Imam Malik bin Annas #1

Memiliki nama lengkap Abu Abdullah Malik Ibn Anas Ibn Malik Ibn Abi Amir Ibn Amir bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al-Asbahi al-Humairi atau lebih dikenal sebagai Imam Malik maupun Imam Malik bin Annas adalah imam kedua dari imam empat madzhab dalam segi usia. Beliau lahir pada tahun 93H di Madinah pada masa Bani Umayyah tepat pada pemerintahan Al- walid Abdul Malik ( setelah Umar ibn Abdul Aziz) dan meninggal pada zaman Bani Abbas, tepatnya pada zaman pemerintahan Al-Rasyud (179 H) atau 13 tahun setelah kelahiran Imam Abu Hanifah. Ayah Imam Malik adalah Anas Ibn Malik Ibn Abi Amir Ibn Abi Al-Haris Ibn Sa’ad Ibn Auf Ibn Ady Ibn Malik Ibn Jazid. Ibunya bernama Siti Aliyah binti Syuraik Ibn Abdul Rahman Ibn Syuraik Al-Azdiyah. Ada riwayat yang mengatakan bahwa Imam Malik berada dalam kandungan ibunya selama 2 tahun ada pula yang mengatakan sampai 3 tahun.

Setelah orang tuanya meninggal, beliau harus meneruskan warisan ayahnya berupa biaya dagang sebesar 400 dinar. Namun karena perhatian beliau selalu tercurahkan untuk menuntut dan memahami ilmu, usaha dagangnya pun mengalami kebangkrutan dan kehidupan keluarga semakin menderita. Beliau terkenal orang yang sabar dalam menuntut ilmu. Hal ini karena keadaan ekonomi beliau yang memang sangat memprihatinkan. Bahkan pernah suatu ketika beliau memotong kayu atap rumah dan menjualnya untuk biaya makan. Setelah Imam Malik tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidupnya, beliau lalu meminta kepada penguasa saat itu untuk membiayai orang yang hidupnya digunakan untuk menuntut ilmu, namun tak ada satupun penguasa yang memperhatikan pendapat beliau. Memang pada saat itu dinasti Umayyah sedang sibuk memperkokoh kekuasaan.

Baca Juga: Imam Ghazali : Sang Ihya Ulumuddin

Imam Malik terdidik di Madinah pada masa khalifah Sulaiman ibnu Abdul Malik dari dinasti Umayyah. Pada saat itu pelajaran yang diterima beliau adalah Alquran dan beliau sudah hafal di luar kepala. Selain itu, beliau juga mempelajari ilmu hadis sehingga mendapat julukan ahli hadis. Saat menuntut ilmu, Imam Malik mempunyai banyak guru. Dalam kitab “Tahdzibul Asma wa Lughat” dikatakan bahwa Imam Malik pernah belajar kepada 900 syaikh, 300 di antaranya dari golongan tabi’in dan 600 lagi dari golongan tabi’it tabi’in. Guru-guru Imam Malik adalah orang-orang yang dia pilih, dan pilihan imam didasarkan kepada ketaatannya beragama, ilmu fikihnya, cara meriwayatkan hadis, syarat-syarat meriwayatkan dan mereka adalah orang-orang yang bisa dipercaya.

Imam Malik mempunyai banyak sekali murid yang terdiri dari para ulama. Qodhi Ilyad menyebutkan bahwa lebih dari 1000 orang ulama terkenal yang menjadi murid Imam Malik, di antaranya: Muhammad bin Nuskim al-Auhri, Rabi’ah bin Abdurrahman, Yahya bin zsaid al-Anshori, Muhammad bin Ajlal, Salim bin Abi Umayah, Muhammad bin Abdurrahman bin Abi Ziab, Abdul Malik bin Juraih, Muhammad bin Ishaq dan Muhammad bin Idris as Syafii. Di antara karya Imam Malik adalah kitab Al-Muwatha’ yang ditulis pada tahun 144 H atas anjuran kholifah Ja’far Al-Mansyur. Menurut peneliti Abu Bakar Al-Abhary atsar Rosulullah SAW, para sahabat dan tabi’in yang tercamtum dalam kitab al-Muwatha’ sejumlah 1.720 orang.

Kitab al-Muwatha’ mengandung dua aspek yaitu aspek hadis dan aspek fikih. Adanya aspek hadis karena al- Muwatha’ banyak mengandung hadis yang berasal dari Rasulullah SAW atau dari sahabat atau tabi’in. Hadis itu diperoleh dari 95 orang yang semuanya dari penduduk Madinah, kecuali 6 orang di antaranya: Abu Al-zubair (Makkah), Humaid al-Ta’wil dan Ayyub Al-Sahtiyang (basrah), Atha’ bin Abdullah (khurasan), Abdul Karim (jazirah), Ibrahim ibn Abi Abiah (syam). Sedangkan yang dimaksud aspek fikih adalah karena kitab al-Muwatha’ disusun berdasarkan sistematika dengan bab-bab pembahasan layaknya kitab fikih. Ada bab thaharah, salat, zakat, nikah, dan lain-lain. Kitab lain karangan Imam Malik adalah kitab mudawwanah al-Kubro yang merupakan kumpulan risalah yang memuat kurang lebih 1.036 masalah dari fatwa Imam Malik yang dikumpulkan oleh As’ad bn al-furaid Al-Naisabury yang berasal dari tunis yang pernah menjadi murid Imam Malik. wafat pada hari ahad 10 Rabi’ul Awal 179 H/ 798 M di Madinah. Imam Malik wafat pada masa pemerintahan Abbasiyah di bawah kekuasaaan Harun Ar-Rasyid.


Yogi Tri Sumarno Seni tablig Seniman NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!