Ki Ageng Henis

Kiai Ageng Henis adalah putera Ki Ageng Selo yang merupakan keturunan langsung Prabu Brawijaya V (raja terakhir Majapahit). Menurut babad tanah Jawa, Ki Ageng Selo menikah dengan Nyai Bicak (putri dari Ki Ageng Ngerang). Kemudian dianugerahi 7 anak yang salah satunya adalah Kiai Ageng Henis (bungsu).

Makam Ki Ageng Henis berada di Laweyan, Surakarta. Laweyan sendiri merupakan sebuah daerah industri kreatif batik khas Solo. Berada dalam kompleks Pajang, Ki Ageng Henis merupakan beberapa deret dari makam-makam keraton Pajang di Kartasura. Kalau dari barat (Kartasura – Solo), makam Ki Ageng Henis berada di sebelah kanan jalan raya. Masuk sekitar 500 meter sebuah perkampungan di Laweyan. Lebih mudahnya adalah bertanya letak masjid agung Laweyan atau bertanya letak makam Ki Gede Solo.

Letak makam persis berada di samping masjid Laweyan. Berjajar sungai Jenes. Menurut juru kunci makam, masjid Lawayan berdiri sebelum masjid Agung Surakarta. Sebelum memasuki makam, peziarah disambut gapura dan di sampingnya ada papan bertuliskan Pasareyan Dalem Kyai Ageng Henis Laweyan. Setelah memasuki kompleks makam akan ditemukan rumah juru kunci yang akan mengantar peziarah ke makam Ki Ageng Henis. Di dalam komplek makam ada sebuah pendopo khas Jawa untuk istirahat para pesiarah.

Makam Ki Ageng Henis terletak di bawah pohon Nogosari yang konon katanya sudah berusia lebih dari 500 tahun, diapit oleh dua makam lainnya, yakni Nyai Ageng Pati (kiri) dan Nyai Ageng Pandanaran (kanan). Nyai Ageng Pandaran (Nyai Ageng Rakitan), isteri pertama Ki Ageng Pandanaran (Sunan Tembayat). Sedangkan Nyai Ageng Pati adalah isteri dari Ki Penjawi. Kubur putih di sebelah kanan adalah Makam GPH Prabuwinoto, putera bungsu PB IX. Ki Ageng Pemanahan, Ki Juru Martani dan Ki Penjawi berperan penting dalam meneguhkan kekuasaan Sultan Hadiwijaya di Pajang, dan kemudian membuka jalan bagi berdirinya Mataram. Ki Panjawi adalah keturunan ke-5 dari Bhre Kertabhumi.

Baca Juga : Mas Alwi bin Abdul Aziz

Kiai Ageng Henis memiliki dua putera, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Karatongan. Pemanahan menikah dengan sepupunya bernama Nyai Sabinah (adik Ki Juru Martani) dan mempunyai 26 putra-putri. Sulungnya bernama Adipati Manduranegara, dan putera kedua adalah Sutawijaya yang kemudian menjadi Raja Mataram pertama bergelar Panembahan Senopati. Panembahan Senopati menikahi 3 istri yang melahirkan 14 anak, yaitu Ratu Pambayun, Pangeran Ronggo Samudra (Adipati Pati), Pangeran Puger (Adipati Demak), Pangeran Teposono, Pangeran Purbaya, Pangeran Rio Manggala, Pangeran Adipati Jayaraga, Panembahan Seda ing Krapyak (Sultan Mataram ke 2, 1601-1613), Gusti Raden Ayu Demang Tanpa Nangkil, Gusti Raden Ayu Wiramantri, Pangeran Adipati Pringgoloyo I (Bupati Madiun, 1595-1601), Pangeran Djuminah (Bupati Madiun, 1601-1613), Pangeran Adipati Martoloyo (Bupati Madiun 1613-1645), dan Pangeran Tanpa Nangkil.

Sebenarnya Ki Ageng Henis masih terbilang leluhur dari pihak ayah. Silsilah yang dibuat ayah saat masih sebagai pegawai menengah Kantor Asisten Wedana Gebang pada 1946, menjadikan ayah adalah keturunan ke-12 dari Ki Ageng Henis, melalui Ki Ageng Pemanahan -> Panembahan Senapati -> Panembahan Seda ing Krapyak -> Pangeran Bumidirja -> Kyai Bekel (Lurah Lundong Kebumen) -> Kyai Ragil -> Kyai Anggajoedo (Demang Kutowinagun Kebumen) -> RT Aroeng Binang I (Kentol Soerawidjaja) -> RB Wangsadikrama (Penewu Surakarta) -> RB Soemodiwirjo -> R. Hoedawikarta (Penatus Masaran). Tak jelas apakah faktor keturunan itu, selain pendidikannya, yang membuat ayah yang lahir di Masaran pada tahun 1910 itu kemudian menjadi Asisten Wedana (Camat) di Pagentan, Asisten Wedana di Purwonegoro, Asisten Wedana di Klampok, dan terakhir sebagai Wedana di Jatinom Klaten sebelum pensiun pada 1967 yang membuat kami semua pindah ke Purwokerto. (aroengbinang.com)

Ki Ageng Henis merupakan satu dari banyak ulama luhur di kota Solo. Sejarah kota Solo sangat erat dengan kerajaan pajang hingga kraton kasunanan dan mangkunegaran saat ini.

* Jika ingin berziarah ke makam Ki Ageng Henis bisa menghubungi koordinator Seniman NU Jawa Tengah atau Sub Koordinator Solo Raya


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!