Birrul Walidain Ditinjau dari Kacamata Fikih

Orangtua adalah harta paling berharga yang dimiliki oleh setiap anak. Sebab sangat berharga, maka pada setiap insan diwajibkan untuk berbakti kepadanya, sampai ditetapkannya suatu hukum oleh Allah. Hukum berbakti kepada orangtua adalah fardlu ‘ain. Fardlu ‘ain adalah suatu kewajiban yang diperintahkan Allah dengan sangat keras dan jika melanggar neraka sebagi ancamannya. Dengan ditetapkannya hukum berbakti kepada orangtua adalah fardlu ain, maka kewajiban ini wajib dilakukan oleh setiap individu. Bukti bahwa berbakti kepada orangtua hukumya wajib terdapat dalam firman Allah surat Al-Isra’ ayat 23:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Dalam ayat tersebut Allah menggunakan lafaz “وَقَضٰى” yang artinya menetapkan, mewajibkan berbakti kepada orangtua serta wajib untuk menyembah Allah. Digandengnya perintah wajib menyembah Allah dengan perintah berbakti kepada orangtua mengisyaratkan bahwa dalam hal ini perintah wajibnya sangat kuat. Terdapat 3 amal yang tidak diterima Allah kecuali dilakukkannya 3 amal:

  1. Allah tidak akan menerima ketaatan kepada Allah jika tidak dibarengi dengan ketaatan kepada rosul-Nya. Maka dalam hal ini kita harus taat kepada keduanya, tidak salah satu tapi harus dibarengi.
  2. Allah tidak menerima amalan sholat jika tidak melakukan zakat. Zakat yang dimaksud yaitu bagi orang yang sudah wajib zakat (khususnya bagi orang punya harta)
  3. Allah tidak menerima amalan bersyukur jika tidak bisa bersyukur kepada orangtua. Bersyukur artinya berterimakasih atau membalas kebaikan selevel dengan kebaikan yang telah dilakukan. Bersyukur kepada orangtua dapat dilakukan dengan cara membantu pekerjaanya dan selalu menuruti perintahnya.

Baca Juga : Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga

Berikut di antara keutamaan birrul walidain:

  1. Lebih besar pahalanya daripada jidah fisabilillah
  2. Orang yang berbakti kepada orangtuanya, doanya mustajab. Di antara doa yang mustajab adalah: doa orang musafir, doa orangtua dan doa orang yang di dzolimi.

Seringkali yang menjadi pokok bahasan masalah di masyarakat yaitu:

Mengenai apakah berbakti kepada orangtua angkat hukumnya wajib, dalam hal ini berbakti kepada orangtua angkat tidak wajib namun oleh Rosulullah diwajibkan untuk membalas kebaikannya. Dikatakan sebagai orangtua jika terdapat unsur “walidain”, walidain berasal dari kata “walada” yang artinya melahirkan, sehingga yang dikatakan sebagai orangtua dalam surat Al-Isra ayat 23 adalah orangtua yang melahirkan kita.

Mengenai apakah berbakti kepada orangtua yang jahat hukumnya wajib
Tetap wajib berbakti kepada orangtua sekalipun itu jahat. Dalam firman Allah surat Al-Isra’ ayat 23:
وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Artinya: Dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.

Mengenai apakah tetap wajib berbakti kepada orangtua yang kafir
Tetap wajib hukumnya berbakti kepada orangtua yang kafir, selama itu orangtua kita maka hukumnya tetap wajib.
Dengan ditekankannya perintah wajib berbakti kepada orangtua tentu jangan sampai kita berbuat durhaka kepadanya.

Berikut merupakan bahaya durhaka kepada orangtua, di antaranya adalah:

  1. Terancam masuk neraka
  2. Orang yang saleh bisa terhalang masuk surga jika ia durhaka kepada orangtuanya
  3. Bisa terkena laknat orangtua

Di antara amalan yang dapat kita lakukan sebagai bentuk berbakti kepada orangtua adalah:

  1. Sopan dalam berkata-kata. Jangan sampai membentak dan volume suara jangan sampai melebihi suara orangtua, maksimal sama.
  2. Khidmah/melayani orangtua
  3. Menjawab panggilan orangtua
  4. Menghormati orangtua
  5. Taat melaksanakan seluruh perintah (selama bukan perintah untuk melakukan maksiat)

Telah dijelaskan mengenai beberapa ancaman bahaya durhaka kepada orangtua serta hikmah yang besar jika kita benar-benar ikhlas berbakti kepadanya, maka seyogyanya jika saat ini merasa belum berbakti kepada orangtua dan orangtuanya masih ada, mari menjalankan amalan-amalan tersebut sebagai salah satu bentuk berbakti kepadanya.

Sumber:
Kajian Fiqih yang disampaikan oleh Ust. Muafa Abu Haura
(Kamis, 07 Februari 2019 di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya)


Dewi Luthfiana – Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!