Melatih dan Menjaga hati

Hati merupakan cerminan dari setiap orang yang memilikinya. Dalam artian apabila mempunyai hati yang baik, maka cerminannya juga terlihat baik. Begitu pun sebaliknya jika mempunyai hati yang buruk, maka buruk juga yang terlihat. Pada saat zaman Nabi Muhammad SAW, penyakit hati bisa dihindari dengan ajaran yang diberikan oleh Rasulullah SAW. Semua orang rasanya tidak bisa lepas dari penyakit hati dan menjadi hal wajar bagi kehidupan manusia. Ditambah lagi, setiap mausia terlahir dengan sifat kekhilafan saat bersosialisasi.

Baca Juga : Salat Tahajud

Perilaku manusia adalah wujud dari penampakan sikap batin manusia itu sendiri. Poros perintahnya dari hati terus ke otak untuk memperagakannya. Oleh karena itu seseorang yang hatinya baik maka akan menjadi baik pula, tetapi sebaliknya ketika hati yang sedang buruk maka akan menjadi buruk pula. Tetapi manusia memeliki hawa nafsu, yang hawa nafsu tersebut sulit sekali dicegah. Oleh karena itu terkadang hati ini menjadi baik dan terkadang juga hati ini menjadi buruk.
Penyakit hati di dalam Islam memiliki banyak jenis, mulai dari ringan sampai berat. Jenis penyakit hati yang berat dalam Islam akan membuat pelaku bisa memiliki dosa besar sampai dosa yang tidak terampuni oleh Allah SWT. Salah satu contoh dari penyakit hati menurut Islam adalah syirik yang termasuk jenis penyakit hati yang besar sebab dosanya tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Penyakit hati lainnya yang timbul adalah sebagai berikut:

  1. Iri hati merupakan sifat yang tidak menyenangi rezeki serta nikmat yang diperoleh orang lain, sehingga membuat seseorang melakukan berbagai cara untuk menandinginya dan menggusurnya. Iri hati ada yang diperbolehkan dalam Islam, yakni iri hati untuk perbuatan baik seperti ingin menjadi pintar supaya bisa berbagi ilmu di kemudian hari atau iri dalam memakai harta untuk jalan yang benar serta iri ketika seseorang berbuat baik dan kita berlomba-lomba untuk berbuat baik pula.
  2. Dengki merupakan sikap yang tidak menyenangi apabila ada seseorang yang memperoleh kebahagiaan sehingga membuat pelaku mencari cara untuk menghilangkan rasa bahagia yang dialami seseorang tersebut. Sifat dengki menjadi sifat yang sangat berbahaya dan tidak ada satu orang pun di dunia yang menyenangi seseorang dengan sikap dengki tersebut, dikarenakan banyak orang terganggu oleh sifat ini.
  3. Hasut merupakan sifat yang selalu melakukan berbagai cara untuk mempengaruhi orang lain supaya marah dengan tujuan untuk memecah belah tali persaudaraan dan akhirnya akan timbul permusuhan serta kebencian antar sesama manusia. Dampak yang terjadi tidak hanya sekarang melainkan untuk ke depannya.
  4. Fitnah merupakan sikap yang dikatakan lebih kejam dari sebuah pembunuhan yakni perbuatan menjelekkan, merusak, menodai, menipu dan juga berbohong pada seseorang untuk menimbulkan permusuhan yang nantinya akan semakin berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa didasari dengan bukti yang kuat. Fitnah tersebut dapat melukai banyak orang terutama bagi seseorang yang difitnah
  5. Berburuk sangka merupakan sikap selalu curiga dan berprasangka pada orang lain yang selalu bertindak buruk tanpa didasari dengan bukti jelas atau kuat. Berburuk sangka ini sangat tidak baik dan menjadikan seseorang yang belum mengetahui keasliannya tetapi sudah menyatakan keburukan kepada orang lain.
  6. Khianat merupakan sikap tak bertanggungjawab atau mangkir dari amanat atau kepercayaan yang diberikan pada orang tersebut. Khianat umumnya dilakukan dengan kebohongan dan obral janji palsu sekaligus menjadi ciri khas dari orang munafik. Seseorang yang melakukan khianat, akan dibenci masyarakat dan banyak orang sekitar dan kemungkinan tidak akan di percaya kembali untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab ke depannya. Khianat ini dapat menimbulkan kerugian yang besar dikarenakan tidak amanatnya seseorang.

Hati yang timbul dari rasa iri hati, dengki, hasut dan lain-lain tersebut dapat membuat kemurkaan Allah SWT. Sehingga perintah menjaga hati itu bermaksud memproteksi diri manusia agar hatinya itu jangan sampai kemasukan sesuatu yang merugikan. Salah satu hal yang dapat merugikan adalah melahirkan perilaku yang tidak baik. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadisnya menyebut: “Ketahuilah di dalam tubuh terdapat sepotong daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh itu, itulah hati”. Hadis ini mengandung pelajaran untuk manusia agar selalu menjaga hatinya supaya tetap baik, sehingga melahirkan perilaku yang baik pula. Jangan sampai malah terjadi sebaliknya. Bagi kita yang beragama tentunya memandang bahwa peringatan tersebut sesungguhnya perintah untuk menjaga kepribadian kita dari berbagai perangkai buruk. Dan dalam pada itu perilaku baik/positif akan secara otomatis mengalir dan melekat pada diri kita. Sehingga penampakannya pun boleh dikatakan positif/ konstruktif dalam realitas kehidupan masyarakat.

Persoalan terpenting adalah dengan cara apa kita menjaga hati tersebut. Terhadap persoalan ini Alquran secara tegas menjawab “hanya dengan zikir”. Sebagaimana firman-Nya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah ingatlah, hanya dengan mengingati Allah lah hati menjadi tentram (QS. Al-Ra’du : 28).
Dengan zikir kepada Allah adalah solusi terbaik dan teramat penting untuk membuat hati menjadi tentram/ damai, mulai dengan membaca tasbih, tahmid dan bertakbir. Yang dimaksud dengan bertasbih adalah mengucapkan “subhanallah”, dan bertahmid adalah mengucapkan “alhamdulillah”, sedangkan bertakbir mengucapkan “Allahu-akbar”. Dengan membaca kalimat-kalimat tersebut sebanyak-banyaknya dapat membuat hati menjadi tentram dan damai.

Baca Juga : Rahasia Doa

Selain zikir kepada Allah, ada solusi lain yang dapat kita lakukan, yaitu dengan cara berwudu. Berwudu bukan hanya ketika hendak salat saja, melainkan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Alangkah lebih baiknya ketika seseorang hamba yang sudah batal wudunya maka hendak berwudu kembali dan terus seperti itu. Dengan berwudu tersebut dapat membuat hati terasa nyaman dan damai.

Solusi selanjutnya adalah dengan cara salat. Salat yang kita ketahui adalah tiangnya agama, terkhusus salat 5 waktu yang wajib kita lakukan dan tidak boleh kita tinggalkan. Namun hal demikian salat merupakan ibadah yang wajib dan ada pula ibadah yang sunah seperti salat qobliyah ba’diyah, salat dhuha dan salat-salat yang lainnya. Hampir setiap waktu ada salat sunah yang bisa dikerjakan oleh hamba-Nya. Dengan memperbanyak salat dan berserah diri kepada Allah SWT maka hati bisa menjadi tentram dan damai.

Solusi-solusi tersebut dapat kita lakukan dimanapun dan kapanpun, bukan hanya ketika seseorang yang hatinya buruk saja namun ketika seseorang yang hatinya baik pula kita bisa kerjakan. Karena Allah satu-satunya yang bisa membolak-balikkan hati seorang hambanya.

Begitu pentingnya menjaga hati, karena dari hati yang tentram, damai dan bersih akan melahirkan perilaku yang saleh secara individual maupun saleh secara sosial. Dan hal-hal seperti inilah yang diinginkan oleh masyarakat agar terciptanya ketentraman kolektif untuk kepentingan bersama pula. Jadi begitu indahnya kita menjaga hati dan karenanya kita harus berhati-hati, jangan sampai hati, sakit hati, apalagi makan hati. Ingat, di balik kebaikan kita ada kepentingan bersama, yaitu terciptanya lingkungan sehat dan negeri yang damai (dar al salam). Ini semua bisa tejadi dan pasti terjadi kalau kita semua menjaga hati.


Fadhel Moubharok – IPNU Sukoharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!