KH. Muhammad Muslim Rifai Imampuro

Bagi masyarakat Klaten, tentu tidak asing dengan nama Mbah Liem (Panggilan KH. Muhammad Muslim Rifai Imampuro). Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Troso, Klaten, Jawa Tengah ini meninggal hari kamis, 24 Mei 2012 lalu. Dalam prosesi kematian, kiai yang dikenal nyentrik dengan pakaian khas tentara bersarung ini juga memberikan wasiat unik. Yakni, saat jenazah dibawa dari rumah menuju makam diiringi tabuhan selawat badar dan juga menggunakan tembakan dari TNI dan POLRI layaknya pemakaman militer.

Kiprah Mbah Liem di dalam tubuh NU memang kurang kentara bagi kalangan struktural. Beliau tidak pernah masuk dalam struktural PBNU. Namun kecintaannya kepada NU sudah mendarah daging. Bahkan ketika NU diguncang permasalahan intern, mbah Liem mengatakan, “Kalau semua tidak mau mengaku menjadi NU, biar aku sendiri yang menjaga NU”.

Baca Juga: Sunan Bungkul

Menurut menantunya, mbah Liem masih keturunan dari abdi dalem keraton. Bahkan, sampai sekarang masih banyak teka-teki tentang asal-usul mbah Liem ini. Pernah ngaji kepada Mbah Siradj dan menjadi teman akrab Gus Dur sebelum beliau menjadi presiden. Bahkan ada yang mengatakan kalau Mbah Liem ini merupakan guru spiritual Gus Dur.

Pada kurun tahun 1983 kelompok Islam radikal atau bisa disebut islam transnasional mulai mempersoalkan lagi Pancasila sebagai dasar negara dan mempertanyakan lagi relevansi Pancasila dengan Islam. Saat ramai isu tersebut menyebar, Mbah Liem dalam setiap acara apapun terus mengatakan dan mendoakan agar NKRI Pancasila Aman Makmur Damai HARGA MATI. Mbah Liem kalau berpidato selalu judul utamanya adalah tentang kebangsaan dan kenegaraan, kurang lebih kalimatnya “Mugo-mugo NKRI Pancasila Aman Makmur Damai Harga Mati”

Di masjid Pondoknya Mbah Liem setiap setelah adan sebelum salat berjamaah selalu diwajibkan membaca doa:

Subhanaka Allahumma wabihamdika tabaroka ismuka wa ta’ala jadduka laa ilaha Ghoiruka.

“Duh Gusti Alloh Pangeran kulo, kulo sedoyo mbenjang akhir dewoso dadosno lare ingkang sholeh, maslahah, manfaat dunyo akherat bekti wong tuo, agomo, bongso maedahe tonggo biso nggowo becik ing deso, soho NEGORO KESATUAN REPUBLIK INDONESIA PANCASILA KAPARINGAN AMAN, MAKMUR, DAMAI. Poro pengacau agomo lan poro koruptor kaparingono sadar-sadar, Sumberejo wangi berkah ma’muman Mekah.”

Menurut kesaksian Habib Luthfi bin Yahya dalam buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ mengatakan, pada saat Panglima TNI Jenderal Benny Moerdani datang ke Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Mbah Liem meneriakkan yel, NKRI Harga Mati…! NKRI Harga Mati…! NKRI Harga Mati…! Pancasila Jaya, maka sejak itulah yel-yel NKRI Harga Mati menjadi jargon, slogan tidak hanya di NU tapi di beberapa pihak seperti di TNI. Jadi slogan atau jargon “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya” dicetuskan oleh KH Muslim Rifai Imampuro atau Mbah Liem.

Baca Juga: Kiai Ahmad Siradj

Lokasi Makam

Makam Mbah Liem berada di komplek pondok pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten. Kalau dari arah Jogja, lokasi setelah masjid dan kantor PCNU Kabupaten Klaten. Di pinggir jalan raya Solo-Jogja terpasang gapura nama pondok pesantren Al-Muttaqien Pancasila.

Di area makam terdapat dua tiang bendera merah putih dan Nahdlatul Ulama. Kemudian juga ada papan bertuliskan wasiat mbah Liem:

Meski beda agama sekalipun toh:

  1. Sesama hamba Allah
  2. Sesama anak cucu eyang Nabiyullah Adam As.
  3. Sesama penghuni NKRI Pancasila

Selain itu juga ada papan bertuliskan “Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia” dan disertai alamat pemakaman yakni Sumberejo, Wangi, Troso, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah.

Saat ini pondok pesantren masih aktif melakukan kegiatan keagamaan dan sosial yang diasuh oleh putra-putri beliau KH. Muhammad Muslim Rifai Imampuro. Lahumul Fatihah…..

*Jika ingin berziarah ke makam KH. Muhammad Muslim Rifai Imampuro bisa menghubungi koordinator Seniman NU Jawa Tengah atau Seniman NU Sub Regional Solo Raya


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!