Categories: AransemenKajian

Salat Istikharah

Share

Banyak yang mengatakan bahwa perjalanan hidup itu adalah pilihan. Tak heran seringkali kita dihadapkan pada pilihan untuk mengambil keputusan dalam hidup kita. Mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga jodoh. Untuk itu dalam beragama dianjurkan untuk Salat Istikharah jika ragu-ragu dalam menentukan pilihan.

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ‌ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ

Kebenaran itu dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. Al Baqarah: 147).

Salat Istikharah dimaksudkan agar hati semakin yakin dalam menentukan keputusan. Kemudian berharap selalu berada di jalan yang lurus dan benar. Makanya dalam syariat agama selalu dituntun untuk tidak keliru dalam mengambil sikap atau pilihan hidup.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى – قَالَ – وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ

“Rasulullah mengajari sahabatnya untuk salat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dalam Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah salat dua rakaat selain salat fardhu, kemudian hendaklah berdoa:

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang mentakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginanya” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Baca Juga: Salat Tahajjud

Tata Cara Salat Istikharah

Salat istikharah merupakan salat sunah yang dikerjakan sebanyak 2 rakaat atau paling banyak 12 rakaat (6 salam) untuk meminta petunjuk kepada Allah karena bingung dengan pilihan yang ada dan merasa ragu ketika akan memutuskan sesuatu. Sedangkan waktu untuk pelaksanaan salat istikharah bisa dilakukan kapanpun selain waktu yang terlarang untuk melakukan salat.

  1. Niat – Menghadap Kiblat
  2. Takbiratul Ikhram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunah)
  4. Membaca Al-fatihah
  5. Membaca Surat Pendek (Sunah)
  6. Salam
  7. Membaca Hamdalah Dan Shalawat Ibrahimiyah

Sehabis melakukan shalat istikharah, kita dianjurkan untuk membaca bacaan hamdalah dan shalawat Ibrahim. Berikut ini adalah bacaanya:

الحمد لله رب العالمين. حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده. يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Keutamaan Salat Istikharah

Pasrah kepada Allah Swt.

Sekali kali tdk akan menimpa kami melainkan apa yg telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yg beriman harus bertawakal” (QS At Taubah: 51)

Menenangkan Diri

Pikiran yang tidak tenang tentu akan berdampak kepada hasil yang juga salah. Pilihan yang benar dan baik tentu dihasilkan dari ketenangan diri dan kejernihan kita dalam berpikir. Saat tidak tenang biasanya kita panik dan terlalu tergesa-gesa.

Kemantapan Hati

Melakukan salat istikharah berkali-kali, hal ini bisa memberikan kemantapan hati bagi kita yang masih bimbang dalam menghadapi dilema pilihan

Menjauhi Bisikan Setan

Segala bisikan setan yang menggoda manusia adalah salah satu pemantik agar manusia menjauhi kebenaran dan kebaikan. Salat istikharah tentu sangat dibutuhkan jika kita ingin menjauhi segala godaan setan yang terkutuk.

Memilih dengan Pertimbangan Agama

”Sesungguhnya urusan itu seluruhnya ditangani Allah”. (QS Ali Imran : 154). Termasuk dalam masalah-masalah pilihan hidup kita. Maka Agama adalah hal yang harus menjadi pondasinya.

Ikhlas pada Allah

Dan bertakwalah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyanyang, Yg melihat kamu ketika kami berdiri (utk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan gerakan badanmu diantara orang-orang yg sujud”. (QS Asy Syuara: 217-219)


Muhammad Rais – Seni tablig Seniman NU