Categories: AransemenHikmah

Rahasia Doa

Share

Kadang saya begitu menderita mendengar tausiyah mengenai manfaat atau khasiat doa. Ditambah dengan ajakan-ajakan untuk senantiasa berdoa dengan segala rahasia doa. Wajib, katanya. Akhirnya kita menggantungkan nasib pada doa-doa tersebut. Menagih dan memaksa agar segera terkabulkan.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian.” (QS Ghâfir: 60).

Padahal sudah sejak lama saya “ngelupa” berdoa. Tanpa mau mengetahui tentang rahasia doa. Bukan karena sombong, tapi setiap manusia pasti punya cara masing-masing untuk mengonsep tata cara berdoa. Ada yang rajin salat tahajud agar segera terlunasi hutangnya, ada yang salat dhuha agar dimudahkan rezekinya, ada yang melakukan amalan atau wirid untuk menaklukan hati wanita, bahkan ada yang meminta doa ke sesama atau ulama agar diangkat derajatnya.

Boleh. Karena Allah pun menganjurkan untuk kita berdoa. Sedangkan yang saya hindari adalah teknik berdoa dari kebanyakan orang. Sehingga sudah lama saya “menyombongkan diri” dengan tidak berdoa untuk urusan dunia. Apakah dengan begitu saya tidak butuh dunia? Tentu bukan disimpulkan demikan. Karena ikhtiar harus disertai doa. Namun doa kepada dunia membuat khawatir kalau suatu saat dikecewakan karena tidak terkabulnya “harapan” tersebut.

Sedangkan harapan yang diperindah katanya dengan istilah doa tersebut, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Prasangkaku Allah sudah memilihkan jalan yang istimewa untukku, tanpa harus mengidamkan sesuatu yang sifatnya “sementara”.

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ : إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا

Artinya: “Tidak ada seorang Muslim yang berdoa dengan tidak disertai dengan doa dan memutus hubungan persaudaraan kecuali Allah pasti akan memberikannya salah satu dari tiga hal. Bisa disegerakan doanya untuk dikabulkan, mungkin pula Allah menyimpannya sehingga dibalas di akhirat kelak. Dan kemungkinan pula Allah akan menghindarkan dia dari kejadian buruk yang menjadi ganti setara dari doa kebaikan  yang ia panjatkan.” (HR. Ahmad)

Baca Juga : Menawar Tuhan

Doa itu Ibadah

Penjelasan di atas bukan bermaksud mengarahkan seseorang untuk tidak berdoa, meskipun Allah sudah mengetahui apa yang kita inginkan dan butuhkan. Itu hanya sekilas kebiasaan saya yang sering “ngelupa” berdoa, terkhusus urusan duniawi.

“Barangsiapa yang enggan berdoa kepada-Ku, maka Aku akan Marah”

Bahkan dalam sebuah hadis qudsi, dipaparkan bahwa doa itu sangat penting. Bahkan bisa membuat murka jika manusia menyepelekannya. Akhirnya kita kembali kepada metode doa masing-masing umat yang intinya bisa mendapat rida atau restu dari Allah.

Sering pula saya menjelaskan, bahwa doa itu semacam bomerang. Artinya adalah jika seseorang melempar doa baik kepada orang lain, maka doa tersebut akan kembali menjadi kebaikan bagi pendoa. Begitu juga sebaliknya. Jadi perbanyaklah medoakan kebahagian sesama, tanpa harus melupakan hakikat dan rahasia doa pada diri sendiri.

Bagi saya, doa hanya sebagai laku untuk menjalankan perintah Allah. Semua yang berlalu adalah qodho yang tidak perlu disesali, tapi menjadi sebuah pengalaman dan pengetahuan. Sedangkan yang di depan adalah qodar yang tentu sudah dipilihkan oleh Allah sesuai takdir kita yang tertulis indah di lauhul mahfudz.

Demikian yang membuat saya begitu tenang menjalani kehidupan tanpa bayang-bayang tidak terkabulnya doa. Tanpa susah payah juga untuk tetap berprasangka bijak, bahwa bentuk doa itu bermacam-macam, tidak melulu seperti apa yang kita inginkan. Disyukuri saja, katanya.

Kunci Doa

Pernah mendengar hadis ini?

عن جَابِر بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ : الْحَمْدُ لِلَّهِ ))

Dari Jabir bin Abdullah RA berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Zikir yang paling utama adalah Laa Ilaahaillallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR. Tirmidzi no. 3305, Ibnu Majah no. 3790, Ibnu Hibban, dan al-Hakim.)

Saya ingin membahas pada kalimat kedua, bahwa doa yang paling utama adalah alhamdulillah (Segala puji bagi Allah). Bahkan di Rembang ada seorang kiai yang masyhur disebut Kiai Alhamdulillah. Beliau adalah Kiai Ahmad Syahid bin Sholihun.

Kalau kita renungkan, kenapa utamanya doa malah memuji Allah? Bukan sesuatu yang bisa kita miliki atau inginkan?

Sekarang kita coba menganalisa pada kasus berikutnya, yakni tentang kisah Nabi Yunus yang ditelan ikan saat dilempar ke lautan lepas. Mengalami 3 kesulitan yakni, susah bernafas, tidak mampu melihat apa-apa, dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Lalu apakah Nabi Yunus berdoa agar bisa dikeluarkan dari dalam perut ikan tersebut? Atau berdoa agar segera bebas dan menghirup udara segar seperti biasanya? Tidak! Nabi Yunus malah berdoa :

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/ aniaya”.

Aneh bukan? Kenapa doa Nabi Yunus demikian? Memuji Allah dan menzalimkan dirinya? Bukan hanya itu, masih banyak kisah Nabi yang ketika berdoa tidak spesifik seperti yang kita bayangkan.

Doa Nabi Adam dan ibu Hawa

“Ya Allah, kami telah mendholimi diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.”

Doa Nabi Nuh

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sesuatu yang aku tidak mengetahui hakekatnya, dan sekiranya tidak Engkau ampuni dan belas kasih niscaya aku termasuk orang – orang yang merugi.” (Hud: 47)

Doa Nabi Ibrahim

“Ya Tuhan kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau maha mendengar dan Mengetahui, dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al Baqarah; 128-129)

Doa Nabi Ibrahim

“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang–orang yang tetap mendirikan sholat, Ya Tuhanku perkenankanlah doaku, Ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab.” (Ibrahim: 41 -42)

Doa Nabi Musa

“Ya Allah aku menganiaya diri sendiri, ampunilah aku.” (Al Qhosos: 16)

Baca Juga : Salat Tahajud

Doa Nabi Musa

“Ya Tuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmatMu, dan Engkau Maha Penyayang diantara yang menyayangi”

Doa Nabi Ayyub

“Ya Allah Bahwasanya aku telah ditimpa bencana, Engkaulah Tuhan yang paling penyayang diantara penyayang.” (Al-Anbiya`: 83)

Doa Nabi Sulaiman

“Ya Tuhan kami berilah aku ilham untuk selalu mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua ibu bapakku dan mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridloi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu kedalam golongan hamba-hambMu yang Sholeh.” (An Naml: 19)

Doa Nabi Yusuf

“Wahai pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat wafatkanlah aku dalam keadaan pasrah (islam), dan masukkanlah aku dengan orang – orang sholeh.” (Yusuf: 101)

Doa Nabi Muhammad

“Ya Tuhanku janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan berilah kami rahmat, sesungguhnya Engkau adalah dzat yang banyak pemberiannya.” (Ali Imron; 8)

Doa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

“Ya Tuhan, terimalah kebaktian kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadikanlah pula anak turunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang!.” (QS. Al-Baqarah: 127-128).

Doa Nabi Daud dan pasukan Thalut

“Ya Allah , limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250).

Doa Nabi Muhammad

”Ya Allah , janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Doa Nabi Muhammad

“Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: “Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji.” (QS. Âli Imrân: 193-294).

Doa pemuda Ashhâbu al-Kahfi

“Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi: 10).

Doa Nabi Ismail

“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku.” (OS. Al-Mukminûn: 97-98).

Doa Nabi Ya’kub

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqâf. 15).

Doa para malaikat penjaga ‘arasy Allah

“Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam sorga yang telah Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Sebab orang-orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, sungguh telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. Al-Mukmin: 7-9)

Baca Juga : Birrul Walidain Ditinjau dari Kacamata Fikih

Doa kaum Muhajirin dan Anshar

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10).

Doa Nabi Ibrahim

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mewarisi sorga yang penuh nikmat.” (QS. Al-Syu’ârâ’: 83-85).

Doa Asiyah binti Mujahim, isteri Fir’aun

“Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam sorga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (OS. Al-Tahrîm: 11).

Doa Nabi Nuh

“Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang ibu-bapakku, serta dosa orang yang masuk ke rumahku dengan membawa iman, dan orang beriman laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nûh: 28).

Doa Nabi Ishak

“Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya/ iman kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Tahrîm: 8).

Doa Nabi Ilyas dan Nabi Khidir

“Dengan nama Allah, sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan melainkan Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tidak ada yang menolak kejahatan melainkan Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, setiap kenikmatan adalah daripada Allah; Sesuatu itu menurut apa yang dikehendaki Allah, tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan Allah. Maha suci Allah, Tuhan pencipta alam semesta beserta segala isinya.”

Masih banyak lagi rahasia doa yang disembunyikan oleh Allah. Hendaknya sebagai seorang hamba yang berusaha taat, senantiasalah berprasangka baik kepada Allah atas segala bentuk rahasia doa yang belum kita ketahui.


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU