Categories: LiputanSimponi

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Share

Marilah kita semua bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt kepada kita semua. Karena dengan kita bersyukur maka niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya. Akan tetapi, bila kita kufur terhadap nikmat-Nya maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih, seperti dalam QS Ibrahim: 7.

Dalam masa kemerdekaan ini kita menjadi manusia yang bagus. Maksudnya adalah kita saat ini telah mewarisi generasi sebelum kita, mereka adalah manusia-manusia bagus, mereka telah mencetak sejarah bagus kepada kita. Dan oleh karenanya, kita tak hanya menjadi ahli waris yang bagus, namun kelak juga akan menjadi pewaris yang bagus pula. Karena bagaimanapun kelak kita juga akan mencetak sejarah baru dengan melahirkan generasi penerus yang baru.

Nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita jelas tak akan pernah bisa kita hitung karena saking banyaknya nikmat Allah. Contohnya di zaman sekarang ini, suara indah yang telah diberikan Allah laku untuk bisa dijual. Bisa menjadi seorang MC, studio rekaman, dvd, dan lain sebagainya. Bukankah itu adalah suatu nikmat yang sangat besar bahkan tidak terhitung?

Namun perlu diperhatikan pula agar nikmat dari Allah ini dipergunakan di jalan yang baik, entah untuk mencari nafkah atau yang lainnya. Yang terbaru beberapa waktu ini adalah kondangnya salah seorang pelantun selawat, yaitu Khoirunnisa atau yang lebih dikenal sebagai Nissa Sabyan. Ia bersama Sabyan Gambus sukses menorehkan sejarah baru dengan bersaing di tengah kesuksesan musik dangdut dan K-pop yang sedang merajalela. Ia membuktikan bahwa selawat tak kalah kerennya dengan musik barat, hal ini sekaligus membantah bahwa selawat atau musik Islami lainnya sudah usang dan ketinggalan zaman ataupun hanya diperuntukkan orang-orang tua saja bahkan justru lebih indah sekaligus bernilai sebuah ibadah bila dilantunkan. Oleh karena itu, jangan sampai kita mengingkari semua nikmat Allah tersebut.

Dalam masa kehidupan setelah kemerdekaan ini, marilah kita manfaatkan sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya adalah dengan belajar. Bagi mereka yang masih anak-anak dengan sekolah dan belajar giat, rajin, dan sungguh-sungguh. Bagi mereka yang kuliah fokus lah pada studinya dan terus dalami apa yang telah dipilih. Ciptakan sesuatu atau temukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Mengingat dulu sebelum masa kemerdekaan banyak anak-anak yang mempunyai keinginan sekolah namun tak bisa karena adanya para penjajah. Untuk bapak dan ibu yang sudah bukan umurnya lagi untuk sekolah maupun kuliah bisa dengan mendatangi majelis-majelis taklim untuk mendengarkan tausiah dan Ilmu lainnya. Jangan sampai hari-hari penuh dengan kekosongan. Hal ini merupakan langkah-langkah positif untuk mengisi kemerdekaan sekaligus mensyukuri nikmat Allah berupa masa kemerdekaan.

Selain itu, pengajian juga sesuai dengan tujuan negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena sejatinya cerdas tak hanya terbatas pada ilmu eksak dan teori. Namun, kecerdasan dalam bersosial masyarakat dan beragama juga termasuk di dalamnya.

Marilah sekali lagi saya mengajak kita semua untuk mengisi hari-hari setelah kemerdekaan ini dengan menjadi hebat.

Kita bangun keluarga hebat, lalu tetangga hebat, masyarakat desa hebat, dan negara yang hebat. Karena sejatinya untuk membentuk sebuah negara yang hebat diawali dengan keluarga yang hebat. Membangun kehebatan diri sendiri, keluarga, untuk selanjutnya bisa membangun masyarakat hebat untuk Indonesia hebat.

KH. Ahmad Zabidi
Pengurus Syuriah MWC NU Kec Mlati


Yogi Tri Sumarno – Seni tablig Seniman NU