Kiai Minhajdul Abidin

Kiai Minhajdul Abidin atau yang biasa disebut mbah Hasan Minhaj merupakan salah satu ulama di kota Solo, tepatnya di daerah kampung Gabudan. Untuk menuju ke makam bisa diakses melalui jalan utama di Pasar Kliwon, Solo. Lokasinya cukup dekat dengan keraton kasunanan. 500 meter ke selatan dari Alkid (Alun-Alun Kidul) Surakarta.

Kompleks makam ulama yang meninggal hampir 250 tahun yang lalu ini layaknya pemakaman umum. Meskipun kata sang juru kunci masih banyak makam wali di sekitar makam mbah Hasan Minhaj. Untuk menuju makam, peziarah harus menemui juru kunci di perkampungan sekitar makam, karena makam Kiai Minhajdul Abidin selalu dikunci. Sebelum berziarah pun harus berwudu (bersuci) terlebih dahulu. Wanita yang sedang haid dilarang masuk area makam Mbah Hasan Minhaj.

“Biasanya ramai itu kalau malam Jumat setelah Maghrib”, kata juru kunci makam saat kami tanya jadwal para peziarah datang.

Kiai Minhajdul Abidin berasal dari keluarga Sunan Ampel, Surabaya. Beliau menikaha dengan Nyai Minhajdul Abidin dari Pabelan, Kedu, Jawa Tengah. Mereka dikaruniai dua putra yang bernama KH. Hasan dan KH. Umar. Dalam cerita masyarakat di kota Solo, beliau dikenal sebagai guru spiritual (ngaji) Paku Buwono keempat (PB IV) Raja Surakarta. Kemudian beliau dijadikan ulama Keraton Surakarta dan diberikan tanah di kampung Budan (sekarang bernama Gabudan), selatan keraton Surakarta.

Selain itu karena jasanya, Raja Keraton Solo juga membuatkan Masjid dan juga pondok pesantren untuk santri-santrinya. Kiai Minhajdul Abidin dikenal sebagai ulama yang bisa memberikan petrolongan bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Beliau juga turut berjuan melawan penjajah yang hendak mengusai daerahnya, terutama kota Solo.

Di papan pengumuman yang tertempel di depan makam, dihimbau kepada seluruh peziarah untuk tidak meminta apapun kepada Kiai Minhajdul Abidin, namun berdoalah dan mintalah kepada Allah Swt.

Di dalam area makam mbah Minhajdul Abidin terdapat juga makam keluarga beliau seperti Nyai Minhajdul Abidin, Kiai Haji Hasan, Nyai Haji Hasan, dan Kiai Muhammad Hasan. Kemudian di pelataran ada makam Bapak Abdullah Wasil, Ibu Abdullah Wasil, Kiai Haji Umar, Nyai Haji Umar, Nyai Hasan Anom, dan Kiai Khotib Sen.

* Jika ingin berziarah ke Makam mbah Kiai Minhajdul Abidin bisa menghubungi koordinator Seniman NU Jawa Tengah atau sub Solo Raya


(Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!