kemana. Semua keluarganya juga tidak mengetahui… Read More

11 bulan ago

Manusia Maha Besar

Tidak tahu kenapa sekarang banyak yang menjulukiku “Namines Maha Besar”. Apa karena dulu sempat ikut aksi dengan teriak-teriak takbir. Yang… Read More

11 bulan ago

Akidah Impor!

Aku diajak teman-temanku kampus untuk melakukan aksi demo di depan balai kota. Mereka menuntut untuk penghentian impor beras dan gula.… Read More

11 bulan ago