Categories: SimponiWarganet

Etika Bermasyarakat dan Bernegara dalam Islam

Share

Manusia sebagai objek masyarakat dan negara dikenal juga sebagai makhluk sosial atau mahkluk yang hidup berkelompok (berpasangan). Demikian sudah jelas digambarkan oleh sang pencipta bahwa sejatinya manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan. Berpasangan atau berkelompok kecil disebut keluarga, sedangkan berkelompok besar disebut bermasyarakat dan bernegara.

Mengenai hal demikian difirmankan dalam Alquran surah fathir ayat 11 bahwa

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu BERPASANGAN (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Dari dasar tersebutlah bisa dikatakan manusia memiliki potensi besar untuk hidup berkelompok atau yang bahasa umumnya, yakni hidup bermasyarakat dan bernegara. Dalam hal ini sudah ada preseden prototipe (contoh figur) bagaimana cara (etika) agar hidup bermasyarakat dan bernegara, semuanya sudah ada pada sosok figur uswatun hasanah yaitu Nabi Muhammad SAW. Selaras dengan itu disabdakan dalam sebuah hadis yang berkualitas shahih “innama buitstu liu tammima makarima akhlak“, bahwa nabi Muhammad diutus oleh Allah sebagai penyempurna akhlak mulia termasuk dalam hal ini akhlak(etika) bermasyarakat dan bernegara.

Nabi Muhammad Saw, yang dikenal sebagai pembawa risalah Islam sudah memberikan wejangan kepada umatnya bagaimana sekiranya hidup bermasyarakat dan bernegara yang baik. Metode yang dipakai oleh beliau yaitu dengan membentuk sebuah piagam yang namanya piagam Madinah. Piagam Madinah inilah yang menjadi asas umum hidup bermasyarakat dan bernegara di Madinah saat itu.

Baca Juga: Lingkungan Mengubah Konsep Diri

Kemudian adapun prinsip-prinsip dari Alquran terkait etika tersebut yaitu:

Pertama, prinsip kedudukan manusia di atas bumi

Pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin dimuka bumi sehingga manusia itu sendiri diharuskan mampu menyadari dirinya sebagai pemimipin minimal memimpin diri sendiri.

Kedua, manusia sebagai umat yang satu

Nah di sini berarti bahwa manusia tidak diperkenankan untuk saling memusuhi sebab satu antar lain adalah saudara seumat atau umat yang satu.

Ketiga, prinsip menegakkan kepastian hukum dan keadilan

Ketika keadilan hendak ditegakkan maka perlu ada kepastian hukum didalamnya sehingga akan mudah mewujudkan keadilan tersebut.

Keempat, prinsip kepemimpinan

Untuk menjadi seorang pemimpin yang bijak, harus memiliki sikap dan sifat kepemimpinan.

Kelima, yaitu musyawarah

Praktik musyawarah ini merupakan hal yang sangat diperlukan untuk menentukan kebijakan dalam bermasyarakat dan bernegara. Bentuk musyawarah ini seperti berdemokrasi.

Keenam, prinsip persatuan dan persaudaraan

Keduanya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Persaudaraan tidak akan terjadi jika perasatuan tidak ada dan begitupun sebaliknya.

Ketujuh, prinsip persamaan

Prinsip ini bisa menjadi dasar memanusiakan manusia dan juga sebagai wujud hubungan manusia dengan manusia lain(habluminannas). Adanya persamaan ini maka tak ada tindakan perbedaan perlakuan(diskriminasi).

Keelapan, prinsip hidup bertetangga

Bertetangga yang dimaksud bukan hanya tetangga sebelah rumah kita namun lebih dari itu tetangga negara. Ada banyak cara bagaimana menjalin hubungan Bertetangga dengan baik mulai dengan memberikan perhatian kepadanya sampai memberikan bantuan.

Kesembilan, prinsip membantu yang lemah

Prinsip ini menjadi suatu kewajiban kemanusiaan dan ini menjadi hal yang penting dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

Kesepuluh yakin prinsip perdamaian dan hubungan internasional

Dasar ini yang membentuk hukum internasional yang ada di suatu negara. Agar peperangan tidak terjadi di dunia maka perlu ada sistem prinsip ini.

Kesebelas, prinsip ekonomi, dan perdagangan

Ekonomi dan perdagangan disebut salah satu bentuk muamalah dalam bahasa agamanya. Hal ini begitu penting harus ada sebab prinsip ini mampu membuat kondisi kesejahteraan masyarakat dan negara itu sendiri terkendali.

Keduabelas, prinsip administrasi dalam perikatan

Seseorang tidak bisa terikat tanpa melakukan proses perjanjian dalam administrasi. Administrasi juga begitu penting agar tatanan negara dan masyarakat terjaga dalam bentuk tertulis.

Terakhir yaitu prinsip amar makruf dan nahi munkar

Mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Prinsip ini bisa dikatakan dasar utama dari prinsip-prinsip lainnya. Kebaikan dan kemungkaran memiliki cakupan yang sangat luas.

Demikianlah yang menjadi prinsip dasar dalam bermasyarakat dan bernegara. Selain dari atas masih banyak prinsip lainnya yang bisa juga dijadikan sebagai pegangan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Masing-masing negara punya kriteria dan kebiasaan adat setempat sehingga hal itu yang menjadi faktor utama dalam menentukan dasar-dasar bermasyarakat dan bernegara.

Abdullah – PMII UIN Alauddin Makassar