SEJARAH SNU


Sejarah Seniman NU dimulai dari salah satu perguruan tinggi di Solo. Tepatnya, akhir tahun 2015. Dengan mengamati gejolak dalam perbedaan pendapat dan aliran, tidak tolerannya terhadap sesama manusia, dan sikap fanatik buta terhadap kebenaran semu. Islam menjadi agama yang mencekam.

Akhirnya ghirah salah seorang santri Majelis Fathul Hidayah (diasuh oleh Kiai Asyiquddin) untuk berjuang menegakkan ajaran ahlus sunnah wal jamaah, serta meluruskan kesalah-pahaman memaknai Nahdlatul Ulama. Mengingat tugas santri juga harus siap mengikuti perkembangan zaman. Era teknologi, berjuang melalui media sosial. Seperti pesan abah kita, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, “Siapa yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah beserta keluarganya.”

Dulu awalnya bernama Seputar NU. Namun karena beberapa alasan, kami ganti nama menjadi Seniman NU. Seni diambil dari bahasa Sansekerta, sani yang artinya pelayanan atau pemberian yang tulus. Sedangkan seni dari bahasa Belanda diambil dari kata genie yang artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir, seperti dalam KBBI, seni berarti genius.

Konsep dari seniman NU sendiri berasal dari quote Muhammad Ainun Najib, “Kebenaran adalah bekal yang kamu ekspresikan menjadi kebaikan untuk tujuan keindahan”. Dalam pemikiran Seniman NU, bahwa proses perjalanan manusia akan melalui fase logika (benar/ salah) – etika (baik/ buruk) – estetika (indah/ jelek). Meyakini kebenaran sejati hanya milik Tuhan, maka kebenaran semu berdasarkan maqom manusia hendaknya disampaikan dengan baik agar tercipta keindahan.

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

(Sesungguhnya Allah Swt Maha Indah dan menyukai keindahan)

Awalnya dulu, seniman NU (masih bernama seputar NU) dibentuk dari Official Account Line. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa pihak yang menawarkan untuk lebih mengonsep OA Line Seniman NU. Dimulai sejak awal 2018 dengan penataan desain yang lebih menarik di akun Instagram. Selang beberapa hari kita membuat sebuah forum diskusi di grup Whatsapp yang kemudian menjadi cikal bakal pendirian (secara resmi) seniman NU. Antusias yang luar biasa dari anggota melahirkan sebuah gagasan untuk gathering perdana tanggal 29 April 2018 di Semarang yang juga menjadi hari jadi Seniman NU.

Pergerakan dan semangat luar biasa dari pengurus dan anggota akhirnya diikuti dengan penyusunan konsep dasar dan pendirian 10 regional (tingkat provinsi). Berikut adalah regional dari Seniman NU :

  1. SNU Riau
  2. SNU Sumbar
  3. SNU Lampung
  4. SNU Banten
  5. SNU Jakarta
  6. SNU Jabar
  7. SNU Jateng
  8. SNU Yogyakarta
  9. SNU Jatim
  10. SNU Bali

Seniman NU juga mempunyai bidang untuk mendukung cita-cita komunitas. Seperti seni tablig, seni media, seni wasilah, dan seni kultur. Seniman NU bukan sebuah banom atau organisasi resmi Nahdlatul Ulama. Kami hanya sebuah komunitas non-profit yang “bersenang-senang” berdasarkan passion masing-masing anggota dan pengurus. Kami juga bukan komunitas yang dirancang untuk politik praktis, karena kami sudah sepakat untuk tidak membahas tentang dunia perpolitikan di Indonesia

Selain itu, Seniman NU juga mempunyai banyak tujuan. Di antaranya; berguna bagi pondok pesantren non-modern, menyejukkan perbedaan pendapat di antara para ulama, arsip tempat bersejarah (makam/ situs), mengangkat eksistensi kiai daerah, dan “menghijaukan” semesta. Seniman NU mempunyai marja’ yakni beliau Al Habib Alwi bin Nuch Al Haddad.

Anggota Seniman NU terdiri dari berbagai latar belakang, seperti; Ansor-Banser, KMNU, PMII, IPNU-IPPNU, Lesbumi, PKPT-IPNU/IPPNU, LTNU, LDNU, Pagar Nusa, Gusdurian, Jamaah Maiyah, dan lain sebagainya. Kemudian pengurus Seniman NU juga melibatkan orang-orang yang ahli di bidang masing-masing. Keanggotaan SNU bersifat bebas. Seperti makna seni adalah kebebasan yang sadar batas. Namun, jika ada anggota yang melakukan aksi yang tidak beretika, SNU tidak bertanggungjawab.

Demikian uraian singkat tentang sejarah Seniman NU.

Mohon doanya semoga bisa membantu menebarkan keindahan dalam beragama dan berkemanusiaan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!