Categories: FolkorMakam

KH. M. Munawwir Krapyak

Share

Makam KH. M. Munawwir Krapyak terletak di Dongkelan, Kauman, Bantul Yogyakarta.  Makam ini berlokasi tepat di samping Masjid Patok Negara Dongkelan. Masjid Patok Negara sendiri adalah masjid yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan menunjuk seorang penghulu sebagai pembimbing masyarakat sekitar. Mbah Kiai Syihabuddin adalah penghulu pertama yang ditunjuk oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I menjadi penghulu di wilayah sekitar Dongkelan. Masjid Patok Negara sendiri berjumlah lima yaitu di Mlangi, Babadan, Dongkelan, Wonokromo, dan Plosokuning.

Letaknya yang berjarak 2 km dari pondok sendiri banyak menimbulkan pertanyaan, Mengapa tidak dibuatkan makam dekat saja dengan pondok sehingga memudahkan santri untuk berziarah langsung?! Salah satu dari pengurus makam dan masjid Dongkelan tersebut mengatakan bahwa Mbah Munawwir sendiri yang menginginkan dimakamkan di situ. Alasannya karena ingin nderek mulyo Mbah Kiai Syihabuddin. Selain Makam KH Munawwir, juga terdapat makam anak-anak beliau yaitu KH M.Warsun Munawwir, KH Dalhar Munawwir, dan Nyai Jauharoh Munawwir.

Biografi Mbah Munawwir

KH. M. Munawwir Krapyak adalah dari putra dari KH Abdullah Rosyad bin KH Hasan Bashari. Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Krapyak yang masyhur sampai saat ini. Kakek beliau KH Hasan Basri adalah salah seorang ajudan Pangeran Dipenogoro. Beliau memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalkan Alquran. Sayangnya, beliau tidak berhasil menghafalkan Alquran. Suatu hari beliau setelah beliau riyadhah dan bermujahadah, suatu saat Allah Swt. mengilhamkan bahwa yang dicita-citakan baru akan dikabulkan kepada keturunannya. Terbukti putra dan cucunya adalah penjaga Alquran di tanah Jawa.

Beliau memiliki 5 orang istri. Untuk istri yanh kelima, dinikahi setelah wafatnya istri pertama:
1. Nyai R.A. Mursyidah (Kraton Yogyakarta)
2. Nyai Hj. Sukis (Wates Yogyakarta)
3. Nyai Salimah (Wonokromo Yogyakarta)
4. Nyai Rumiyah (Jombang – Jawa Timur)
5. Nyai Khadijah (Kanggotan – Yogyakarta

KH. M. Munawwir Krapyak dari pernikahannya dengan kelima istrinya memiliki 34 anak, yaitu :

  1. Dari Ny. R.A. Mursyidah menurunkan putera-puteri :
  • Abdullah Siraj
  • Khodijah
  • Ummatullah
  • KH R. Abdullah Affandi
  • R Abdul Qodir
  1. Dari Ny. Hj. Khodijah (Suistiyah) menurunkan putra-putri:
  • Muhammad
  • Badruddin
  • Jazilah
  • Hj, Hasyimah
  • KH Zaini Munawri
  • Badawi
  • Jamalah
  • Hani’ah
  • Zainal Abidin Munawwir
  • Ahmad Warson Munawwir
  • Fatimah

Baca Juga: Syekh Bela-Belu

  1. Dari Ny. Salimah menurunkan putra-putri :
  • Hj Hindun
  • Zulaika
  • Badi’ah
  • Washil
  • Ja’far
  • H. Dalhar Munawwir
  • Jauharoh
  • Hidayatullah
  1. Dari Ny. Rumiyah menurunkan :
  • Juhannah
  • Zainab
  • Zainuddin
  • Badriyah
  1. Dari Ny. Khodijah menurunkan :
  • Juwariyyah
  • Dzuriyyah
  • Hj. Walidah
  • H. Ahmad Munawwir
  • Hj. Zuhriyyah

Sanad Ilmu Mbah Munawwir Krapyak

KH. M. Munawwir Krapyak ahli dalam qira’ah sab’ah (7 bacaan al-Quran). Salah satunya qira’ah Imam ‘Ashim riwayat dari Imam Hafsh. Berikut inimerupakanSanad Qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Hafsh KH. M. Munawwir sampai kepada Nabi Muhammad Saw. yaitu dari:

1) Syekh Abdulkarim bin Umar al-Badri ad-Dimyathi, dari
2) Syekh Isma’il, dari
3) Syekh Ahmad ar-Rasyidi, dari
4) Syekh Mushthafa bin Abdurrahman al-Azmiri, dari
5) Syekh Hijaziy, dari
6) Syekh Ali bin Sulaiman al-Manshuriy, dari
7) Syekh Sulthan al-Muzahiy, dari
8) Syekh Saifuddin bin ‘Athaillah al-Fadhaliy, dari
9) Syekh Tahazah al-Yamani, dari
10) Syekh Namruddin ath-Thablawiy, dari
11) Syekh Zakariyya al-Anshari, dari
12) Syekh Ahmad al-Asyuthi, dari
13) Syekh Muhammad ibn al-Jazariy, dari
14) Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Khaliq al-Mishri asy-Syafi’i, dari
15) Al-Imam Abi al-Hasan bin asy-Syuja’ bin Salim bin Ali bin Musa al-‘Abbasi al-Mishri, dari
16) Al-Imam Abi Qasim asy-Syathibi, dari
17) Al-Imam Abi al-Hasan bin Huzail, dari
18) Ibnu Dawud Sulaiman bin Najjah, dari
19) Al-Hafidz Abi ‘Amr ad-Daniy, dari
20) Abi al-Hasan ath-Thahir, dari
21) Syekh Abi al-‘Abbas al-Asynawiy, dari
22) ‘Ubaid ibnu ash-Shabbagh, dari
23) Al-Imam Hafsh, dari
24) Al-Imam ‘Ashim, dari
25) Abdurrahman as-Salma, dari
26) Sadatina Utsman bin ‘Affan, ‘Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, ‘Ali bin Abi Thalib, dari
27) Rasulullah Muhammad Saw. dari
28) Robbul ‘Alamin Allah Swt. dengan perantaraan Malaikat Jibril As.

Beliau menekuni Alquran dengan riyadah, yaitu melaksanakan sekali khatam dalam 7 hari 7 malam selama 3 tahun. Kemudian sekali khatam dalam 3 hari 3 malam selama 3 tahun, Kemudian sekali khatam dalam sehari semalam selama 3 tahun lamanya. Terakhir adalah riyadhah dengan membaca Alquran selama 40 hari tanpa berhenti hingga mulut beliau berdarah karenanya.

Segala usaha beliau untuk menjadi penghafal Alquran dan ilmu yang lain terbukti dengan besarnya Pesantren Krapyak saat ini. Tidak hanya menyediakan pendidikan non formal, tapi juga sekolah formal seperti SMK dan MI.

*Jika ingin berziarah ke makam KH. M. Munawwir Krapyak bisa menghubungi koordinator Seniman NU Yogyakarta


Salwa Fathoni – Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak