Categories: SimponiWarganet

Mari Bersyukur: Kenikmatan Menjadi Umat Muslim

Share

Manusia itu tidak dapat hidup sendirian, maka manusia akan mengalami evolusi setelah sendirian berindividu akhirnya berkeluarga. Setelah berkeluarga akan membentuk masyarakat. Masyarakat akan bergabung menjadi sebuah bangsa. Bangsa akan semakin lebih kuat lagi ketika bisa menjadi sebuah negara. Maka evolusi manusia itu menjadi penting.

Ketika kita hidup sebagai individu, hanya memiliki pandangan hidup sebagai individu. Ketika dalam keluarga, kita harus memiliki pandangan hidup sebagai keluarga. Ketika hidup di lingkungan masyarakat, kita harus memiliki pandangan hidup sebagai masyarakat. Ketika kita hidup di lingkungan bangsa, akan semakin luas cakupan pandangan hidup itu. Kekuatan intergratif semakin kuat dan akan lebih kuat lagi jika diformalkan ditataran negara.

Bagaimana kita melihat itu dari spirit agama Islam? Agama Islam mempunyai lima prinsip yang dikenal dengan kemaslahatan, menjaga akal, menjaga agama , menjaga jiwa raga, menjaga kerturunan dan menjaga harta. Dengan bernegara, lima hal ini terjaga. Kita dapat melaksanakan ajaran Islam dengan baik, syariat pernikahan misalnya dicatat sangat rapih, syariat tentang waris bisa diatur sangat rapi administrasnya oleh negara. Misalnya kita berniaga secara syar’i melalui perbankan syari’ah negara menjamin transaksinya berdasarkan syariah. Yang kedua adalah terjaganya jiwa raga. Merupakan bagian sangat penting dalam hidup manusia, dan ini terjaga sangat baik oleh negara dengan adanya layanan publik akan hal itu di bidang kesehatan, baik kesehatan fisik maupun mental.

Baca Juga : Ukhuwah Basyariyah – Ekspresi Cinta dalam Islam

Di bidang pendidikan, apalagi berbicara menjaga akal apa saja yang merusak akal, dilarang oleh negara. Minuman keras (khamr), alkohol, karena merusak akal manusia. Yang keempat adalah menjaga keturunan termasuk dan tidak terbatas pada kesehatan produksi, terjaminnya hak asuh anak dan perlindungan anak. Semua mekanisme di dalam negara ini mengatur dengan sangat baik sampai ada undang undang perlindungan anak. Yang kelima menjaga harta termasuk dan tidak terbatas pada menjaga properti, hak atas kekayaan intelektual ada hak cipta hak merek dan hak paten. Prespektif agama seperti itu maka menjadi sangat penting buat kita mencitai negara yang dapat melindungi pelaksanaannya.

Prinsip kemaslahatan dan negara ini didirikan oleh bangsa indonesia yang beraneka ragam, maka kita harus memiliki wawasan kebangsaan yang baik bahwa kita memandang bangsa dan negara ini sebagai satu kesatuan. Tempat mengaktualisasikan peran kita sebagai pelaku kehidupan. Apakah sebagai seorang tokoh dalam arti seorang individu ataukah sebagai kepala keluarga?! Apakah sebagai tokoh masyarakat, bangsa, semua berada dalam bingkai negara tanah air dan bangsa kita.

Karunia menjadi bagian dari umat Islam dan ditambah bonus umat Islam yang ada di Indonesia. Orang yang tidak memiliki tanah air tidak mempunyai sejarah. Orang yang punya tanah air mempunyai sejarah. Orang punya sejarah pasti punya tanah air dan orang yang tidak punya sejarah, tidak mempunyai masa depan. Fakta dan data sekarang berbicara bahwa ada 13.869 orang pengungsi dan pencari suaka yang tinggal di Indonesia yang mereka datang dari 50 negara. Mereka secara sementara tidak berkewarganegaraan. Tidak terkait dengan suatu negara tertentu minimal secara administratif, maka mereka tidak boleh bekerja mereka hidup dari dana yang ada dari pemerintah Indonesia sebagai anggota PBB.

Jadi mengapa kita harus mencintai tanah air? Satu karena petunjuk rasul seperti itu, yang kedua fakta bahwa manusia akan eksis apabila dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan tanah airnya. Begitu hubungan itu rusak maka nasibnya akan terluntah-luntah. Untungnya Indonesia ini adalah negara mayoritas penduduk muslim yang sangat makmur. Kita sangat santun pada para pengungsi. Bayangkan negara-negara yang sekarang sedang mengalami gejala negara gagal yang sedang berkecamuk perang tiap hari. Orang tidak bisa salat dengan tenang, tidak bisa bekerja, anak-anak tidak bisa sekolah, tidak bisa minum air bersih, rumah-rumah hancur, masjid-masjid runtuh, tidak ada pasar, kebutuhan tidak terpenuhi karena tanah air mereka rusak, tidak dirawat bahkan mereka injak-injak sebagai arena untuk melangsungkan pertikaian antara mereka.

Baca Juga : Dosakah Menjadi Indonesia

Maka kita akan mencapai cita-cita kita dengan sangat baik apabila kita memiliki hubungan yang sangat baik dengan tanah air kita. Sebagai pemuda pasti akan bercita-cita menjadi walikota, menjadi bupati, menjadi gubernur, menjadi panglima, menjadi kapolres, menjadi jaksa, menjadi hakim. Tidak mungkin itu semua tercapai jika kita tidak mempunyai tanah air. Tanah air merupakan pendukung keberadaan kita di dunia ini, dan dunia adalah ladang untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Kalau dunia sudah sangat buruk, kapan kita bisa wakaf?! Kapan kita bisa mendirikan panti asuhan?! Kapan kita bisa membuat lembaga pendidikan yang sangat baik untuk melahirkan generasi penerus pemimpin masyarakat?! Pemimpin bangsa dan negara?!

Tentang hal yang penting untuk kita melestarikan cara hidup sebagai bangsa Indonesia. Yang kedua adalah belajar yang rajin bagi para pelajar para mahasiswa dan terus-menerus belajar menyiapkan generasi penerus yang bermutu, karena tantangan ke depan lebih berat. Membiasakan diri untuk bertindak benar, adil, luhur dan rukun. Empat hal itu penting. Taat kepada hukum dan aturan-aturan negara bagian dari wujud cinta tanah air melestarikan lingkungan hidup, menjaga kedaulatan negara, termasuk kedaulatan air dan pangan jadi sangat penting agar generasi penerus nanti tidak menggugat kita, bekerja keras membangun kemakmuran, mencintai produk dalam negeri dan menghidupkan tradisi inovatif agar menjadi bangsa yang berkeunggulan.


Fadhel Moubharok – IPNU Sukoharjo