Categories: LiputanSimponi

Acara Pembukaan Munas KMNU Ke-5 di Surabaya

Share

SURABAYA– Sekitar 250 anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) dari 24 Perguruan tinggi negeri di Indonesia dan Malaysia siap meramaikan Musyawarah Nasional (Munas) V KMNU pada 18-20 Januari 2019.

Kemarin, Jumat (18/1) telah dilaksanakan Seminar Nasional dan Pembukaan Musyawarah Nasional V KMNU dengan tema, “Bersinergi Menyongsong Masa Depan NU dan Bangsa dengan Menguatkan Karakter Santri Jiwa Generasi Muda”, dihadiri oleh wakil ketua umum PBNU, Prof. Dr. H. maksum Machfudz, M. Sc., Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 2009-2014 (Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA.), Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.), Ketua Aswaja NU Center PWNU Jatim (KH. Ma’ruf Khozin).

Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian pembukaan Munas V KMNU yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 Gedung PWNU Jawa Timur. Pada Pra acara dimeriahkan pula dengan penampilan grup musik Lesbumi serta UKM Pagar Nusa Universitas Airlangga. Kegiatan Munas dilanjutkan di Pondok Pesantren Sidosermo Dalam, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Presidium Nasional 2 KMNU 2018/2019, saudara Alis Mukhlis, S.Ag. mengharapkan KMNU ke depannya semakin lebih baik, bermanfaat, semakin bisa mendidik dan membentengi ideologi Nahdlatul Ulama terutama di lingkungan Perguruan Tinggi.

Kegiatan Munas juga bisa dijadikan sebagai tempat merumuskan serta mendapatkan solusi permasalahan dakwah yang dihadapi KMNU di Perguruan Tinggi.

Dalam kesempatan ini Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa di era yang serba modern ini harus dituntut untuk berubah menjadi lebih baik. Beliau mengutip pernyataan Prof. Reynald Kasali bahwa, “Semua hal dituntut untuk berubah, satu-satunya hal yang tidak dapat berubah adalah perubahan itu sendiri”.

Senada dengan apa yang disampaikan Prof. Masdar Hilmy, KH. Ma’ruf Khozin menekankan kepada peran pemuda dalam arus perubahan yang terjadi, gerakan Ghirah (semangat) keislaman dari Timur Tengah seharusnya dikawal dengan baik agar tidak melenceng dari tujuan yang diharapkan, dan yang bertugas mengawal hal ini adalah generasi muda.

Dalam kesempatan ini pula Prof. Mohammad Nuh, DEA. menyampaikan hal-hal yang perlu disiapkan oleh para generasi muda bahwa setiap generasi memiliki tugas kesejarahan sesuai zamannya, ukirlah setiap lembar sejarah dengan prestasi. Dalam akhir materinya beliau berharap KMNU bisa menjadi sebuah “mesin”: kesejahteraan, kemartabatan, dan nilai ke-Aswaja An-Nahdliyah.


Novita I.P. – Seni tablig Seniman NU