Categories: SimponiWarganet

Berlaku Jujur

Share

Jujur adalah perilaku yang teramat mulia sekali. Namun di zaman sekarang ini, perilaku ini amat sulit kita temukan di masyarakat – Belajar Jujur. Lihat saja bagaimana kita jumpai di kantoran, di pasaran, di berbagai lingkungan kerja, perilaku jujur ini hampir saja usang. Lihatlah di negeri ini, pengurusan birokrasi yang seringkali dipersulit dengan kedustaan sana-sini, yang ujung-ujungnya bisa mudah jika ada uang pelicin. Lihat pula bagaimana di pasaran, para pedagang banyak bersumpah untuk melariskan barang dagangannya dengan promosi yang penuh kebohongan.

Jujur merupakan sebuah kata yang indah didengar, tetapi tidak seindah mengaplikasikan dalam keseharian. Tidak pula berlebihan, bila ada yang mengatakan “jujur” semakin langka dan terkubur, bahkan tidak lagi menarik bagi kebanyakan orang. Semua orang paham akan maknanya, tetapi begitu mudah mengabaikannya. Yang lebih berbahaya lagi adalah ada orang yang ingin dan selalu bersikap jujur, tapi mereka belum sepenuhnya tahu apa saja sikap yang termasuk kategori jujur.

Jujur berarti berkata yang benar yang bersesuaian antara lisan dan apa yang ada dalam hati. Jujur juga secara bahasa dapat berarti perkataan yang sesuai dengan realita dan hakikat sebenarnya. Kebalikan jujur itulah yang disebut dusta. Ketidakjujuran seseorang saat ini bisa kita sebut dengan HOAX, HOAX merupakan sesuatu yang tidak jujur dan dapat menimbulkan berbagai fitnah, ujaran kebencian dan lain sebagainya, dan dampaknya adalah untuk ke depannya baik bagi yang menyebarkanya maupun yang menerimanya dengan baik. Biasanya hoax dibuat oleh orang yang tidak waras disebarkan luas oleh orang yang egois dan diterima dengan baik oleh orang yang idiot.

Baca Juga : Diskusi Interaktif Santri Milenial

Jadi yang disebut dengan jujur adalah sebuah sikap yang selalu berupaya menyesuaikan atau mencocokkan antara informasi dengan fenomena atau realitas yang ada. Dalam agama Islam, sikap seperti inilah yang dinamakan shiddiq. Makanya jujur itu bernilai tak terhingga. Karena semua sikap yang baik selalu bersumber pada “kejujuran”. Merupakan suatu keindahan bila setiap individu bersikap jujur terhadap dirinya, pedagang senantiasa jujur dalam usaha dagangannya, demikian pula pemimpin yang jujur dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Keutamaan Berlaku Jujur

Jujur dapat membuat kemanfaatan bagi banyak orang dan dapat menjadikannya sosialisasi dengan baik kepada siapapun baik yang satu agama maupun yang berbeda agama. Sifat jujur ini wajib kita lakukan dan penting bagi setiap individu. Wajib bagi kita semua untuk berlaku jujur dalam hal apapun baik dalam berupa lisan maupun perbuatan.
Jujur itu sendiri banyak menghasilkan banyak manfaat. Manfaatnya adalah sebagai berikut :

  1. Menjadi orang yang dapat dipercaya
    Orang yang mau berusaha melakukan kejujuran kelak ia akan dihormati oleh orang lain, dengan kejujuran tersebut orang lain akan mempercayakan kepada seseorang yang jujur, serta tidak disangka-sangka akan di beri suatu kedudukan ditempat tersebut. Menjadi seorang yang terpercaya ini, Rasulullah Shollahu alaihi Wasallam pernah mempraktekan kejujuran ini dan dapat dipercaya pada zamannya, baik dari cara Rasulullah Shollahu alaihi Wasallam berdagang berbuat, ucapannya dan lain sebagainya.
  2. Menjadi orang yang disayang Allah dan orang di sekitarnya
    Jika seseorang yang sudah mempunyai sifat jujur. Maka jangan khwatir sesorang yang sudah jujur akan senantiasa diselamatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan lebih enak lagi ketika sesorang mempunyai sifat jujur terutama dalam hal berbisnis maka seseorang pasti akan selalu memilih orang yang jujur terlebih dahulu.
  3. Dimudahkan dalam berbagai hal
    Disinggung di atas bahwa sesorang yang jujur pasti disayang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan orang yang ada di sekitarnya. Bahwa seseorang yang jujur pasti akan dimudahkan dalam berbagai hal. Oleh sebab itu seseorang yang membutuhkan pertolongan banyak yang membantu, demikian juga dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  4. Kejujuran penuh barokah
    Kejujuran yang timbul dalam diri seseorang pastinya sangat sulit diterapkan bahkan seseorang yang jujur memiliki kecenderungan kurangnya keuntungan di dalam diri sendiri, meskipun demikian jujur terserbut dapat menghasilkan keberkahan tersendiri bagi yang melakukannya.
  5. Jujur Sama Sekali Tidak Membuat Rugi
    Jujur tidak akan pernah membuatkan rugi namun keuntungan yang lebih besar, seseorang yang jujur pasti akan dilihat baik dimata orang lain dan terus bertambah kepercyaannya.

Baca Juga : Menjaga Silaturahmi

Inilah pentingnya berlaku jujur dalam segala hal, terkhusus lagi dalam hal muamalah atau berbisnis. Dalam berbisnis hal ini begitu urgent. Karena begitu banyak orang yang loyal pada suatu penjual karena sikapnya yang jujur. Namun sikap jujur ini seakan-akan mulai punah. Padahal sudah sering kita mendengar perilaku jujur dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, dan ulama salafush sholeh lainnya. Mereka semua begitu semangat dalam memelihara akhlak yang mulia ini. Walaupun ujung-ujungnya, bisa jadi mereka merugi karena begitu terus terang dan terlalu jujur.

Bandingkan dengan perangai jelek sebagian pelaku bisnis saat ini. Coba saja lihat secara sederhana pada penjual dan pembeli yang melakukan transaksi. “Mas, HP yang saya jual ini masih awet lima tahun lagi,” ucapan seseorang ketika menawarkan HP pada saudaranya. Padahal yang sebenarnya, HP tersebut sudah jatuh sampai berkali-kali dan seringkali diservis. Perilaku tidak jujur ini pula seringkali kita saksikan dalam transaksi online (semacam pada toko online). Awalnya barang yang dipajang di situs, sungguh menawan dan membuat orang interest, tertarik untuk membelinya. Tak tahunya, apa yang dipajang berbeda jauh dengan apa yang sampai di tangan pembeli.

Pahamilah wahai saudaraku! Jika pelaku bisnis mau berlaku jujur ketika berbisnis, mau menerangkan aib barang yang dijual, tidak sengaja menyembunyikannya, sungguh keberkahan akan selalu hadir. Walaupun mungkin keuntungan secara material tidak diperoleh karena saking jujurnya, namun keuntungan secara non material itu akan diperoleh. Karena jujur, sungguh akan membuahkan pahala begitu besar. Yakinlah bahwa keuntungan tidak semata-mata berupa uang atau material. Pahala besar di sisi Allah, itu pun suatu keuntungan. Bahkan pahala di sisi-Nya, inilah keuntungan yang luar biasa yang tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidak jujur.


Fadhel Moubharok – IPNU Sukoharjo