Pilih Waras Atau Sehat?

Dalam kehidupan manusia sudah pasti menjalin sebuah persaudaraan, dan persaudaraan akan mengalami tantangan dan kesempatan. Manusia sendiri terbagi dalam dua kelompok, yaitu saudara dalam agama/ seagama, dan setara dalam hal kemanusiaan. Ikatan kebersamaan dalam agama tidak menafikan ikatan persaudaraan antar manusia, karena agama dan kemanusiaan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni. Tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan persaudaraan manusia adalah peradaban modern yang terlalu mementingkan aspek material dan mesin disertai sifat rakus/ tamak, egoisme, dan mengesampingkan manusia dan kemanusiaan.

Namun optimisme dalam mewujudkan kesempatan persaudaraan manusia masih terbuka luas, bukan saja karena kita harus optimis dalam segala hal atau karena naluri kebaikan ada dalam diri setiap insan, tetapi karena tanda-tanda ke arah itu terbentang  jelas di depan mata, antara lain hubungan baik antara tokoh-tokoh agama, saling tukar pikiran antar sesama dengan gagasan mencerahkan untuk kebaikan umat manusia dan kedamaian dunia.

Baca Juga: Hubbul Wathan Halal dan Hubbul Wathan Haram

Timbulnya naluri kebaikan dalam diri setiap insan karena adanya “kewarasan” dalam diri seseorang. Namun akhir akhir ini banyak bermunculan sebuah meme “Save akal sehat” dan “Menolak waras”. Bagaimana bisa akal sehat hanya untuk disimpan saja? Bukan untuk digunakan? Dan apakah waras itu lebih rendah dari sehat sehingga harus menolak kewarasan? Padahal sejatinya waras dan sehat adalah hal yang berdampingan, orang yang waras sudah pasti ditentukan sehat, karena dengan kewarasannya seseorang akan bisa membedakan antara hal yang baik dan hal yang buruk, juga akan berpikir “Bagaimana agar aku tetap sehat?”. Berbeda halnya dengan sehat, kita bisa lihat orang gila, secara fisik ia bisa dikatakan sehat, namun karena ketidakwarasannya ia menjadi tidak sadar diri dan ia tidak bisa membedakan antara “aku sedang terbuka/ tertutup?”

Adanya naluri kebaikan dan kewarasan juga akan menimbulkan sifat kemanusiaan, dan sifat kemanusiaan inilah yang harus dipertahankan untuk bisa mewujudkan negara Baladatun tayyibah wa rabbun ghofur, dengan cara seperti apa? Yaitu dengan cara manusia harus bisa memberikan sifat kemanusiaan kepada manusia lain dan harus bisa memanusiakan diri sendiri, sebagaimana seperti dawuh dari Al habib Muhammad Lutfi bin Yahya – Pekalongan “Manusia yang tahu bahwa dirinya Manusia ia pasti akan memanusiakan diri sendiri”.

Sifat kemanusiaan ini bisa diciptakan dengan menumpuk rasa kecintaan pada sesama manusia dan pada negara. Hal ini sperti yang diucapkan oleh Maulana Al Habib Muhammad Lutfi Bin Yahya pada saat doa bersama untuk negeri di asrama Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (12/3/2019).

Namun berbeda jika rasa kemanusiaan seseorang sudah mulai pudar, ia pasti akan menganggap bahwa dirinya paling benar, paling pintar, dan paling bla bla bla,  yang seakan akan menyerupai Tuhan sehingga munculah rasa kebencian antar sesama yang bisa menyebabkan runtuhnya persaudaraan sesama manusia dan runtuhnya sebuah negara.

Runtuhnya sebuah negara bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menjadikan rakyat tidak percaya kepada pemerintah, kepada aparat pemerintah baik kepada Polisi ataupun TNI. Keadualatan memang ada di tangan rakyat, namun tanpa pemerintah negara tidak akan bisa berjalan, karena pemerintah adalah tulang punggung bangsa, dan siapapun yang tidak menyukai dan bahkan menentang kebijakan penguasa walaupun satu jengkal ia akan mati dalam keadaan jahiliyyah sebagaimana tertera dalam Hadis Sahih Bukhari No.7053 yang berbunyi:

مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ ، فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

Yang artinya: “Siapa yang tidak menyukai kebijakan penguasa hendaklah ia bersabar, sebab siapapun yang keluar/ menentang dari ketaatan kepada pemimpin sejengkal ia mati dalam jahiliyyah/ kafir”


Nur Azizah – Seni tablig Seniman NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!