Categories: AransemenHikmah

Iblis Membenci Iblis

Share

“Dasar Iblis!”, teriak salah seorang kepada saudaranya sendiri. Membenci iblis, berarti membenci musuh kita (manusia) – meskipun dengan cara-cara iblis. Bagaimana kalau ternyata Iblis itu adalah kata kerja atau kata sifat?

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”. Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
Allah berfirman: “Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”.
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)”. Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.
Allah berfirman: “Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan”. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.

Demikian sejarah singkat tentang percakapaan Iblis sebagai makhluk dengan Allah Swt. Kemudian dijelaskan panjang lebar tentang sifat dari tokoh yang bernama Iblis tersebut.

Baca Juga: Setan vs Malaikat

Sombong atau Congkak atau Angkuh

Apakah kita benar-benar musuh iblis? Atau kita sendiri yang merupakan bagian dari Iblis?! Dalam Alquran dan hadis dijelaskan bahwa sifat iblis adalah makhluk yang arogan, takabur, sombong, dan angkuh. Merasa memiliki segala sesuatu atas usahanya sendiri yang kemudian dipamerkan kepada yang lain. Kadang sikap sombong memanipulasi dalam bentuk agama. Merasa lebih alim daripada yang lain.

Tidak Mau Taat Kepada Allah Swt.

Sudah berulangkali diingatkan bahwa menjadi orang yang bertakwa harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Membangkang adalah sifat dari iblis. Lalu apakah kita sudah taat kepada Allah Swt.?! Bersedekah kepada fakir miskin atau yatim piatu, salat jamaah di masjid, atau zikir sepanjang hari. Lalu apakah kita juga sudah menjauhi larangan-Nya?! Tidak maksiat, tidak membenci sesama, tidak melakukan kekerasan atas nama agama, dan tidak bersikap arogan mempertahankan kebenarannya. Atau apa memang sebenarnya kita ini iblis yang menyamar menjadi manusia?!

Pembangkang atau Pembantah

Lihat saja perkembangan media sosial saat ini. Melemparkan argumen dan mengajak diskusi. Sesekali memancing untuk berdebat. Hasilnya? Saling hujat dan membangkang satu sama lain. Tidak mau menerima perbedaan pendapat. “Aku benar, kamu salah.” Tidak memangdang identitas agama, organisasi, dan persaudaraan. Duh, memang jiwa-jiwa kita ini adalah jiwa iblis.

Iri dan Dengki

Kalau sifat ini biasanya manusiawi dimiliki seseorang sebagai hamba amatir yang masih berfokus kepada dunia atau materi. Tapi kadang sifat iri dan dengki mulai menjamah kepada hal-hal yang berbau spiritual. Sehingga kebanyakan adalah usaha untuk menjatuhkan orang yang dianggap lebih alim dari dirinya. Pokoknya harus lebih kaya, lebih terhormat, lebih alim, dan sempurna daripada yang lain.

Intinya adalah sifat atau sikap iblis mungkin banyak ditemui dalam diri kita masing-masing. Misinya yang selalu ingin menyesatkan umat (orang bertakwa). Kita menggoda untuk mengajak yang lain melupakan akhirat dan menikmati germelap dunia.

Iblis ibarat virus yang gampang menular kepada yang lain. Amarah, iri dengki, kebencian, sombong, dan lainnya. Bahkan kita sering membenci iblis, yang padahal membenci adalah sifat dari iblis itu sendiri.

“Masak iblis membenci iblis?!”, celetuk anak yang sedang duduk di trotoar jalan.

“Pantas saja iblis tidak mau bersujud kepada Adam, lha wong manusianya saja sudah banyak yang menjelma menjadi iblis.”

Dan kini para iblis pun tertawa karena merasa tugasnya menyesatkan manusia sudah berhasil. Mereka saling benci, saling hujat, saling bunuh satu sama lain. Malaikat pun geleng-geleng melihat polah manusia. Mengingatkan kembali ketidaksediaannya manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi.

“Lihat! Mereka bangga menjatuhkan saudaranya sendiri, merusak lingkungan dan alam untuk kepuasan nafsunya. Dasar Iblis berbaju manusia!”


Joko Yuliyanto – Seni tablig Seniman NU

Tags: adamiblis