Mereka Para Penumpang Gelap

Kehadiran Pancasila dalam hal ini adalah menjadi ideologi bangsa sekaligus menjadi  pijakan untuk melangkahnya suatu bangsa. Bangsa yang besar ini dibangun oleh peran para ulama, kiai dan petinggi bangsa, beserta para rakyatnya. Tidak sembarangan mereka mendirikan bangsa ini, butuh beratus-ratus tahun agar bisa mewujudkannnya. mereka tidak asal ketuk palu lalu langsung jadi. Tidak, tidak seperti itu, tapi melewati beberapa proses yang sangat panjang. Dari mulai tirakat, perenungan masukan dari para ulama, kiai hingga pengambilan keputusan itu pun dipikirkan secara matang-matang sampai pada akhirnya masyarakat juga yang ikut merasakannya.

Bangsa ini sudah begitu kuat, bangsa ini memiliki patriotisme yang tinggi, jiwa nasionalisme tidak perlu diragukan lagi. Sikap gotong royongnya pun tetap dipertahankan terutama di desa-desa. Kalau tidak percaya? silakan datang ke desa-desa, mereka begitu kuat menjunjung tinggi adat daerahnya. Setiap ada perayaan apapun entah itu yang bersifat keislaman atau berkaitan dengan negara dipedesaan itu begitu meriahnya. Contohnya ketika memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang baru saja kita lewati ini mereka mengadakan zikir dan doa bersama di masing-masing daerah. Tujuan utamanya adalah ingin menghormati jasa para pahlawan dan mendoakan agar negeri ini tetap gemah, ripah, lohjinawe.

Tapi akhir-akhir ini ada saja penumpang gelap yang ingin merusak sistem itu. Sistem dimana bagi mereka sistem ini sudah tidak relevan dan sudah tidak cocok dijalankan di negeri ini. Dan seolah-olah mereka datang membawa solusi, tapi yang terjadi itu hanyalah modus yang ingin mengelabui bangsa ini.

Sekarang ini mereka sudah memasuki ke lingkup-lingkup yang lebih besar dengan jangkauannya sudah begitu luas dan masif dari sekolah-sekolah, majelis taklim, kampus-kampus dan lembaga pemerintahan. Mereka ini penyusup yang handal. Mereka ini mencoba merusak amalan-amalan kita yang sudah dibangun sejak lama dan ingin menggantinya. “Gerakan ini Neo Khawarij” namanya, apa itu Neo Khawarij? Silakan dibuka kembali catatan mengajinya atau cari sumber dari buku-buku atau mbah google. Dan ini yang sedang kita saksikan di negara ini. Mereka sudah terang-terangan menunjukkannya di hadapan kita semua. Yang bersebarangan dengan mereka akan dilawan, diperangi, dikafir-kafirkan bahkan tak peduli sesama saudara seiman sekali pun.

Jika ini terus dibiarkan maka akan berbahaya bagi keutuhan bangsa ini. Bangsa yang terdiri dari bermacam-macam suku, budaya, dan agama yang mungkin tidak dimiliki bangsa lainnya.

Tapi saya yakin bangsa ini akan baik-baik saja ke depannya. Mungkin karena sedang pas di tahun politik ini sehingga membuat bangsa ini begitu sensitif seperti pantat bayi.

“Bangsa ini sudah didoakan dan dijaga oleh para waliyullah dari ujung Sumatera hingga Merauke. Jadi, jangan macam-macam jika ingin memecah belah bangsa ini. Para Ulama dan waliyullah baik yang sudah meninggal atau belum mereka tidak akan rela jika bangsa ini diganggu”, dalam ceramahnya Habib Luthfi menyampaikan.

Wallahu A’lam


Kang Galih – Seni tablig Seniman NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!