Categories: opiniSimponi

Jangan Hanya Tertarik Pada Kemasan!

Share

Pada hakikatnya manusia pasti mempunyai sebuah rasa/ perasaan, baik perasaan cinta, welas asih, ataupun yang lainnya. Namun dalam hal tersebut diperlukan kehati-hatian dalam menyikapi suatu hal. Apalagi kita sebagai kaum wanita yang memang sudah fitrahnya  memiliki hati yang penuh kasih sayang dan mudah memberikan perasaan kepada yang lainnya baik dalam urusan percintaan, bisnis, ataupun dalam hal agama. Jangan hanya tertarik pada kemasan saja.

Sekarang banyak yang bermunculan hal-hal kebatilan yang dikemasi dengan bungkusan agama untuk dijadikan menipu umat. Banyak orang yang mengaku mengajak orang lain pada nafsu dan tabiat buruk. Tetapi mereka mengaku bahwa mereka mengajak orang lain pada syariat dan agama. Contoh saja yang saat ini sedang nge-trend yaitu fenomena “Hijrah” yang secara instan, bagi mereka yang awam khususnya kalangan remaja yang rata-rata minim akan pengetahuan agamanya mudah sekali tergiur dengan label Hijrah islami. Sebagian dari kalangan remaja tidak memandang dalam hal “apa yang diajarkan oleh mereka?”, “sikap yang seperti apa yang diajarkan oleh mereka?”

Baca Juga: Kembali dari Hijrah

Kita sering menjumpai orang yang sudah berhijrah, namun sebagian dari mereka justru menjadi suka merendahkan orang lain yang belum bisa sepertinya. Contoh saja dengan ungkapan “kok kamu nggak aurat  sih, temaptmu ada di neraka loh?”. Dan juga sering di temukan sebuah meme bertulisan “sudah berusaha untuk tidak bersentuhan saat menerima uang kembalian tetap saja bersentuhan”. Apakah kita sebagai makhluk Allah ada hak untuk menghukumi orang lain dengan mendapatkan surga atau neraka? Surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah. Kita tidak bisa menghukuminya, karena kita tidak tahu akhir hayat seseorang dan bahkan kita sendiri pun tidak tahu akan meninggal dalam seperti apakah nantinya.

Namun banyak juga mereka yang berhijrah secara istiqomah tanpa harus merendahkan orang lain. Seperti apa yang di ungkapkan oleh KH. Muhammad Chuldori “Hijrahmu cukup menjadikan yang dulunya tidak salat menjadi salat, jangan ditambahi mencaci orang yang tidak melakukan salat” .

Sebenarnya apa hakikat hijrah itu sendiri? Hijrah secara bahasa bermakna perpindahan, namun tak hanya sampai di situ saja. Hijrah bukan tentang seberapa panjang pakaianmu, seberapa lebar hijabmu, namun hijrah adalah tentang mereka yang kembali pada Allah dan untuk Allah. Tanpa harus meminta surga atau nerakanya, tanpa harus meminta agar diberi jodoh saleh atau salehah, tanpa harus meminta ini itu. Semua diniatkan karena Allah semata, dalam artian bertobat. Jangan hanya tertarik pada kemasan.

Ketika kita sudah menganggap bahwa kita orang baik, jangan pernah menganggap bahwa orang lain sebagai orang hina. Berusahalah untuk berhusnudzon. Jika kita bertemu orang yang lebih tua, bicaralah pada hati. Bahwa dia lebih mulia dari kita karena dia lebiih tua dan pahala ibadanya lebih banyak dari kita. Jika kita bertemu orang yang lebih muda, bicaralah pada hati. Bahwa dia lebih mulia dari kita karena dia lebih muda dan dosanya lebih sedikit dari kita.

Jika kita melihat orang alim, bicaralah pada hati bahwa dia lebih mulia dari kita karena Allah memberikan suatu kebaikan kepadanya dan Allah lebih mencintainya. Jika kita melihat orang bodoh, bicarlah pada hati. Bahwa dia lebih mulia dari kita karena dia tidak akan diberi pertanggungjawaban atas ilmunya, sedangkan kita akan harus dipertanggungjawabkan. Jika kita melihat orang kafir, bicaralah pada hati. Bahwa dia lebih mulia dari kita karena barangkali suatu saat Allah akan memberikan hidayah padanya dan meninggal dalam keadaan husnulkhatimah. Dan apakah kita sendiri sebagai muslim akan mampu mempertahankan iman kita hingga akhir hayat?

Untuk apa Allah menciptakan makhluk yang berbeda beda baik beda dalam agama, ras maupun suku?  Semua itu bertujuan agar kita saling mengenal, sebagi mana firman Allah dalam Surat Al hujurat:13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Yang artinya:”Hai manusia sesunguhnya kami mencipatakan kami dari seorang laki laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesunggunya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kamu, sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”


Nur Azizah – Seni tablig Seniman NU