Biasakan Berislam

Jangan jadi umat yang anti-hadits. Kalau dikasih gambar/ petuah/ link tentang hadits ya dipahami, minimal dibaca. Meskipun itu hadits yang menyudutkan amaliyah NU. Buatlah suasana hati menjadi bahagia dengan segala keadaan. Jangan ada benci di antara kita. Misal pun kebencian itu sudah mampet tak tertahankan. Lepaskan kebencian secara layak. Maksudnya jika memutuskan membenci, merasakanlah diri menjadi layak bahwa apa yang dibenci sudah dilakukan secara baik sesuai syariat.

Masih belum paham?

Jika kamu membenci orang yang tidak salat, tegakkanlah dulu salatmu. Jika kamu membenci orang yang tidak berjilbab, jagalah dulu auratmu. Jika kamu membenci orang karena perilaku maksiat, lindungilah dulu matamu dari pandangan kemaksiatan. Jika kamu membenci kebodohan, yakinkanlah pada semua orang bahwa kamu adalah orang pandai. Dan jenis-jenis kebencian lainnya. Jika kamu belum merasa memiliki kebaikan atas semuanya, jangan membenci dulu. Barangkali kamu juga banyak yang membenci. Benci dibalas dengan benci, benci ditambah benci jadi sayang.

Kebiasaan berislam. Banyak orang yang mengatakan bahwa islam itu letaknya di perilaku, bukan kata-kata romantis penuh dalil. Nah, perilaku yang dimaksud itu yang bagaimana? Kan, ustaz sunah tersebut juga berperilaku baik. Salat tepat waktu, sembahyang di masjid, puasa sunah, dan beberapa di antaranya hafal Alquran. Nah, kalau mereka sudah baik, jadi jangan benci mereka. Apalagi kalau belum bisa berperilaku sebaik ustaz-ustaz tersebut.

Semoga tulisan ini menjadi sebuah inspirasi dan introspeksi di antara seluruh umat muslim di dunia dan akhirat. Sehingga kedamaian tercipta dengan prinsip saling menghargai dan tidak mengolok satu sama lain.

Saya punya kisah menarik di awal kuliah. Karena kedangkalan saya dalam berbahasa inggris, saya memutuskan untuk ikut bimbel bahasa Inggris. Pertemuan pertama, sebelum membayar pendaftaran, tentor memberikan sebuah pemaparan tentang cara belajar bahasa Inggris. Kuncinya adalah habit. Segeralah sehabis pulang ke rumah saya cari di kamus Inggris-Indonesia arti dari habit. Dan artinya adalah kebiasaan! Ingin pandai berbahasa Inggris? Biasakan! Ingin pandai bahasa Arab? Biasakan! Ingin lancar baca Alquran? Biasakan! Ingin nikah dini? Biasakan! Eh, lupakan kalimat yang terakhir.

Nah, kebiasaan ini yang menjadikan jelas perilaku keislaman seseorang. Ketika seseorang terbiasa salat, mereka akan merasa gundah dan gelisah jika meninggalkan salat. Ketika seseorang terbiasa memakai jilbab, maka mereka akan sedikit kaku dan tidak nyaman jika keluar membuka aurat. Jika seseorang terbiasa salat tepat waktu, maka dia akan merasa galau jika salat terlambat. Jika seseorang terbiasa salat di masjid, maka mereka akan merana dan bersedih jika harus melewatkannya. Jika seseorang terbiasa merokok setelah makan, maka mereka akan kecut jika harus ngemut tempe goreng setelah makan.

“Sudahkan terbiasa menjadi muslim?”, tanya rumput yang melambai-lambai di depan kos.


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!