Categories: opiniSimponi

Konspirasi “Illuminati” Maiyah

Share

Dirinya, diriku, tergila gila padamu

Cintanya, cintaku, sangat besar kepadamu

Mungkinkah kiranya cinta segitiga

Kan mencapai bahagia

Dirinya, diriku, tergila gila padamu

Cintanya, cintaku, sangat besar kepadamu

Sepenggal lirik lagu melegenda dari bunda Rita Sugiarto – Cinta Segitiga. Sebelum terlalu serius membahas seputar segitiga, konspirasi Yahudi, atau Illuminati, renggangkan otak dan mulailah bernyanyi. Eh, bernyanyi bidah ding ya?!

Gregetan kalau tidak ikutan membahas konsep konspirasi illuminati-nya raden mas Rahmat Baequni. Sebenarnya saya sudah akrab dengan cocokologi semacam tausiyah mas Rahmat. Apalagi guru kami -Muhammad Ainun Najib- juga sering menggunakan istilah otak-atik gathuk untuk memudahkan pemahaman jamaah maiyah. Meskipun itu hanya untuk selingan atau guyonan belaka. Bukan menakuti, mengancam, dan menyebarkan kecemasan bagi kaum muslim di Indonesia macam mas Rahmat ini.

Saya juga pernah membaca bukunya mbah Tedjo berjudul “Balada Gathak Gathuk”. Nah, kalau ini buku cerita dengan alur yang ringan tapi penuh pesan menggelitik dengan diksi yang menarik. Sekali lagi, bukan gothak-gathuk yang serius dan penuh prasangka -suudhon! Astghfirullah…..

Tapi gara-gara mas Rahmat ini saya jadi sering mendengar ceramah beliau. Dari mulai isu politik sampai imajinasi lucu semacam UFO adalah kendaraan Dajjal. Welhadalah….. Bahkan masih banyak petuah yang super duper tak ilmiah yang sering disampaikan dalam ceramah mas Rahmat ini. Ya, kadang sesuatu yang dibungkus agama membuat seseorang mudah dikenal – tenar dan menjadi populer. Sebelumnya mana pernah kita mendengar ustaz yang bernama Rahmat Baequni. E, sekarang follower IG-nya sudah hampir 150K. Waow!

Entah itu follower beli atau memang akun aktif, yang jelas masih banyak manusia muslim milenial yang manggut-manggut saja mendengar ocehan mas Rahmat ini. Kadang begitulah hidup. Ketika kita sudah putus asa mencari kebenaran, kemudian malas belajar, wes penting aku yakin karo mas Rahmat iki. Kata-katanya bagi beberapa orang menjadi siraman rohani untuk terus “berjihad” dan memenangkan “umat Islam.”

Sebenarnya ingin sekali saya membahas tentang konsep illuminati yang ngawur ala mas Rahmat. Tapi bukan itu yang ingin saya bahas, melainkan konsep segitiga cinta maiyah yang sudah diterapakan beberapa tahun yang lalu. Jadi silahkan kalau kemudian menganggap bahwa maiyah dirancang sebagai konspirasi Yahudi menguasai Indonesia. Mbuh Mat, Mat….

Baca Juga: Lembar Maiyah, Halaman 1

Segitiga Maiyah

Dulu waktu awal-awal ikut (pengajian tak lekang waktu) Mocopat Syafaat di Jogja- sekitar tahun 2013- materi mbah Nun tiba-tiba sampai segitiga cinta. Beberapa jamaah maiyah membawa buku tebal berisi catatan-catatan maiyah, beserta tanggal dan tempat. Pikirku, “Wah, ini namanya kuliah kehidupan. Gratis dan berkualitas.”

Mbah Nun menjelaskan perlahan tentang konsep segitiga maiyah. Bahwa jamaah dibimbing untuk mengimajinasikan sebuah segitiga sama kaki atau sama sisi. Kemudian setiap sudut digambarkan oleh tiga objek, yakni Allah, Nabi Muhammad, dan kita (manusia). Jangan sampai terlepas dari ikatan atau pertalian antara ketiganya. Pada sudut kita (manusia) bisa meluas lagi menjadi keluarga, masyarakat, dan negara.

Segitiga-segitiga itu bisa meruang membentuk sebuah limas. Meruangnya bentuk karena tidak terbatasnya pemikiran manusia itu sendiri. Sehingga pengalaman-pengalaman baru akan muncul dan membentuk ruang dimensi yang dibatasi oleh cinta dari Allah dan Nabi Muhammad.

Bahkan setelah “mata kuliah” malam itu, saya sering mengandaikan tentang Matahari sebagai Tuhan yang mempunyai sifat tidak terbatas. Kemudian bulan adalah Nabi Muhammad yang bersedia menerangi bumi (sebagai manusia) dalam kegelapan dan ketersesatan. Keleluasaan berfikir seperti ini menjadi wujud kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini bukan Konspirasi. Ini bukan Konspirasi.

Maiyah selalu memberikan percikan api untuk jamaahnya berpikir dan mendapatkan hidayah masing-masing. Tidak ada paksaan, ancaman, atau semacamnya. Itulah konsep segitiga cinta, karena cinta bukan paksaan apalagi diksi ancaman seperti mas Rahmat. Duh, kelingan Rahmat maneh….

Intinya konsepnya mbah Nun soal otak-atik gathuk beda sama mas Rahmat. Konsep misuh-nya mbah Nun juga beda sama Kakang Sugi Nur. Itulah istimewanya mbah Nun dan Maiyah. Jadi sebelum kita terlalu serius menyelami tausiyah mas Rahmat mengenai konspirasi illuminati, sebaiknya persiapkan diri dulu untuk membuka pikiran supaya tidak terlalu kaku dan manutan.

Terakhir saya pinjam kutipan Imam Syafi’i, “Jika ada orang bodoh mengajakmu berdebat, maka sikap terbaik adalah diam, jangan ditanggapi.” Semakin ditanggapi, nanti semakin terkenal mas Rahmat. Diundang kesana kemari. Jadi kaya. Nanti malah bisa bikin Segitiga Bermuda. Wathataw….. KONSPIRASI!


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU