Categories: BanomFolkor

Mengenal Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPK-NU)

Share

Sesuai dengan Anggaran Dasr NU, BAB VI. pasal 10, untuk melaksanakan tujuannya, Nahdlatul Ulama membentuk perangkat organisasi yang meloiputi: Lembaga dan Badan Otonom. Dalam Anggaran Rumah Tangga NU, BAB V, Pasal 16, dinyatakan bahwa, Lembaga adalah perangkat departementasi organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama; khususnya yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. Secara spesifik, pada ayat 3 dinyatakan bahwa: Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama disingkat LPKNU bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang kesehatan.

LPKNU adalah Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama yang bertugas melaksanakan kebijakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama di bidang di bidang kesehatan. Visi dari LPKNU adalah terwujudnya suatu tatanan masyarakat yang sehat jasmani, rohani, dan sosial serta berkemampuan untuk memelihara dan menanggulangi kesehatannya secara optimal.

Sedangkan misinya adalah :

  1. Mengupayakan pemberian pelayanan kesehatan bagi warga nahdliyin dan masyarakat umumnya yang mencakup upaya promotif,preventif,kuratif dan rehabilitatif melalui pendirian berbagai fasilitas kesehatan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat.
  2. Mengupayakan pemberdayaan masyarakat agar mengenali resiko kesehatan yang mengancam dan mempunyai kemampuan untuk menanggulanginya secara mandiri serta mempraktekkan perilaku hidup sehat.
  3. Terlibat secara aktif dalam mewujudkan perundang-undangan dan kebijakan kesehatan yang berpihak pada kepentingan publik.

Sejarah LPK-NU

Berdasarkan data tertulis yang ditemukan, beberapa cabang NU pada tahun 1930-an telah mendirikan semacam layanan kesehatan untuk masyarakat. Cabang-cabang NU tersebut adalah Serang, Jombang, dan Bandung.

Dari tiga cabang tersebut, yang ditemukan datanya, NU serang terbilang paling tua yaitu tahun 1934. Mereka mendirikan layanan kesehatan dalam bentuk klinik. Bahkan mereka memiliki dua klinik. Namun sayangnya, layanan kesehatan tersebut hanya berlangsung dua tahun, berarti hingga tahun 1936, sebab dokter di dua klinik tersebut dialihtugaskan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Kabar tentang dua klinik itu dilaporkan Cabang NU Serang pada Muktamar NU XI yang berlangsung di Banjarmasin pada tahun 1933. Namun, karena dokter itu, klinik dipindahtugaskan ke daerah Kalimantan, sehingga dua klinik itu berhenti. Dari laporan itu, sepertinya Cabang NU serang hanya menyediakan tempat untuk klinik, sementara dokter yang bertugas adalah orang pribumi yang bekerja di pemerintah Hindia Belanda yang berkedudukan di Serang.

Singkatan dari Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama. Lembaga ini bertugas menjalankan kebijakan NU di bidang kesehatan, seperti menangani rumah sakit dan balai kesehatan yang ada di lingkungan NU.

Kesehatan NU dalam bentuk lembaga-lembaga ini dibentuk sebagai hasil Muktamar NU di Donohudan (2004) yang memutuskan pembubaran Lembaga Sosial Mabarrot (LSM). LKNU dalam hal ini mengambil alih tugas penanganan masalah kesehatan. Sementara masalah sosial ditangani oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU). Nama LKNU adalah hasil keputusan Muktamar NU ke32 di Makassar untuk mengganti nama Lembaga Pelayanan Kesehatan NU (LPKNU) yang ada sebelumnya.

LPKNU menjalankan sejumlah program yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti penanganan masalah tuberkolosis, malaria, dan HIV/ AIDS, serta mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pesantren. Klinik Avicenna yang berada di Gedung PBNU, Jakarta, secara Iangsung dikelola LPKNU. Selain itu, lembaga ini mengoordinasikan berbagai rumah sakit milik NU yang ada di daerah agar bisa berkembang dengan baik.

Program dan Kegiatan Lembaga Kesehatan PBNU

Lembaga Kesehatan PBNU memberikan perhatian besar pada empat isu strategis yang kemudian menjadi dasar bagi LK PBNU dalam mengembangkan rencana strategis organisasi 2015-2020 Memperkuat organisasi dalam aspek Manajemen, SDM dan perangkat organisasi lainnya.

  1. Membangun jaringan kerja di tingkat lokal, nasional maupun Internasional.
  2. Meningkatan ketahanan finansial organisasi
  3. Mengembangan program pelayanan di bidang kesehatan kepada masyarakat

Di dalam pengembangan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, LK PBNU menguraikan rencana kerjanya dalam beberapa divisi:

  1. Bidang Pelayanan Kesehatan dan Farmasi
  2. Bidang Pendidikan dan Penelitian Kesehatan
  3. Bidang Pengembangan Program Kesehatan
  4. Bidang Informasi – Komunikasi
  5. Bidang Sosial Kemasyarakatan

Sejak didirikannya, Lembaga Kesehatan PBNU telah menjalankan beberapa program kegiatan dalam beragam isu. Selain kegiatan yang  dilaksanakan secara mandiri, LK PBNU juga menjalin kemitraan dengan lembaga lain di dalam implementasi berbagai programnya.

Organisasi Sayap Lembaga Kesehatan PBNU

  1. Arsinu

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (ARSINU) di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo, Sabtu, 28 Pebruari 2015.

Berdirinya ARSINU diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengkoordinasikan pelayanan kesehatan tersebut demi mencapai misi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga nahdiyin, sebaik-baiknya.

berdirinya ARSINU komunikasi antar-Rumah Sakit Islam diharapkan terbangun untuk memberikan pelayanan yang memuaskan.

  1. Aptikesnu

Aptikesnu bertujuan sebagai wadah berhimpun ‘interprofessional education collaborative’ Perguruan Tinggi Kesehatan NU.

“Maksud dari interprofessional education collaborative adalah mengembangkan pendidikan kesehatan antarprofesi kesehatan seperti kedokteran, keperawatan, farmasi, rekam medik, kebidanan, dan lainnya yang bersifat kolaborasi sejak masa pendidikan untuk mempersiapkan sikap kebersamaan dan menghormati eksistensi antar profesi agar memudahkan ketika menjalankan profesinya nanti.

Aptikesnu beranggotakan semua perguruan tinggi kesehatan yang memiliki identitas berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. “Diharapkan dengan adanya Aptikesnu akan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan yang berwawasan ke-aswaja-an, sehingga dapat melayani warga NU dan masyarakat umum dengan lebih baik lagi, Aptikesnu juga penting dalam memenuhi amanat Muktamar NU ke-33, agar ada peningkatan peran NU dalam bidang kesehatan.

Alamat Lembaga Kesehatan PBNU

Lembaga Kesehatan – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK-PBNU)
Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat
Telp: 021 39837388
www.lkpbnu.org
Email: kesehatan_nu@yahoo.co.id

Sumber : lkpbnu.org; nu.or.id