Categories: biografiFolkor

Imam Bukhari : Amirul Mukminin fil Hadist #1

Share

Kali ini saya mau membahas tokoh berpengaruh terhadap muslim dunia berikutnya, yakni Imam Bukhari. Seorang ahli hadis di antara ahli hadis lainnya, seperti Imam Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nisai, Ibnu Majah, dan lain-lain. Ketenarannya diakui oleh hampir semua ulama di dunia dengan merujuk pada kitab-kitab beliau.

“Khurasan belum pernah melahirkan seorang yang melebihi Bukhari. Di Irak pun demikian”, Imam Abu Hatim Al-Razi memujinya. Begitu halnya Imam Muslim yang pernah mencium di antara kedua mata beliau “Guru, biarkan aku mencium kedua kakimu. Engkaulah Imam ahli hadis dan dokter penyakit hadis”. Al Allamah Al Aini Al Hanafi pun juga turut memuji, “Imam Al Bukhari adalah seorang hafiz, cerdas, cerdik, dan cermat. Ia memiliki kemampuan menjelaskan dengan jeli, kemampuan mengingatnya sudah masyhur dan disaksikan para ulama yang tsiqah.”

Imam Bukhari mempunyai nama lengkap Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizyah al Jufri Al Bukhari. Lahir pada hari Jumat 13 Syawal 194H atau 21 Juli 810M di kota Bukhara. Ayah beliau juga ahli di bidang hadis dan mempelajari dari sejumlah ulama seperti Imam Malik bin Anas, Hammad bin Zaid, hingga Ibnu Al Mubarak. Imam Bukhari sudah menjadi yatim sejak kecil.

Baca Juga : Imam Al Ghazali, Ihya Ulumuddin

Masa Kecil

Belum genap 10 tahun, beliau sudah mulai belajar hadis. Hingga usia sekitar 16 tahun, beliau sudah menghafal banyak kitab ulama seperti Ibnu Al Mubarak, Waki’, dan lain sebagainya. Lebih hebatnya lagi, beliau juga sudah mempelajari biografi seluruh perawi yang menjadi bagian dalam periwayatan sebuah hadis.

Imam Bukhari dikenal memiliki daya hafalan yang sangat tinggi. Beliau bisa menghafal 15.000 hadis lengkap dengan keterangan yang pernah diajarkan oleh gurunya. Kebesaran nama beliau sebagai ahli hadis adalah ketika memasuki kota Baghdad. Hingga beliau berhasil “melawan” para pakar hadis di sana yang duduk dalam sebuah majelis. Kekaguman mereka bukan karena hanya jawaban benar dari Imam Bukhari, bahkan dia mampu menyebutka sanad dan matan yang tidak jelas seperti yang ditanyakan oleh pakar hadis.

“Saya tidak akan meriwayatkan hadis yang kuterima dari sahabat dan tabi’in, sebelum aku mengetahui tanggal kelahiran, hari wafat dan tempat tinggalnya. Aku juga tidak akan meriwayatkan hadis mauquf dari sahabat dan tabi’in, kecuali dasar yang kuketahui dari kitabullah dan sunah Rasulullah Saw.”

Sanad Keilmuan Imam Bukhari

Semasa hidupnya, Imam Bukhari berjumpa dengan guru-guru terkemuka yang amanah. “Aku menulis hadis dari 1.080 guru, yang semuanya adalah ahli hadis dan berpendirian bahwa iman itu adalah ucapan dan perbuatan”. Beberapa di antaranya adalah Ali bin Madani, Ahmad bin Hambal, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yusuf al Firyabi, Maki bin Ibrahim al Balkhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi, dan Ibnu Rahawaih.

Sedangkan murid beliau yang telah mewarisi kitab dan ilmu dari Imam Bukhari tidak terhitung jumlahnya. Ada yang berpendapat sekitar 90 ribu orang pernah mendengar langsung dari Imam Bukhari. Di antara murid beliau adalah Muslim bin Hajjaj, AbuIsa At Turmidzi, An Nasa’i, Ad Darimi, Muhammad bin Nashr Al Marwazi, Abu Hatim Ar-Razi, Ibnu Khusaimah, Abu Abdillah Husain bin Islami Al Mahamili, Abrahim Al Harbi, Abu Bakar ibnu Abi Ashim Al Hafizh, Al Farbari, Shahih bin Muhammad Jazarah, dan Abu Ishaq bin Ma’qal An Nasafi.

Baca Juga : KH. Bishri Musthofa, Karya dan Pemikirannya

Dalam menerima riwayat hadis, Bukhari tidak menetapkan persyaratan tertentu. Beliau selalu berpegang pada tingkat kesahihan yang paling tinggi, kecuali yang bukan menjadi materi pokok hadis, seperti mutabi dan syahid. Di antara puluhan kitab beliau, yang paling terkenal adalah hadis sahih yang berjudul Al-Jami’ as Shahih, yang kemudian dikenal sebutan Sahih Bukhari.

Warisan Kitab

Dalam penyusunan kitabnya, Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. Seolah nabi berdiri di hadapannya. Kemudian Imam Bukhari menanyakan arti dari mimpi tersebut kepada para ulama dan ahli mimpi. Imam Bukhari akan menjadi tokoh ulama yang bisa menghancurkan kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah hadis nabi.

Selain Al Jami’ As-Shahih, berikut adalah beberapa karya luar biasa dari Imam Bukhari. At-Tharikh Al Kabir, At Tharikh Al Ausath, Al Tarikh As Saghir, Khalqu Af’al Al ‘ibad, Adh-Dhu’afa As Saghir, Al Adab Al Mufradlullah Al Jailani, Juz’u Raf’u A Yadain, Juz’u Al Qira’ah Khalfa Al Imam, dan Kitab Al Kuna.

Imam Bukhari wafat pada malam Idul Fitri tahun 256H atau 31 Agustus 870 Masehi. Dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Pesan terakhir beliau agar jenazahnya dikafani tiga helai kain, tanpa baju dan sorban. Kemudian jenazahnya dimakamkan setelah salat zuhur di hari idul fitri.


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU