Bendera Tauhid Lagi

Sudah berulang kali saya menulis tentang pemahaman bendera tauhid dan bendera HTI. Coba kalau blog saya masih aktif, mungkin bisa lebih segera dipahami, karena lebih mudah dicari dan dibaca daripada postingan di media sosial. Pada akhirnya saya akan menulis ulang, agar bisa dipahami secara seksama.

Baru saja saya cari berita bola di beranda facebook, tiba-tiba kawan baik saya share video dari mas Felix Siaw yang menyindir NU dan banser, lebih tepatnya kepada Gus Yaqut. Intinya begini, dalam lanjutan kasus Osamah kemarin yang menyatakan ada yang membakar bendera tauhid dan dituduhnya ormas sesat. Merasa tersinggung, NU beserta banser “marah” karena sikap mencampuri politik dalam negeri. Apalagi dengan isyarat menyinggung banser yang melakukan pembakaran bendera HTI beberapa bulan lalu, yang kemudian diikuti aksi bela kalimat tauhid.

Bagi kaum islam kagetan dan gumunan. Jelas NU terlihat salah dan berusaha melakukan pembelaan. Apalagi NU diidentikan dengan pemerintah. Jadi seolah NU selama ini dilindungi. Tapi, bagi islam yang sudah melewati fase gumunan seperti saya. “Ah, temanku ini kurang dan malas mencari ilmu”.

“Kenapa NU harus marah? Katanya kemarin membakar bendera HTI? Lha sekarang dubes bilang bendera tauhid yang dibakar kok tersinggung? Berarti mengakui kalau kemarin itu bendera tauhid kan?”

Untungnya saya pernah kuliah. Jadi kalau disuguhi pertanyaan demikian, saya malah ingin sekali bertemu dan “tembak-tembakan”. Tapi karena pasti “mereka” tidak mau bertemu dengan saya, coba berikut saya tulis argumen saya. Harapannya ini dibaca, meskipun saya tahu, yang saya harap membaca ini tidak akan minat membaca. Selain selara baca yang rendah, mungkin juga karena ini saya nulis di media sosial NU.

Pertama, soal bendera yang dibakar kemarin di Garut. Pelaku yang membawa bendera sudah mengatakan kalau memang benar itu bendera HTI. Dan sekarang masih proses mencari aktor intelektual yang secara sistematis mengibarkan bendera tersebut di berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sekali lagi, itu diakui oleh pelaku sebagai BENDERA HTI!

“Tapi kan ada tulisan tauhid?”

Saudaraku yang budiman, misal saya datang ke belanda, kemudian menghormat saat bendera belanda dikibarkan karena nasionalismenya terhadap Indonesia, Menurut sampean bagaimana? Bukankah dalam bendera Belanda ada warna merah dan putih?

Analogi lainnya, agar sampean tidak terlalu lugu-lugu amat. Ketika Anda datang ke toko material, kemudian melihat ada gambar palu, arit dan perkakas lainnya di spanduk depan toko. Apa yang Anda lakukan? Mengatakan kalau itu bendera PKI?

Oke, kalau masih belum paham, saya gunakan analogi Gus Muwafiq. Sampean mau menginjak-injak, kain merah dan putih itu tidak masalah. Tapi kalau itu sudah dalam bentuk bendera Indonesia, itu berarti sampean membuat masalah dengan saya. Sudah paham?

Saudaraku yang berislam level “top player”, bendera itu simbol. Saya juga tahu kalau dalam bendera HTI, Al-Qaeda, ISIS, Arab Saudi, itu ada tulisan kalimat tauhidnya. Bahkan saya sempat tertawa ngakak saat sampean marah dan bilang penistaan agama karena bendera Arab Saudi ditempelkan dalam bola piala dunia. “Kalimat tauhid kok ditendang-tendang”.

Oleh sebab itu, kemarin bahkan NU juga menghimbau untuk mengibarkan bendera tauhid dengan warna-warni. Karena warna hitam bertuliskan kalimat tauhid identik dengan bendera HTI. Sudah paham? Harusnya sudah paham, kecuali bagi kalian yang tingkat pemahamannya susah untuk dipecahkan.

Kedua, Dubes bilang bendera tauhid, bukan bendera HTI? Kok NU marah? Coba, sesekali dihayati kalimat tersebut. Kira-kira motivasi apa yang timbul dalam hati nurani sang dubes tersebut. Dan kira-kira persepsi apa yang timbul dari otak kita semua? Ormas terlarang? Membakar bendera tauhid? Siapakah dia?

Jangan pura-pura bego atau bodoh! Tapi kalau sampean benar-benar tidak tahu motif tersebut atau mencoba mengalihkan maksud karena kebencian kronis terhadap NU, berarti saya anggap sampean belum begitu pintar.

Karena gaya tulisan saya yang amburadul dan tidak terstrutur ini. Kiranya saya tetap berharap saudara Felix Siau bisa video call-an sama saya!

Salam satu H(a)TI…..


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow by Email
Facebook
Facebook
Instagram
error: Content is protected !!