Categories: AransemenKajian

Salat Dhuha

Share

Salat Dhuha adalah salat sunah yang dikerjakan pada waktu saat naiknya matahari setinggi tombak sampai menjelang waktu zuhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh pagi sampai pukul sebelas siang. Salat dhuha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat maka Salat dhuha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan.

Syaikh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fathul Muin halaman 254 menjelaskan sebagai berikut :

(و) يسن ( الضحى ) لقوله تعالى {يسبحن بالعشي والإشراق} قال ابن عباس صلاة الإشراق صلاة الضحى روى الشيخان عن أبي هريرة رضي الله عنه قال أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث صيام ثلاثة أيام من كل شهر وركعتي الضحى وأن أوتر قبل أن أنام

“Salat Dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah yang artinya: bertasbih bersama dia di waktu sore dan pagi. Ibnu Abbas menafsirkan lafaz israq adalah salat Dhuha. Imam Bukhori- Muslim meriwayatkan hadis dari Abi Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku. Puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha 2 rakaat, dan salat Witir sebelum tidur.”

Baca Juga : Salat Tahajud

Keutamaan Salat Dhuha

Salat dhuha memiliki beberapa fadhilah. Pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : ” أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام ” ( رواه البخاري

Rasulullah saw. kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal. Pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dhuha (setiap hari), ketiga Salat witir sebelum tidur.

Allah akan memberikan kecukupan rezeki dalam kebutuhan sehari-hari baik berupa materi maupun non-materi. Keutamaan ini diterangkan dalam hadis qudsi yang kualitas sanadnya sahih menurut Imam as-Suyuthi.

قال الله تعالى يا ابن ادم لا تعجزن عن أربع ركعات في أول النهار أكفيك أخره

“Allah Ta’ala berfirman: wahai anak Adam, sungguh jangan kamu meninggalkan empat rekaat di awal siang. Maka aku akan cukupkan di akhir siangnya.’’ (Jami’us Shagir juz 2 halaman 81)

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan salat Dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah. Sebagaimana keterangan hadis di bawah ini :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، عَنِ النَّهَّاسِ بْنِ قَهْمٍ ، عَنْ شَدَّادٍ أَبِي عَمَّارٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى ، غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ , وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.

“Dari Abi Hurairah, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: barangsiapa yang menjaga salat Dhuha, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih (gelembung-gelembung kecil) di lautan.” (Sunan Ibn Majah juz 2 halaman 393)

Salat Dhuha berarti Sedekah

Salat Dhuha juga berarti sebagai sedakah. Yang dimaksudkan dengan sedekah adalah berupa amalan yang mendekatkan diri kepada Allah. Mencukupkan dari itu semua dengan menjalankan dua rakaat yang dilakukan dalam waktu Dhuha. Sebagaimana keterangan hadis dalam kitab Riyadhus Sholihin halaman 249:

عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ: يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى.

“Dari Abi Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: di setiap pagi, ada kewajiban di setiap ruas anggota tubuh kalian yang harus dikeluarkan untuk sedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah. Setiap tahmid (bacaan allhamdulillah) adalah sedekah. Setiap tahlil adalah sedekah. Setiap takbir adalah sedekah. Perintah/ mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan dapat mencukupi untuk itu semua, dua rakaat yang dilakukan pada waktu dhuha.” (HR. Muslim)

Dan yang tidak kalah penting adalah keutamaan yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah saw dalam hadis Qudsi

عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال : ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره ” ( رواه الترمذي )

Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “rukuklah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu”

Salat dhuha minimal dilaksanakan dua rakaat, dan yang baik adalah empat rakaat sedangkan sempunanya adalah enam rakaat. Paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.

Baca Juga : Keutamaan Membaca Istighfar

Tata Cara Salat Dhuha

  1. Niat salat Dhuha

Niat dilakukan di dalam hati. Namun untuk memudahkan kita menata niat salat dhuha itu, disunatkan untuk melafalkannya secara lisan. Ini artinya, ketika mengucapkan niat tersebut, harus terdengar oleh telinga kita, tidak harus dilisankan keras-keras hingga terdengar orang lain di samping atau di luar ruangan. Itu terlalu pamer, bukan syiar namanya.

Berikut ini adalah niat salat Dhuha, sebagaimana kami kutip dari kitab-kitab salaf.

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

usholli sunnatad dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat melakukan salat sunah dhuha dua rakaat, menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”

Kalau ingin mengerjakan salat Dhuha lebih dari dua rakaat, maka, niat yang Anda lafalkan tetap sama seperti di atas. Mengapa, karena dalam salat Dhuha, Anda harus harus menutup dengan salam setiap dua rakaat selesai dikerjakan.

  1. Membaca Surat Pendek Khusus salat Dhuha

Setelah niat, kemudian takbiratul ihram, selanjutnya membaca doa iftitah, al-Fatihah dan juga surat-surat pendek. Pada salat Dhuha, surat-surat pendek yang dibaca ada kekhususan tersendiri.

Menurut pendapat Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib, surat pendek yang dibaca setelah membaca surat al-Fatihah dalam salat Dhuha adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.

Jika tidak hafal, Anda bisa membaca surat pendek khusus salat Dhuha lainnya, yakni Al Kafirun (pada rakaat pertama) dan surat al-Ikhlas (rakaat kedua). Ini mengikuti pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli.

Jika Anda mengerjakan lebih dari dua rakaat, maka, para ulama menganjurkan untuk membaca surat Asy Syams dan Ad-Dhuha pada dua rakaat pertama, kemudian membaca al-Kafirun dan al-Ikhlas pada rakaat ke-3 dan ke-4 dan seterusnya hingga maksimal 12 rakaat.

  1. Setelah Membaca Surat Pendek salat Dhuha

Selanjutnya, lakukan gerakan salat Dhuha sebagaimana salat fardhu seperti rukuk, iktidal, sujud, duduk antara dua sujud dan seterusnya sampai membaca tasyahud dan salam.

  1. Doa Setelah salat Dhuha

Dalam doa Salat Dhuha di bawah ini, ada adab yang mengajarkan kepada kita untuk bertawassul dengan Hakikat Waktu Dhuha Allah, yang diriwayakan dari hadis shahih. Jadi, ketika berdoa usai salat Dhuha, artinya Anda sedang melakukan perintah Nabi untuk bertawassul kepada Allah melalui wasilah waktu Dhuha.

Bacalah doa salat Dhuha di bawah ini.

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang saleh.”


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU