Ikon dan Kesenian Budaya Menjadi Alat Memungut Harta di Jalanan

Indonesia menjadi negera yang makmur, memiliki beragam budaya yang bermacam warna. dalam kesenian musikalisasi dengan kekhasan di setiap daerah membuat Indonesia menjadi pembeda. Ribuan pulau mengelilingi Nusantara terdapat di dalamnya adat-istiadat dalam berbudaya, warisan leluhur masih banyak yang tetap menjaga, agar budaya tak lekang dari Indonesia.

Sudah semestinya kesenian budaya di Indonesia digunakan dengan bermartabat, agar tidak merusak citra bangsa, begitu juga dengan ikonnya. Dari tanah Jawa, Batavia hingga Sumatera harus tetap menjaga dan melestarikan budaya bangsa pada tempatnya, seperti dari tanah Jawa dengan Tari Jawa, Reog, dan juga yang lainnya. Kemudian dari tanah Batavia (Betawi) Ondel-ondel dan yang lainnya. Juga dari seluruh daerah di Indonesia.

Sudah banyak disaksikan bahwa kesenian budaya telah banyak salah digunakan dalam berkesenian budaya dan ini dalam pandangan publik tentunya. Yang mana kesenian budaya ini sudah banyak disalahgunakan menjadi alat mengamen atau mencari uang dipinggir jalan hingga ke rumah-rumah warga. Meski dengan niatan baik bagi mereka para pelakunya. Dengan tujuan untuk mencari nafkah, dan mungkin juga ada beberapa orang yang memang sengaja dengan niat dan tujuan memperkanalkan kembali salah satu kesenian budaya bangsa. Tetapi itu hanya beberapa orang saja pastinya dari mereka yang memiliki niat dan tujuan itu, sedangkan selebihnya sengaja mengamen.

Dalam hal ini tentu terdapat dalam dua pandangan, yakni positif dan negatif. Opini publik yang menyaksikan hal tersebut adalah merupakan hal yang biasa-biasa saja, karena ini merupakan cara mereka untuk mendapatkan makan, dan ini terjadi dalam opini kalangan bawah atau mereka yang kurang perduli dengan budaya yang dimiliki bangsanya sendiri. Namun jika mereka para pemerhati budaya bangsa melihat ini, akan memiliki pandangan yang berbeda pula, dengan rasa lirih, ini adalah merupakan penurunan martabat bangsa dan banyak hal yang menyangkut citra positif Indonesia. Di lain hal itu pula mereka memiliki pandangan yang sama dengan pandagan masyarakat umumnya, mereka melakukan ini untuk mencari makan, karena mencari pekerjaan sudah kian sulit. Maka tak ayal ada yang mewajarkan ada pula yang mengkiritisi, meski kesenian budaya bangsa sendiri sudah sangat kritis karena sudah jarang yang mengenal dan mengetahui budaya bangsanya sendiri.

Namun kebiasaan ini bukanlah merupakan kebiasaan yang baik. Jika terus dilakukan terus menerus tanpa adanya yang menghentikan dan mengarahkan, akan menjadi sebuah dilema bangsa. Sudah pasti pemerintah sendiri yang memiliki kewajiban ini untuk menghentikan dan mencarikan solusi, agar mereka tidak meneruskannya dan menggantinya dengan mencarikan pekerjaan yang layak dan baik agar mereka masih bisa makan dan tersenyum. Bisa dengan memanajemen mereka untuk menampilkan kesenian budaya dari panggung ke panggung, dari festival ke festival atau dari maal ke maal dan banyak lagi cara lainnya. Agar ini juga tidak menjadi kesenjangan bagi mereka para pelaku kesenian budaya di Indonesia.

Semua bermula dengan adanya kesenjangan sosial terhadap para pelaku kesenian budaya, sudah jarangnya minat warga untuk menikmati kesenian budaya. Sedangkan memungut uang receh di pinggir kota menjadi cara jitu untuk mendapatkan biaya, agar dapur mereka tetap mengebul dan tetap dapat menikmati makan di rumahnya.

Budaya adalah merupakan sesuatu yang sakral, yang dalam literatur sejarahnya merupakan warisan bangsa yang harus dijaga kelestariannya. Dulu kesenian budaya hanya digunakan dalam acara-acara tertentu, yang merupakan simbol adat-istiadat di Nusantara. Misalnya Ondel-ondel yang menjadi ikon budaya betawi dulu diciptakan untuk mengusir roh-roh jahat, yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah kesenian hiburan masyarakat. Semuanya pasti memiliki peradaban sejarah dalam sebuah budaya yang diciptakan dan dikembangkan menjadi kesenian budaya yang luhur. Namun sayangnya kini keluhuran itu perlahan mulai luntur, yang berakibat dapat merusak citra bangsa.

Baca Juga: 2019 Tahun Seni

Dalam peradabannya, awal mula budaya diciptakan tidak berbeda jauh dengan tujuan diciptakannya Ondel-ondel dalam budaya betawi, meski memiliki nilai mistis dalam tujuan awal mula diciptakannya, dengan seiring perkembangan zaman budaya kemudian dikembangkan menjadi sebuah kesenian yang menyenangkan dan tidak lagi sesuatu yang menakutkan. Seperti juga tari Reog Ponorogo dari tanah Jawa Timur, ada juga kesenian dari Papua, Bali dan seluruh kesenian-kesenian budaya di negeri Indonesia. Menjadi beragamnya kesenian-kesenian budaya di Indonesia.

Budaya adalah sebuah ikon bangsa, jika tidak tepat dalam menggunakannya maka akan dapat menjatuhkan harkat dan martabat bangsa itu sendiri. Selain dari kearifan lokalnya, budaya juga merupakan hal yang ekslusif untuk dijaga kehormatannya, agar suatu negara tidak jatuh kehormatannya dengan salah kaprahnya penggunaan kesenian budaya di dalam sebuah negara.

Menjaga budaya itu sangat diperlukan adanya, baik berupa kesenian budaya itu sendiri yang menjadi perhatian utama dalam hal ini. Yaitu dengan cara yang baik dan benar serta tepat penanganannya. Agar tidak menjadi momok yang mempermalukan bangsa, karena dianggap tidak becus dalam menjaga warisan budaya. Yang pastinya budaya adalah sebuah ikon bangsa, dan patut kita jaga bersama.


Kholili Ibrohim – Seniman NU Regional Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!