Categories: biografiFolkor

Syaikh Ja’far Al-Barzanji: Pengarang Qasidah Al Barzanji

Share

Sedikit mengulas siapa pengarang kitab Al-Barzanji. Pengarang kitab Al-Barzanji adalah Sayyid Ja’far Ibn Husain Ibn Abdul Karim Ibn Muhammad Ibn Rasul Al-Barzanji. Dia adalah seorang ulama besar dan terkemuka yang terkenal dengan ilmu serta amalnya, kautamaannya serta kesalehannya. Syaikh Ja’far Al-Barzanji adalah keturuan Nabi Muhammad SAW dari keluarga Sadah Al-Barzanji yang termashur berasal dari Barzanj di Irak.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji adalah pengarang Kitab Maulid yang termashur dan terkenal dengan nama Maulid Al-Barzanji. Sebagai ulama menyatakan nama karangannya tersebut dengan ‘Iqd Al-Jawhar fi Maulid an-Nabiyyil Azhar. Kitab Maulid karangan beliau ini termasuk salah satu kitab Maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam baik di timur dan di barat. Tujuan penyusunan Kitab Al-Barzanji adalah untuk menimbulkan kecintaan kepada Nabi. Di dalam Kitab Al-Barzanji memuat silsilah nasab atau keturunan Nabi Muhammad SAW.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang imam, guru besar di masjid Nabawi serta merupakan satu di antara pembaharu Islam di abad XII. Nama Al-Barzanji dibangsakan kepada nama penulisnya, yang diambil dari tempat asal keturunannya yakni daerah Birzinj (Kurdistan). Nama tersebut menjadi populer di dunia Islam pada tahun 1920 ketika Syaik Mahmud Al-Barzanji memimpin pemberontakan nasioanal Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak.

Kitab ‘Iqd Al-Jawahir (kalung permata) yag lebih dikenal dengan sebutan Al-Barzanji ditulis oleh Syaikh Ja’far Ibn Hasan Ibn Abd Al-Karim Ibn As-Sayyid Muhammad Ibn Abd Ar-Rasul Al-Barzanji Ibn Ar-Rasul Ibn Abd As-Sayyid Abd Ar-Rasul Ibn Qolandri Ibn Husain Ibn Ali Ibn Abi Thalib ra. Beliau lahir di Madinah tahun (1103-1180 H/ 1690-1766 M). M. Mufti Syafi’i Madinah dan khatib Masjid Nabawi di Madinah.

Baca Juga: Abu Hasan Al-Syadzili

Karya dan Pemikiran

Karangan-karangan Syaikh Ja’far Al-Barzanji sangat banyak. Di antaranya; Syawahid Al-Ghufran ‘Ala Jaliy Al-Ahzan fi Fadhail Ramadhan, Mashabihul Ghurur ‘Ala Jaliyyil Qadr, dan Taj Al-Ibtihaj ‘Ala Dhau’ Al-Wahhaj fi Al-Isra’ Wa Al-Mi’raj. Syaikh Ja’far Al-Barzanji menulis kitab manaqib yang menceritakan perjalanan hidup Syaikh Ja’far Al-Barzanji dalam kitabnya Ar-Raudh Al-Athar fi Manaqib As-Sayyid Ja’far.

Selain kitab-kitab Maulid tersebut, Al-Barzanji juga menulis kitab risalah yang dinamakan Jaliyah Al-Karbi bi Ashabi Sayyid Al-Karbi wa Al-Ajm. Selain itu Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga mengarang kitab Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, dengan tujuan memperkenalkan substansi amalan, ajaran, dan fatwa Al-Jailani, yang diperuntukkan bagi para pengikut dan masyarakat kebanyakan. Penulisan kitab tersebut didasarkan pada penuturan para ulama tarekat Qadariyah. Dengan semangat rasa cinta penulisnya mencoba untuk membeberkan keteladanan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani kepada masayarakat umum.

Kesufian Al-Barzanji Nampak ketika ia ungkapkan bahwa penulisan manaqib juga dimaksudkan untuk mendapatkan turunnya keberkahan dari langit. Dan mengundang pula turunnya kemurahan sang Hadrat Al-Arsy (Allah SWT).

Ketinggian ilmunya dapat dilihat dalam kitab-kitab karangannya yang bernialai tinggi. Di antaranya, “Hidaayatul Muriid li ‘Aqiidati Ahlit Tauhid”, “Syarah al-Aqaaidul Kubra Lis Sanusi”, “Haasyiah ‘Ala Syarhish Shoghir lid-Dardir”, “Minhul Jaliil ‘Ala Mukhtasar Khalil” dan “Hidayatus Saalik ila Aqrabil Masaalik fi Furu’il Fiqhil Maaliki”.

Ulama kita kelahiran Banten, Pulau Jawa yang terkenal sebagai ulama dan penulis yang produktif dengan banyak karangannya yakni Sayyidul ‘Ulama-il Hijaz, An-Nawawi ats-Tsani, Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi ra. turut menulis syarah yang lathifah bagi “Maulid Al-Barzanji”. Karangannya itu dinamakan “Madaarijush Shu’uud ila Iktisaa-il Buruud”. Manakala seorang keturunan Sayyid Ja’far Al-Barzanji yang mempunyai nama sama dengan beliau. Yaitu Sayyid Ja’far Ibn Sayyid Isma’il Ibn Sayyid Zainal ‘Abidin Ibn Sayyid Muhammad al-Hadi Ibn Sayyid Zain yang merupakan suami dari satu-satunya anak Syaikh Ja’far Al-Barzanji. Telah menulis syarah bagi “Maulid al-Barzanji” tersebut yang dinamakannya “Al-Kawakibul Anwar ‘Ala ‘iqdil Jawhar fi Mawlidin Nabiyil Azhar”.

Masa Kecil Syaikh Ja’far Al-Barzanji

Semasa kecilnya beliau telah belajar Alquran dari Syaikh Ismail Al-Yamani, dan belajar tajwid serta membaiki bacaan dengan Syaikh Yusuf As-Su’udi dan Syaikh Syamsuddin Al-Misri. Di antara guru-guru beliau dalam ilmu agama dan syariat: Syaikh Abdul Karim Haidar Al-Barzanji, Syaikh Yusuf Al-Kurdi, Sayyid Athiyatullah Al-Hindi, Syaikh Athaallah Ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Tanthowi Al-Ahmadi Syaikh Ahmad Al-Asybuli. Kemudian juga Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi Sayyid Muhammad At-Thobari, Syaikh Muhammad Ibn Hasan Al-A’jimi Sayyid Musthofa Al-Bakri, Syaikh Abdullah As-Syubrawi Al-Misri.

Ilmu-ilmu yang dikuasai Syaikh Ja’far Al-Barzanji telah menguasai banyak cabang ilmu, antaranya : Shorof, Nahwu, Manthiq, Ma’ani, Bayan, Adab, Hikmah, Handasah, A’rudh, Kalam, Sirah, Qiraat, suluk, Tasawwuf, Kutub Ahkam, Rijal, Mustholah.

Kitab Al Berzanji

Kitab Berzanji terdiri dari tujuh puluh enam halaman yang terbagi menjadi dua bagian yaitu, dalam bentuk prosa dan dalam bentuk syair. keduanya bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

Sebuah karya tulis seni sastra yang memuat kehidupan Nabi Muhammad SAW. Karya sastra ini dibaca dalam berbagai upacara keagamaan di dunia Islam, termasuk Indonesia, sebagai bagian yang menonjol dalam kehidupan beragama tradisional.

Dalam kitab Al-Barzanji digambarkan tentang kisah hidup Nabi Muhammad SAW dengan bahasa yang begitu indah, berbentuk puisi, prosa dan kasidah yang menarik perhatian banyak orang.

Baca Juga: Abu Hasan Al Asy’ari – Guru Ahlussunah Waljamaah

Wafat Syaikh Ja’far Al-Barzanji

Seorang ulama besar yang berdedikasi mengajarkan ilmunya di Masjid Kakeknya (Masjid Nabawi) SAW sekaligus beliau menjadi seorang mufti Mahzhab Syafiiyah di kota Madinah Munawwarah.

Al-’Allaamah al-Muhaddits al-Musnid as-Sayyid Ja’far bin Hasan Al-Barzanji adalah Mufti Asy-Syafi`Iyyah di Kota Madinah Al-Munawwarah. Banyak perbedaan tentang tanggal wafatnya, sebagian menyebut beliau meninggal pada tahun 1177 H. Imam Az-Zubaidi dalam “Al-Mu’jam Al-Mukhtash” menulis bahwa beliau wafat tahun 1184 H, dimana Imam Az-Zubaidi pernah berjumpa dengan beliau dan menghadiri majelis pengajiannya di Masjid Nabawi yang mulia.

Maulid Al Barzanji banyak tersebar di seluruh penjuru dunia. Bahkan banyak kalangan ‘Arab dan ‘Ajam (luar Arab) yang menghafalnya. Mereka membacanya dalam waktu-waktu tertentu. Kandungannya merupakan khulaashah (ringkasan) Sirah Nabawiyyah yang meliputi kisah lahir baginda. Perutusan baginda sebagai Rasul, hijrah, akhlak, peperangan sehingga kewafatan baginda Rasulullah SAW.

Jasad beliau makamkan di Baqi’ bersama keluarga Rasulullah SAW. Kitab maulid Barzanji sendiri telah disyarah (dijelaskan) oleh ulama-ulama besar. Seperti Syaikh Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy al- Maaliki al-’Asy’ari asy-Syadzili al-Azhari yang mengarang kitab “al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al- Barzanji”. Sayyidul ‘Ulama-il Hijaz, Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi “Madaarijush Shu`uud ilaIktisaa-il Buruud”


Angga Saputra – Seni tablig Seniman NU