Categories: opiniSimponi

Prestasi dalam Rangka Mengaplikasikan Potensi Diri

Share

Tertulis jelas dalam untaian kehidupan, bahwa tujuan hidupku adalah mendapatkan rida Allah. Mendapatkan rida Allah adalah dambaan setiap muslim dan muslimat di alam raya ini. Rida Allah adalah harta termahal yang pantas diperebutkan oleh hamba-Nya. Tanpa rida Allah, hidup kita akan hampa, kering, tidak dapat merasakan nikmat atas segala apa yang telah ada digenggaman kita, bermacam masalah silih berganti menyertai hidup kita. Harta berlimpah, makanan berlebih, namun ketika tidak ada rida-Nya, semua menjadi hambar. Tidak tahu kemana tujuan hidup, merasa bosan dengan keadaan, seolah hari berlalu begitu saja, begitu cepat namun tanpa disertai dengan perubahan kebaikan hari demi hari.

Ada banyak jalan yang dapat kita tempuh untuk mendapatkan rida-Nya. Salah satu jalannya adalah dengan menuntut ilmu. Benih yang harus dari awal kita tanamkan dalam menuntut ilmu adalah untuk mendapatkan rida Allah semata. Tidak hanya berlaku untuk ilmu akhirat, pun juga ilmu dunia. Ilmu dunia pun penting untuk dicari karena akan bernilai ibadah kalau diniatkan untuk beribadah karena Allah.

Salah satu parameter ilmu yang diridai Allah adalah ilmu yang bermanfaat dan barokah.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Dam coba kita kaji sebuah ayat dalam Alquran.

فاستبقوا الخيرات

Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).

Ayat ini menjelaskan tentang kompetisi dalam kebaikan, berarti ilmu tidak hanya dicari, tapi seyogyanya ada bukti nyata kalau ilmu itu telah mengakar dalam diri kita. Salah satunya adalah dengan jalan berprestasi. Arti sejati berprestasi adalah ketika ilmu yang kita dapat berbuah aplikatif dan menyebarkan kebermanfaataan yang luar biasa untuk umat manusia. Misal: Bapak Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie yang memiliki beberapa karya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian karya beliau digunakan sebagai standar keamanan di industri pesawat di dunia.

Baca Juga: Sandalku Bukan Halangan Niatku

Allah telah menitipkan keahlian pada tiap-tiap hamba-Nya. Allah Maha Bijaksana bahwasannya setiap umat-Nya telah dibagi potensi-potensi yang harus ia kembangkan. Maka dari itu, wajiblah bagi setiap hamba untuk menggali potensi mana kah yang tertancap pada dirinya. Seorang yang zalim apabila tidak mau berusaha menemukan potensinya.

مَنْ عَرَّفَ نَفْسَهُ لِرَبِّهِ عَرَّفَ رَبَّهُ

Barangsiapa mengenal dirinya, maka sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”
Alangkah tidak bersyukurnya kita apabila mempunyai potensi untuk berprestasi dalam kebaikan tapi tidak menjaga atau memanfaatkannya, tak akan ada barokah apa-apa. Seakan-akan bagai pohon yang tak berbuah.

العلم بلا عمل كالشجار بلا ثمر

Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah

Penting diingat pula, dalam Islam pun dibahas bahwa tolak ukur mendapatkan prestasi dari kelebihan yang kita punya adalah dengan sebuah ikhtiar untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri kita. Karena dalam penilaian yang islami pun disesuaikan dengan hasil kerjanya. Sebuah penghargaan diberikan bukan berdasarkan keturunan tetapi amal atau kerja. Realita ini yang membedakan antara masa praislam dengan masa Islam itu sendiri. Seperti diketahui, penghargaan kepada manusia di zaman Jahiliah berdasarkan keturunan, dan di zaman Islam dengan hasil kerja.

Berprestasi dalam kebaikan tidak hanya akan membahagiakan, tapi inilah aplikasi dari pengabdian sebagai hamba. Hamba yang bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya. Akan pula menjadi hamba yang beruntung karena kedudukan di mata Allah akan semakin tinggi. Hal yang paling penting adalah bahwa dalam berprestasi ada fase-fase yang mendekatkan kita dengan Allah yakni mulai dari Ikhtiar dalam hal usaha lahir, berdoa agar mendapatkan hasil yang terbaik dalam usaha batin, sabar menunggu hasil usaha serta tawakal, serta bersyukur dengan hasil apapun yang telah Allah tetapkan. Maka pantaslah bahwa menguntai prestasi melalui potensi diri adalah jalan mendapatkan rida Allah.

Ingat:
-Burung terbang dengan sayapnya menuju arah tertentu. Sementara, orang berakal, dengan sayap tekadnya, terbang melampaui semua arah-
Jalaluddin Rumi


Novita Indah Pratiwi – Seni tabligh Seniman NU

Tags: ilmusyukur