Categories: AransemenKajian

Pengantar Kitab Maulid Al Barzanjiy

Share

Kitab Maulid Al Barzanjiy (Madarijus Su’ud)
KH Abdul Karim (Gus Karim) – Solo
#Bagian 1
————————————————–
Kita akan ngaji memulai membaca Kitab Madarijussu’ud, sebuah kitab syarahnya kitab Al Barzanjiy, jadi kitab barzanjiy disyarahi dengan berbagai syarah, salah satunya adalah kitab madarijussu’ud. Sebelum kami mengkaji kitab madarijussu’ud, kami akan menyampaikan siapakah pengarang Kitab Maulid Al Barzanjiy tersebut.

Kitab Al Barzanjiy adalah kitab maulidirrosul, sebuah kitab yang menerangkan kelahiran Rasulillah, kitab yang menerangkan tentang maulid ada banyak sekali, ada diba’, simtuddurar, barzanjiy, dan masih banyak sekali dan mungkin banyak yang belum kita kenal. Kitab maulid di Indonesia yang paling terkenal adalah barzanjiy ini, disamping burdah, diba’ dan lain sebagainya.

Maka malam ini kita akan mengaji kitab al barzanjiy itu, sebelum kita mengkaji kitab tersebut alangkah baiknya kita mengenal dulu siapa pengarangnya kitab barzanjiy tersebut, karena ada sebuah kata mutiara “man qara’a al-kitab, fa qod khadatsa ‘inda al-muallifi-hi”, yang artinya barangsiapa yang membaca kitab, maka seakan-akan kita akan berdialog dengan pengarangnya. Jadi ketika kita membaca kitab, kitab apapun, seakan-akan kita berdialog, bermuhadatsah, duduk bersama pengarangnya.

Baca Juga: Biografi Syaikh Ja’far Al Barzanjiy

Kita jangan sampai keliru, membaca kitab tapi pengarangnya kurang baik. Kita jangan sampai membaca buku, ternyata buku itu karanganya orang – orang yang kurang baik, kita ndak keliru nanti. Pengarang itu penting, ketika kita di toko-toko buku, pameran buku Islam, kita jangan melihat judulnya, pengarangnya itu siapa dulu. Buku-buku sekarang ini mengutamakan judul, pengarangnya dibelakang layar, background pendidikannya apa. Sehingga setelah kita beli, isinya itu bukan seperti yang kita kehendaki.

Jadi jangan sampai kita ini keliru, ada kan kata mutiara atau hadis itu, “undzur ma qola, walaa tandzur man qola”, kita melihat apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan, ini seakan-akan bertolak belakang dengan keterangan yang saya sampaikan tadi, tidak. Kita kalau kenal dengan pengarangnya, otomatis isinya bagus, tapi kalau pengarangnya itu jelek berarti isinya juga jelek, tujiuannya juga jelek. Jadi di pondok – pondok pesantren ini, kitab – kitabnya agar kita betul – betul paham maka kita kenal dulu dengan pengarangnya.

Kitab Al Barzanjiy ini dikarang oleh Sayyid Ja’far bin Hasan Al Barzanjiy. Beliau adalah Sayyif Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim (jadi jenengku ki ora sembrono), bin Muhammad bin Rasul bin Abdus Sayyid bin Isa Al Ahdab bin Husein bin Bayazid bin Abdul Karim bin Isa Al Barzanjiy bin Ali bin Musa bin Ismail bin Musa Al Kadzim bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Baqir bin Ali Zainul Abidin bin Husein bin Ali Wa Fatimatuzzahra binti Sayyiduna Muhammad Rasulullah.

Nasabnya ini jelas sekali sampai rasulullah, beliau merupakan cucu dari Syaikh Zainul Abidin, Syaikh Zainul Abidin ini juga cucu dari Sayyidina Ali, Syaikh Zainul Abidin ini putra dari Sayyidina Husein, Sayyidina Husein ini putra dari Sayyidina Ali, Sayyidina Ali ini istrinya bernama Siti Fatimah binti Rasulillah ﷺ.

Jelas nasabnya, kalau kita mempunyai guru, dan guru kita jelas nasabnya, kita itu mantap. Banyak sekali ini orang sekarang, mencari guru tetapi gurunya itu nasabnya bagaimana, tidak jelas. Nasab itu penting karena akan tanggung jawab, keatasnya itu tanggungjawab, ternyata diatasnya itu ada Rasulullah. Apa yang dikatakan oleh Sayyid Ja’far Al Barzanjiy seakan – akan Rasulullah menjawab “Aku Tanggung Jawab !”.

Nasab guru itu penting, coba kamu cari guru, bisa apa tidak guru itu nasabnya kamu cari sampai mbah buyutnya. Kalau aku (Gus Karim) bin siapa ? Bin Ahmad Musthofa bin Imam Musthofa. Nasab itu perlu, demikian juga antum itu perlu ngerti nasabnya panjenengan itu. Kamu kalau punya guru juga begitu, cari nasabnya guru itu, kalau sampai ulama besar, manuto, betah-betahno. Kalau kamu cari guru, guru itu kamu cari nasabnya sudah kesusahan, kamu tidak betah itu logis dan wajar.

Al Fatihah
————————————————–
Mauidhotul Hasanah :
KH Abdul Karim Ahmad Musthofa (Gus Karim) – Solo
Sumber :
Dokumentasi Rekaman Ponpes Al Qur’aniy Az Zayadiyy Solo


Fadhel Moubharok – IPNU Sukoharjo