Categories: FolkorMakam

Syarif Husain, Hasyim, dan Alwi bin Ibrahim Al Haddad

Share

Masih di dalam kompleks Makam Haji, Laweyan, Surakarta. Sekitar 50 meter dari makam Kiai Ahmad Siraj, terdapat makam Syarif Husain bin Ibrahim Al-Haddad, Syarif Hayim bin Ibrahim Al-Haddad, dan Syarif Alwi bin Ibrahim Al-Haddad. Menurut beberapa cerita masyarakat sekitar, beliau adalah salah satu tokoh yang turut menyerbarkan agama Islam, khususnya di kota Solo.

Baca Juga : Kiai Ahmad Siraj

Ratib Al Haddad

Bersanad kepada Syarif Abdullah bin Alwi Al-Haddad yang merupakan pengarang kitab zikir Ratib Al-Haddad, tak heran banyak kitab Ratib yang tersedia di dalam kijing makam. Ketiga makam tersebut berjajar menghadap pintu bangunan yang selalu tertutup. Sedangkan di depan bangunan ada tempat wudu untuk peziarah. Di dalam makam sendiri suasana cukup tenang. Ada sebuah tulisan menarik sebagai peringatan, “Jangan tidur di dalam makam, bisa gila”.

Di depan bangunan terdapat papan pengumuman untuk sedikit menjelaskan seputar makam syarif tersebut,

Gapura Istana Makamnja:
I.K.P. SJARIF HUSJIN BIN IBRAHIM AL ‘CHADDAD
II.K.T. SJARIF HASYIM BIN IBRAHIM AL’ CHADDAD
III.K.T. SJARIF ALWI BIN IBRAHIM AL ‘CHADDAD

Kemudian dilanjutkan dengan biografi beliau. Ketiga ulama tersebut merupakan guru spiritual dari kanjeng susuhunan prabu mangkurat yang bertahta di Kartasura. Putera Tegalharum. Sedangkan bangunan makam sendiri dibangun pada hari rabu pahing tanggal 8 syawal alip dengan diperingai Sitipa-Gulingan Budjangganing Nata 1851, Candrasuwignya.

Masih banyak sekali ulama-ulama yang dimakamkan di kota Solo yang banyak menyimpan sejarah. Mulai dari kerajaan Pajang, Mataram Islam, hingga kedua keraton yang masih aktif yakni, keraton kasultanan dan mangkunegaran. Selain itu juga terdapat kompleks khusus para habaib dan ulama timur tengah yang tinggal di Pasar Kliwon, dekat keraton Surakarta.

Makam ketiga syarif di atas, biasanya ramai dikunjungi setiap malam jumat. Sedangkan di makam haji sendiri, merupakan kompleks makam yang dihuni banyak ulama seperti; K.H. Idris Jamsaren, K.H. Ahmad Siraj, K. M. Mubin Shoimuri, K.H Cholil, K. Muhammad Asfari, K.H. Abdul Manan, K.H Ali Darokah, K.H. Muhammad Tafsir, K.H Zahid, K.H Ahmad Sahlan, K.H Abdul Qodir, K.H Djamaludin, K.H. Abu Amar, K.H Reksodipo Penewu, K.H Ahmad Danuri bin K.H Abdul Ghani, K. Nurrahman, KH.R Ma’ruf Mangunwiyoto, dan lain sebagainya.

Jika kesulitan mencari makam para ulama satu per satu (karena kompleks makam yang begitu luas), peziarah bisa bertanya kepada masyarakat sekitar yang sedang berada di makam. Karena tiap ulama tidak terdapat juru kunci makamnya.

*Jika ingin berziarah ke Makam Syarif Husain bin Ibrahim Al Haddad, syarif Hasyim bin Ibrahim Al Haddad, dan Syarif Alwi bin Ibrahim Al Haddad bisa menghubungi koordinator Seniman NU Regional Jawa Tengah atau Sub Regional Solo raya.


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU