Hancurlah Kau NU!

Jamiyyah bidah dan sesat terbesar di Nusantara bahkan dunia yang melakukan semua macam amalan yang tak berdalil, katanya. Organisasi terbesar yang melakukan tasyabbuh terbanyak, katanya. Mulai dari jamuan makanan seperti Nasrani. Peringatan orang meninggal seperti Hindu, katanya. Jamiyyah yang membawa nama Islam, namun selalu anti-Arab, katanya. Bahkan hingga Jam’iyyah yang mengajari untuk musyrik dengan datang ke kuburan. Namun sekali lagi, itupun juga katanya. Oleh karena itu, banyak sekali yang selalu melontarkan entah itu pernyataan, doa, atau apapun itu yang intinya adalah, “Hancurlah kau NU !”, “Kalian terlaknat !” dan lain sebagainya.

Namun, kenapa ia tak segera hancur dikarenakan pernyataan itu?

Bukannya Tuhan jelas akan menghancurkan kemaksiatan? Apalagi ini pusatnya, kenapa tidak hancur-hancur? Memang pertanyaan keheranan semacam itu selalu mengiringi pernyataan-pernyataan tadi.

Semakin hari jawabannya ternyata semakin jelas. Semua amalan yang dilakukan itu bidah, lho itu kan cuma katanya. Apakah ada bukti? Ternyata kok tidak. Justru ketika ada debat ilmiah dan adu dalil justru NU-lah jawaranya. Lha kemarin, saya tanya sama salah seorang temen saya, kok dia ndak bisa menjawab ? Lha yo sampeyan yang aneh, sama-sama awam ya mana tau. Para ustaz dan kiai bisa paham dan hafal dalil karena sudah mondok dan levelnya sudah veteran. Tanyakanlah kepada mereka yang ber-ilmu. Itu pun jikalau niat sampeyan pengen tau kebenaran, bukan melulu mencari kemenangan. Tasyabbuh dengan umat Nasrani karena sedekah makanan, apakah yang boleh sedekah makanan hanya orang Nasrani saja ? Peringatan orang meninggal (baca: Tahlil) macam Hindu ? Wow, hebat sekali mereka, berkumpul lantas membaca tahlil, berarti sudah jadi Islam dong ?

Katanya anti Arab tapi kok setelah cek toko sebelah, eh maksudnya pondok pelajarannya juga ada bahkan sak ndabreg bahasa Arab. Ini lagi, ngakunya men-tauhid-kan Allah tapi ngajari untuk musyrik di kuburan.

Jikalau seperti ini, berarti ajarannya yang ngomong hebat sekali, karena diajari cara membaca niat dari amalan orang lain. Bahkan, sebelum disuguhkan dasar dan dalil yang super duper banyak. Di logika saja sudah ada yang ganjil. Bagaimana mungkin, organisasi para pengajar keilmuan Islam, bercirikan Islam, berlandaskan Islam, diakui oleh para Ulama Islam dunia, bahkan hampir semua berbasis syariah, malah disesatkan, sedangkan produk duniawi macam kulkas, kafe, wa shohbihi ajma’in sibuk disyariahkan. Dan semua percaya begitu saja? Aduh, generasi millenial.

Tulisan ini aneh, judulnya menghina NU tapi kok isinya kayak gini. Ya itulah kehidupan, kadang isi dan bungkus berbeda jauh. Makanya, apapun jangan hanya dilihat bungkusnya saja nggih. Apakah ada maksudnya?

Iya dong jelas, mereka yang membenci NU sangat senang membagikan tulisan yang menyudutkan dan menghina NU, ya penulis niatnya setelah mereka liat judul lantas auto membagikannya di media-media sosial. Lha nanti kalau sudah dibaca bagaimana ?

Ya ndak apa apa,kan tulisan dibuat untuk dibaca bukan, Anda tidak perlu menjadi NU untuk bisa tahu, diskusi, dan memahami NU. Cukup tenang, ngopi, dan berpikir jernih, gunakanlah hati nurani. Tahun sudah menunjukkan angka 2018 masehi, bukankah bisa dilihat bagaimana nasib mereka yang koar-koar “Hancurlah NU !”. PKI pernah, Masyumi pernah, bahkan HTI pun pernah, lantas kemana kah mereka sekarang ?

Semakin dipikir maka hanya akan semakin bingung. Ternyata di sini lah cerita nyatanya. Jangan mendoakan buruk kepada orang lain, nanti kalo doanya balik ke yang berdoa gimana? Makanya meskipun dihujat, NU tak pernah balas dengan hujatan, doa saja sudah cukup, doa yang baik tentunya. Ya Allah berikanlah hidayah-Mu. Nah, nanti bagaimana Allah memberi hidayah terserah pada-Nya.

Sebenarnya jawabnya ada di ujung langit macam dragonball. Sebelum mulai membenci sesuatu mestinya dilihat dulu apa dan kenapa, bahkan siapa yang mendirikan NU, jangan asal ikut mereka yang bilang “katanya”, lha 2018 masih mau aja percaya katanya. NU didirikan tidak main-main. Pendirinya bukanlah orang main-main beliau-beliau adalah kiai yang luar biasa hebat ilmunya. Penentuan lambang dan namanya pun tidak main-main, harus istikarah dulu tidak hanya “Siapa yang punya ide, ayo voting“. Bahkan tirakat untuk menjaganya pun juga tidak main-main. Berkat barokah dan doa beliau-beliau lah NU selalu dijaga oleh Allah. Mau tau lengkapnya? ya monggo, silahkan baca.

Tapi tolong bencinya dihilangkan dulu. Nanti jika sudah baca, boleh kok benci lagi. Tapi tolong, bencinya jangan banget-banget ya. Takut kalo nanti akhirnya jadi cinta banget-banget, karena ku yakin Semua akan NU pada Waktunya, kenapa ? Karena Aku NU Padamu!


Yogi Tri Sumarno – Seni tablig Seniman NU

3 tanggapan untuk “Hancurlah Kau NU!

  • Pingback:Kenapa Aku Cinta NU?!

  • 19/02/2019 pada 04:11
    Permalink

    Terimakasih min, saya suka artikelnya hehe. Ringan di baca, bahasanya mudah.
    Tapi maaf, menurut saya, untuk penulisannya, kalau boleh di buat lebih runtut lagi, agar pembaca paham alur dan arah pembicaraan, tidak terlalu luas seperti ini. (jadi terkesan kurang dapat tujuan penulisannya) -ini menurut saya ya min, 🙈 atau memang begitu yang baiknya, saya ndak paham hihi. karena saya juga tidak terlalu tau tentang dunia menulis. 😅

    Balas
    • 19/02/2019 pada 08:18
      Permalink

      Terimakasih kak,
      Tapi di Seniman NU punya ciri sendiri kok tiap penulisnye. hehe

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!