Categories: BanomFolkor

Mengenal Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)

Share

Ikatan Pelajar Nahdlatul ulama (IPNU) merupakan Organisasi Kepemudaan dan keterpelajaran yang mempunyai jenjang pengurus cabang di 430 Cabang dan 30 provinsi di seluruh Indonesia, tiap-tiap cabang memiliki pengurus, anak cabang ditingkat kecamatan, ranting ditingkat desa/Kelurahan dan Komisariat ditingkat sekolah. secara nasional anggota ipnu saat ini berjumlah kurang lebih 350 ribu dengan asumsi masing-masing cabang memiliki kader sekitar 100 orang.

Secara Struktural keorganisasian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) merupakan salah satu badan otonomi Nahdlatul Ulama, yang merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia, yang terkenal dengan konsep moderat dan tolerannya. IPNU lahir pada tahun 1945 di semarang dan kini berkantor di graha PBNU lt. 5 Jl. Keramat Raya No. 164 Jakarta.

Pada tanggal 09 Desember 2015 lalu, IPNU baru melaksanakan Konres XVIII yang dilaksanak di Asrama haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah, yang dihadiri oleh lebih dari 3000 kader di seluruh Indonesia, dengan jumlah pemilih tetap 436 suara, baik cabang maupun wilayah, selain menghasilkan kepemimpinan yang baru, kepengurusan PP IPNU masa Khidmat 2016-2018 dengan ketua umum Rekan Asep Irfan Mujahid, kongres juga merekomendasikan banyak hal, setrategis terkait dengan pengembangan IPNU yang diataranya adalah ” penataan Administrasi dan perkuatan dibidang kaderisai, sebagai banom NU, IPNU merupakan garda terdepan, generasi penerus Nahdlatul Ulama, sehingga perlu adanya penguatan kaderisasi sebagai dasar pondasi untuk para kader IPNU pada khususnya.

Hubungan dengan Pihak Lain

Sebagai Organisasi Kepemudaan, Ikatatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tidak bisa bergerak sendirian dalam melaksanakan program-programnya, kerjasama dengan berbagai pihak baik dengan instansi kepemerintahan maupun swasta sebagai mitra kerja merupakan hak yang sangat penting demi berjalannya program kerja IPNU, oleh karenanya IPNU terus membangun sinergisitas dengan pihak-pihak yang memiliki komitmen dalam memperdayakan kalangan muda. sinergisitas itu tentunya dilakukan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan sesuai dengan kesepakatan.

IPNU membuka pintu seluas-luasnya kepada semua pihak yang ingin bersama-sama bergerak membangun bangsa. IPNU tidaklah Ekslusif dan menutup atau bahkan alergi untuk bekerjasama dengan kalangan manapun, dengan syarat mempunyai kesamaan Visi dengan IPNU yakni “Pendidikan untuk pemberdayaan kaum muda pelajar dan santri.

Untuk pengembangan kerjasama lembaga, pertama kali yang mutlak dilakukan setiap organisasi, adalah kemampuan membangun hubungan baik dengan sesama. Silaturrahmi yang baik dengan sesama merupakan kunci kesuksesan bekerjasama.

Tidak bisa membangun hubungan atau kerjasama bila tidak bisa membangun Silaturahmi yang baik antar sesama. untuk mencapai kerjasama itu tidak terbatas pada upaya menjalin pada hubungan kerja atau silaturahmi amal yang ditingkatkan pada hubungan usaha (Silatul ikhtiar)

Melalui peningkatan hubungan kerjasama, pembenahan administrasi, dan penguatan kaderisasi diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang produktif bagi pembangunan sebuah lembaga. Bila proses-proses hubungan antara sesama, administrasi tertata dengan rapih, dan penguatan kaderisasi dari tingkat komisariat hingga tingkat pusat sudah dilalui, maka akan terbentuk suatu lembaga yang solid yang dinamis, dalam membangun itu semua perlu adanya kerja keras, terbuka dan mau bekerja sama.

Oleh karena itu Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatui Ulama (PP IPNU) akan terus aktif dalam membenahi penataan administrasi, penguatan kaderisasi didaerah-daerah, dan membangun hubungan baik dengan instansi pemerintah, Ormas, Orpol, dan lembaga-lembaga sosial yang mempunyai visi dan tujuan yang sama, itu semua akan menjadi target kerja Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dalam menjalankan agenda kerja tahun 2016-2018.

Sejarah IPNU

Sebelum IPNU lahir pada tahun 1954 di Semarang, didahului dengan lahirnya beberapa organisasi serupa di kota-kota besar yang merupakan cikal bakal lahirnya IPNU dikemudian hari yang antara lain :

  • Tsamratul Mustabidin (1939)
  • Persono (Persatuan Murid NO, 1941)
  • IMUNU (Ikatan Murid NU, 1945)
  • Subahul Muslimin di Medan (1945)
  • Ijtimatul Tholabiyah di Medan (1945)
  • Ikatan Mubaligh NU di Semarang (1950)
  • IPINO ( Ikatan Pelajar Islam NO )

Pada Kongres LP Ma’arif NU di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H (24 Februari 1945 dijadikan hari lahirnya IPNU dengan para pendirinya antara lain :

  1. Tholhah Mansyur ( Yogyakarta )
  2. Sofwan Kholil ( Yogyakarta )
  3. Abdul Aziz ( Jombang )
  4. Abdul Hadi ( Kediri )
  5. Ahmad Budairi ( Malang )
  6. Abdul Ghoni ( Semarang ) dll

Sejak muktamar NU di Bandung tahun 1967, IPNU menjadi badan otonom NU dan pada Kongres IPNU X yang diselenggarakan di Jombang 29 Januari – 01 Februari 1988 IPNU berubah dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama.

Sejalan dengan perkembangan politik (Undang-Undang Keormasan No. 8 tahun 1985) dan relevansi dari tuntutan kehidupan masyarakat yang semula IPNU (pelajar) secara esensial perubahan tersebut menuntut adanya gagasan baru yang sejalan dengan gerak organisasi yang secara otomatis telah mengubah orientasi IPNU dari Pelajar ke Putra. Perubahan nama tersebut merupakan langkah yang tepat, apalagi mengingat bahwa NU dalam muktamar ke 27 tahun 1984 memutuskan untuk kembali ke khitoh 1926.

Fungsi IPNU

  1. Wadah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan kepelajaran.
  2. Wadah pengkaderan pelajar Nahdlatul Ulama untuk mempersiapkan kader-kader bangsa dan kepemimpinan Nahdlatul Ulama
  3. Wadah penguatan pelajar Nahdlatul Ulama dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam ahlussunah wal-Jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyah

Tujuan IPNU

Tujuan IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertakwa kepada Allah Swt, berilmu, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syariat Islam menurut faham ahlussunnah wal jamaah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka IPNU melaksanakan usaha-usaha:

  1. Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi.
  2. Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus   perjuangan bangsa.
  3. Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat guna terwujudnya khaira ummah
  4. Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.

Struktur Organisasi

  1. Pimpinan tertinggi IPNU di ibu kota Negara disebut Pimpinan Pusat IPNU (PP IPNU)
  2. Pimpinan IPNU di provinsi disebut Pimpinan Wilayah IPNU (PW IPNU)
  3. Pimpinan IPNU di kabupaten/kota disebut Pimpinan Cabang IPNU (PC IPNU)
  4. Pimpinan IPNU di kecamatan disebut Pimpinan Anak Cabang IPNU (PAC IPNU)
  5. Pimpinan IPNU di desa/kelurahan disebut Pimpinan Ranting IPNU (PR IPNU)
  6. Pimpinan IPNU di Lembaga Pendidikan perguruan tinggi, pondok pesantren, SLTP/MTs, SLTA/MA dan yang sederajat disebut Pimpinan Komisariat IPNU (PK IPNU)

Mars IPNU

Wahai pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekad bulat bersatu
Di bawah kibaran panji IPNU

Wahai pelajar islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam Negara Indonesia
Tanah air yang ku cinta

Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertakwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan

Bersatu wahai pelajar islam jaya
Tunaikanlah kewajiban yang mulya

Ayo maju pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur

Download PD/PRT IPNU

DOWNLOAD

Sumber : IPNU.or.id; pelajarbintang9temayang