Categories: BanomFolkor

Mengenal Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN)

Share

JATMAN adalah singkatan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thariqah Al Mu’tabarah yang menjadi Badan Otonom Organisasi Nahdlatul ‘Ulama dan merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam ala Ahlussunah Wal Jamaah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafusshalihin yang bersumber dari Rasulullah Saw, Malaikat Jibril As dan petunjuk Allah Swt dengan sanad yang muttasil.

Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah adalah organisasi yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang mengamalkan thariqah. Thariqah ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah SWT melalui tahapan-tahapan/maqamat.

Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri dengan Tuhan. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi yang ditandai dengan adannya lembaga formal seperti zawiyah, ribath atau pondok pesantren, perguruan atau halaqah.

Dinamakan thariqah maksudnya menjalankan Agama Islam dengan lebih hati-hati dan teliti sebagaimana menjauhi perkara yang masih syubhat dan melaksanakan keutamaan-keutamaan sesudah kewajiban-kewajiban pokok, seperti mengerjakan shalat tahajjud dan shalat sunnat rawatib dan lain sebagainya. Disertai dengan kesungguhan dalam mengerjakan ibadah dan riyadlah, misalnya berpuasa pada hari Senin dan hari Kamis, rajin membaca Al Qur’an, membaca shalawat Nabi, dzikir, tasbih, istighfar dan lain sebagainya.

Dinamakan Al Mu’tabarah itu karena semua amalannya (thariqahnya) bersambung (muttasil) sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW. Yang mana beliau menerima dari Malikat Jibril As, dan Malaikat Jibril dari Allah SWT.

JATMAN didirikan pada atanggal 16 Rabi’ul Awal 1377 H, bertepatan dengan tanggal 10 Oktober 1957 M di Ponpes Tegalrejo Magelang Jawa Tengah, disahkan oleh Muktamar Nahdlatul Ulama XXVI di Semarang bulan Rajab 1399H, bertepatan bulan Juni 1979 M sebagai badan Otonomi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dengan Surat Keputusan PBNU Nomor : 137/Syur.PB/V/1980.

Tokoh pendiri JATMAN

  1. KH Abdul Wahab Hasbullah
  2. KH Bisri Syamsuri
  3. KH Idham Cholid
  4. KH Masykur
  5. KH Muslih
  6. KH Nawawi

Sebagai wadah pengamal ajaran Thariqah Al Mu’tabarah yang merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam Ala Ahlussunah wal Jamaah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafus shalihin, yang bersumber dari Rasulullah Saw, Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam atas petunjuk Allah Swt dengan sanad yang muttasil.

JATMAN merupakan suatu sarana bagi para Mursyidin/ Khalifah, untuk lebih mengefektifkan pembinaan terhadap murid yang telah berbaiat sekaligus sebagai forum untuk menjalin ukhuwah antar sesama penganut ajaran Thariqah dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keikhlasan di dalam amaliyah ubudiyah serta meningkatkan rabithah terhadap guru Mursyid/ Khalifah.

Asas JATMAN ialah Islam Ala Ahlussunah wal Jamaah dengan menganut salah satu dari madzhab 4: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dalam bidang fiqihl mengantu ajaran Al Asy’ariyah dan Al Maturidiyah dalam bidang aqidah dan menganut faham Al Khusyairi, Hasan Al Basri, Juned Al Baghdadi dan Al Ghazali dan sesamanya dalam bidang Tasawuf/ Thariqah.

Sifat Ajaran Thariqah Al Muktabarah

Universal artinya: thariqah memiliki sifat yang mendunia melampui batas-batas wilayah dan negara karena tiap-tiap aliran Thariqah walaupun diamalkan oleh tiap-tiap warga negara tetapi secara sanat masing-masing masih berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Sifat menyeluruh artinya pelaksanaan ajaran thariqah sekaligus meliputi pelaksanaan Al Aqidah Al Syariah Al Muamalah dan Al Akhlaq yang bertujuan untuk wushul ila Allah.

Tertib dan terbimbing, setiap pengamal thariqah harus didasarkan kepada kitab-kitab yang muktabar dengan bimbingan para Mursyid.

Al Wushul Ila Allah, thariqah adalah tidak semata-mata bentuk amalan bacaan atau dzikir untuk mencari pahala tetapi Thariqah bertujuan membentuk manusia seutuhnya, lahiriyah bathiniyah, yang bisa mengembangkan dan merasa didengar dan dilihat oleh Allah, atas dirinya sehingga dapat memiliki beberapa sifat Al Hauf, Ar Raja’, As Shidiq, Al Mahabbah, Al Wara’, Az Zuhud, As Syukur Al Shabar, Al Khaya’ dan Al Khusyu’. Semuanya itu merupakan bagian dari syarat dalam mencapai mardhotillah.

Amanah; Fathanah; Shidik dan Tabligh, sebagai cahaya pancaran dari baginda Nabi yang seharusnya mewarnai setiap anggota Thariqah, sehingga dari sifat-sifat tersebut dapat melahirkan sifat handarbeni dan menghargai segala pemberian hak individu dari lingkup yang kecil sampai yang besar baik yang diberikan oleh Allah SWT maupun pemberian oleh sebab manusia.

Tujuan JATMAN

  1. Mengupayakan berlakunya Syari’at Islam Ala Ahlussunah wal Jamaah secara konsisten dalam bidang syari’at, Thariqah, Hakikat dan Ma’rifat di tengah masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Menyebarluaskan dan mengembangkan ajaran Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah melalui kegiatan-kegiatan khususiyyah Thariqiyyah/Tawajjuhan.
  3. Mengembangkan, mempercepat, mempergiat dan memelihara ukhuwah
  4. Thariqah An Nahdliyyah sesama pengamal Thariqah dan meningkatkan ilmu nafi’ dan amal shalih dhahir dan batin menurut Ulama Shalihin dengan bai’at yang shahih.

Di bidang agama, JATMAN berusaha mensyi’artkan dan mempergiat pelaksanaan ajaran Islam utamanya mu’taqad dalam Islam menurut faham Ahlussunah wal Jamaah. Di bidang akhlak, JATMAN berusaha mengembangkan Takhalli, Tahalli dan Tajalli dalam rangka tercapainya akhlaqul karimah.

Di bidang ukhuwah Islamiyyah, JATMAN berusaha mempercepat dan memperkuat tali persaudaraan sesama penganut dan pengamal ajaran thariqah utamanya hubungan antara Mursyid/Muqaddam, Khalifah, Badal dan Muridin/Muridat. Di bidang thariqah, JATMAN berusaha tercapainya Asy Syari’atul Gharra wath Thariqathul Baidlo’, yakni syari’at Islamiyyah dan thariqah Muttasil sanaduha ila Rasulillah Shalallahu Alaihi Wasallam.

Di bidang sosial, JATMAN berusaha meningkatkan amar ma’ruf dan nahi munkar kepada umat dengan hikmah dan mau’idlah hasanah serta menghindari upaya kekerasan. Di bidang wathaniyah, JATMAN berusaha meningkatkan kecintaan tanah air, menjaga tetap tegaknya negara Kesatuan Republik Indonesia.

Syarat Anggota JATMAN

  1. Sudah mubaya’atidz dzikir dihadapan guru Mursyid/Muqaddam atau yang sudah dapat diperkenankan mem-Bai’at.
  2. Menyatakan persetujuan akan asas dan tujuan serta sanggup menaati PD-PRT Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.

Anggota JATMAN wajib:

  1. Taat, patuh kepada Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.
  2. Mendukung dan membantu segala langkah dan merealisasikan tujuan dan usaha Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.
  3. Berakhlak karimah seperti sifat syafaqah, rahmah kepada bawahan dan bersifat tauqier (ta’dzim) hormat kepada atasan serta ber-ta’awun ‘alal birri wattaqwa wal ihsan lil ahya’ wal amwat.
  4. Memberi infak kepada Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.

Anggota JATMAN berhak:

  1. Menghadiri rapat-rapat anggota dan mengemukakan pendapat serta memberi suara.
  2. Memilih dan dipilih menjadi anggota Idarah atau jabatan lain yang ditetapkan baginya.
  3. Mengunjungi ceramah-ceramah, kursus-kursus dan pengajaran-pengajaran atau pengajian-pengajian khusus yang diselenggarakan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.
  4. Memberikan peringatan dan koreksi kepada idarah dengan cara dan tujuan baik.
  5. Mendapat pembelaan dan pelayanan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.

Anggota JATMAN tidak diperbolehkan merangkap menjadi anggota organisasi lain yang mempunyai asas dan tujuan yang bertentangan dengan asas dan tujuan Jam’iyyah, serta berjiwa guru, yakni mengajar atau berjiwa murid yakni belajar dalam lapangan Thariqah masing-masing. Sedangkan anggota JATMAN bisa berhenti karena:

  1. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri dengan alasan yang wajar dan dapat diterima.
  2. Diberhentikan karena berbuat sesuatu yang mencemarkan agama Islam atau Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah atau melanggar disiplin anggota.

Struktur Organisasi JATMAN

  • Idarah Aliyah untuk tingkat pusat
  • Idarah Wustha untuk tingkat Provinsi/Daerah Istimewa/Daerah Khusus
  • Idarah Syu’biyyah untuk tingkat Kabupaten/Kota
  • Idarah Ghusniyyah untuk tingkat Kecamatan
  • Idarah Sa’afiyyah untuk tingkat Desa atau Kelurahan. Yang terdiri dari Majelis Ifta’, Ifadliyyah, Imdla’iyyah dan Imdadiyyah.

Alamat Jatman

Jl. Balai Pustaka Baru I No. 29, Rawamangun
Jakarta Timur, 13220 – Indonesia
Phone: +62 821 46307749
Email: redaksi@jatman.or.id

Sumber: jatman.or.id