Categories: LiputanSimponi

Maulid Akbar Nabi Muhammad bersama Habib Luthfi bin Yahya

Share

Bertepatan di Bulan Muharam, Majelis Fathul Hidayah kembali menyelenggarakan pengajian akbar dengan tema Maulid Akbar Nabi Muhammad dan Haul Auliya Wal Masyayikh. Selama 10 tahun pengajian akbar diisi oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Majelis Ahbaabul Musthofa, tahun ini bersama Pondok Pesantren Al Karoomah Daarul Aitam Wal Massakiin akan dihadiri oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya.

Selain beliau, juga akan hadir Habib Alwi bin Nuch Al haddad (Pengasuh Komunitas Seniman NU), Habib Ali Zainal Abidin Al Hamid, dan KH. Abdullah Sa’ad, serta para ulama di sekitar Solo raya. Acara tersebut akan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 18 September 2019, mulai jam 8 malam. Tempatnya di pelataran (dekat pondok pesantren Al Karomah), yakni di Dusun Jengglong, Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

Pondok Pesantren tersebut diasuh oleh Kiai Asyiquddin dan di bawah naungan yayasan Fathul Hidayah. Acara nanti akan diisi mauidhah hasanan dari para ulama dan juga zikir ratib al haddad, serta selawat dari majelis Az-Zahir.

Baca Juga: Ponpes Darul Aitam Wal Masaakin Al Karoomah

Profil Habib Luthfi bin Yahya

Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Habib Luthfi) dilahirkan di Pekalongan tepatnya pada tanggal 10 November 1946 atau pada tanggal 27 Rajab tahun 1367 H. Habib Luthfi ini dilahirkan dari seorang Syarifah yang bernama sayidah al Karimah as Syarifah Nur. Habib Luthfi Bin Yahya ini selain sebagai seorang Ulama, beliau juga aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama sebagai salah satu anggota Syuriyah PBNU.

Selain aktif sebagai salah satu anggota Syuriyah PBNU, beliau juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia di Jawa Tengah. Beliau juga adalah Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah. Riwayat pendidikan Habib Luthfi, terutama mengenai pendidikan agama, tentu saja beliau mendapatkan ilmu agama Islam dari ayahanda tercintanya yaitu al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Setelah mendapatkan pelajaran agama dari Ayahanda, Habib Luthfi bin Yahya kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Salafiah selama tiga tahun.

Dilahirkan dari seorang syarifah, yang memiliki nama dan nasab: sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sayid Imam ‘Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘Ali bin Imam ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘Ali Bâ Alawi.

Berikut nasab beliau dari ayah:

Nabi Muhammad Saw, Sayidatina Fathimah az-Zahra + Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Imam Husein ash-Sibth, Imam Ali Zainal Abiddin, Imam Muhammad al-Baqir, Imam Ja’far Shadiq, Imam Ali al-Uraidhi, Imam Muhammad an-Naqib, Imam Isa an-Naqib ar-Rumi, Imam Ahmad Al-Muhajir, Imam Ubaidullah, Imam Alwy Ba’Alawy, Imam Muhammad, Imam Alwy, Imam Ali Khali Qasam, Imam Muhammad Shahib Marbath, Imam Ali, Imam Al-Faqih al-Muqaddam Muhammd Ba’Alawy, Imam Alwy al-Ghuyyur, Imam Ali Maula Darrak, Imam Muhammad Maulad Dawileh, Imam Alwy an-Nasiq, Al-Habib Ali, Al-Habib Alwy, Al-Habib Hasan, Al-Imam Yahya Ba’Alawy, Al-Habib Ahmad, Al-Habib Syekh, Al-Habib Muhammad, Al-Habib Thoha, Al-Habib Muhammad al-Qodhi, Al-Habib Thoha, Al-Habib Hasan, Al-Habib Thoha, Al-Habib Umar, Al-Habib Hasyim, Al-Habib Ali, Al-Habib Muhammad Luthfi.

Setelah memperoleh didikan langsung dari kedua orangtuanya, pada usia 12 tahun Luthfi kecil mulai mengembara mencari ilmu. Pada usia itu ia ikut pamannya, Habib Muhammad di Indramayu Jabar. Sejak itu ia keluar masuk pesantren. Tak lama nyantri di Bondokerep Cirebon, Habib Luthfi mendapatkan beasiswa belajar ke Hadramaut. Tiga tahun di sana, ia kembali ke tanah air, nyantri lagi ke sejumlah pesantren, yaitu Ponpes Kliwet Indramayu, Tegal (Kiai Said), Purwokerto (Kiai Muhammad Abdul Malik Bin Muhammad Ilyas Bin Ali).

Beliau juga pernah berguru kepada seorang ulama besar asal Lasem Rembang, Kiai/ Mbah Ma’shum. Selanjutnya, pada usia remaja ia dinikahkan dengan seorang gadis yang masih tergolong kerabat (satu fam), yaitu Syarifah Salma binti Hasyim bin Yahya. Dari pernikahan itu lahir dua orang anak laki-laki dan tiga perempuan, yaitu Syarif Muhammad Bahauddin, Syarifah Zaenab, Syarifah Fathimah, Syarifah Ummi Hanik dan Syarif Husain.

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya ia belajar di Madrasah Salafiah. Guru-gurunya di Madrasah itu di antaranya:

Al-‘Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas

Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (pamannya sendiri)

Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi

Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.

Tarekat Habib Luthfi

Dari guru-guru tersebut ia mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan ia juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Baca Juga: Pengalaman Berguru kepada Habib Luthfi bin Yahya

Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Yahya mengambil thariqah dan hirqah Muhammadiah dari para tokoh ulama. Dari guru-gurunya ia mendapat ijazah untuk membaiat dan menjadi mursyid. Di antara guru-gurunya itu adalah:

  1. Thariqah Naqsyabandiah Khalidiyah dan Syadziliah
  2. Thariqah al ‘Alawiya al ‘Idrusyiah al ‘Atha’iyah al Hadadiah dan Yahyawiyah:
  3. Thariqah Al Qadiriyah an Naqsyabandiyah
  4. Thariqah Tijaniah

Saat ini Habib Luthfi mempunyai kegiatan dan aktifitas seperti:

Pengajian Thariqah tiap Jum’at Kliwon pagi (Jami’ul Usul Thariq al-Aulia).

Pengajian Ihya ‘Ulumidin tiap Selasa malam.

Pengajian Fath al-Qarib tiap Rabu pagi (Khusus untuk ibu-ibu).

Pengajian Ahad pagi, pengajian thariqah (Khusus ibu-ibu).

Pengajian tiap bulan Ramadhan (Untuk santri tingkat Aliyah).

Da’wah ilallah berupa umum di berbagai daerah di Nusantara.

Rangakain Maulid Kanzus (lebih dari 60 tempat) di kota Pekalongan dan daerah sekitarnya. Dan kegiatan lainnya.

Peranan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam organisasi

Selain itu juga menjabat sebagai:
  1. Rais Am Jam’iyyah Ahlith ath-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah 2005-2010 (periode kedua)
  2. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah (2005-2010)
  3. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Pekalongan (2005-2010)
  4. Paguyuban Antar Umat Beriman (Panutan) Kota Pekalongan

Sumber: laduni.id


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU