Categories: FolkorMakam

Mbah Sholeh Ampel

Share

Masjid Sunan Ampel tak asing lagi bagi warga muslim Indonesia, khususnya Surabaya. Masjid peninggalan Sunan Ampel itu jadi salah satu pusat penyebaran Islam kala itu. Karena sudah dibangun pada zaman Sunan Ampel, tak heran jika masjid ini diposisikan sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia.

Banyak cerita unik yang melekat pada masjid ini. Mulai dari kisah Mbah Bolong yang dapat melihat kakbah dari lubang di mihrab masjid yang dibuat dengan jari telunjuknya, hingga kisah Mbah Sholeh, tukang sapu masjid yang meninggal sembilan kali.

Dikisahkan, Mbah Sholeh merupakan salah satu santri Sunan Ampel yang taat, rajin dan setia. Sifat rajinnya ditunjukkan dengan selalu menjaga kebersihan masjid Sunan Ampel yang menambah kenyamanan dan ibadah pengunjung. Hingga beliau menjadi tukang sapu masjid Sunan Ampel.

Mbah Sholeh dikenal sebagai sosok yang biasa menjaga kebersihan. Ketika Mbah Sholeh meninggal, beliau dimakamkan tepat di sebelah kiri atau sebelah timur masjid induk. Sepeninggal Mbah Sholeh, Sunan Ampel merasa tidak menemukan sosok yang bisa menggantikan rajinnya Mbah Sholeh. Masjid pun tampak kurang bersih dan terlihat kurang terurus.

Karomah Mbah Sholeh Ampel

Ketika itu Sunan Ampel tidak sengaja berkata, “Andai Mbah Sholeh masih hidup, pasti masjid ini kembali bersih.” Setelah Sunan Ampel berkata demikian, seketika itu juga muncul sosok Mbah Sholeh melakukan aktivitas membersihkan masjid seperti biasanya. Ketika Mbah Sholeh meninggal lagi, jasadnya dimakamkan di sebelah makam sebelumnya.

Kejadian serupa terus terulang hingga sembilan kali. Setelah kematian ke sembilan, Mbah Sholeh tidak hidup lagi karena saat itu Sunan Ampel Sudah meninggal. Hingga kini, makam Mbah Sholeh berjajar berjumlah Sembilan buah. Makam Beliau yang terletak di sebelah kiri masjid induk dikelilingi pagar anti karang berukuran sekitar 1,2 meter. Makam Mbah Sholeh nampak teduh karena dilindungi pohon hias yang daunnya tumbuh rapi diatas kesembilan makam Beliau. Hingga saat ini, makam Mbah Sholeh ramai dikunjungi oleh peziarah yang berkunjung ke Kawasan Makam Sunan Ampel Surabaya.

Baca Juga : Sunan Bungkul

Ada sebuah kisah terkait keunikan makam Mbah Sholeh. Tepatnya pada tahun 2017, pengurus Masjid Agung Sunan Ampel yang dikordinatori oleh ketua takmir Masjid Agung Sunan Ampel yaitu KH. Muhammmad Azmi (yang merupakan putra dari Takmir sebelumnya yaitu KH. Nawawi Muhammad) mengadakan pembenahan terhadap beberapa titik untuk mempermudah peziarah atau jamaah agar lebih nyaman saat berziarah dan beribadah.

Salah satu titik yang dibenahi adalah atap makam Mbah Sholeh, akan tetapi seringkali muncul kejadian ganjil ketika pemasangan atap makam (9 makam orang sholeh tersebut) selesai, pasti atapnya jatuh, dan peristiwa itu pun terulang sampai 3 kali, seakan-akan merupakan isyarat bahwa yang dimakamkan (para Mbah yang Sholeh) tidak menginginkannya. Kisah ini juga menegaskan bahwa para sholihin (orang-orang sholeh) meskipun meninggal secara jasad, fisiknya, namun masih hidup secara spiritual.

*Jika ingin berziarah ke makam Mbah Sholeh bisa menghubungi koordinator Seniman NU Regional Jawa Timur


Rina Nur Cahyani – Seni tablig Seniman NU