Categories: AransemenHikmah

Biarkan Mereka Bermesraan dengan Tuhannya

Share

Pendakwah yang membuat gempar dunia maya ini bernama Gus Miftah alias KH. Miftahul Maulana Habiburrahman, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Videonya yang viral di dunia maya menjadi perbincangan hangat bagi para netizen, karena apa yang dilakukan oleh Gus Miftah ini sangat mengejutkan dan menghebohkan masyarakat. Biasanya kan berdakwah di masjid, di langgar, atau di lapangan tapi yang dilakukan Gus Miftah berbanding terbalik. Gus Miftah melakukan dakwahnya di klub malam di Boshe VVIP Club Bali pada tanggal 11 September 2018.

Dalam dakwahnya Gus Miftah mengajak para tamu klub malam berselawat di salah satu klub malam di Bali. Mereka semua terlihat melantunkan selawat yang biasa dilantunkan di pengajian-pengajian atau majelis taklim.
Karena notabene bagi mereka yang sangat jarang sekali mendapatkan asupan rohani seperti ini, dan momen inilah yang paling pas bagi mereka, walapaun nanti setelah itu mereka akan melakukannya lagi, wallahu a’alam.

Ternyata jauh sebelum berdakwah di klub malam di Bali beliau sudah malang-melintang di tempat-tempat lain seperti: salon-salon plus, Pasar Kembang (Sarkem), café, dan tempat hiburan lainnya yang berada di Yogyakarta. Terlepas dari itu semua, bahwasanya berdakwah memang bisa dilakukan di mana-mana, karena Tuhan ada di mana-mana sekali pun di tempat yang berbau maksiat. Berdakwah bertujuan agar orang tersebut mendapatkan hidayah bukan malah menghakimi mereka, karena yang berhak menghakimi mereka adalah Allah SWT.

Dalam salah satu ceramahnya di chanel youtube Gus Mus mengatakan banyak orang yang belum memahami arti berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah dengan amar ma’ruf nahi mungkar, padahal keduanya sangat berbeda.

“Dakwah itu mengajak kebaikan, sementara amar makruf artinya memerintah; nahi mungkar melarang. Kita harus bisa bedakan antara mengajak, perintah, dan larangan,” tukas pengasuh Pondok Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh, Rembang.

Dakwah itu ibarat seorang kernet bus yang menawarkan para penumpang untuk menaiki bus yang sesuai dengan tujuannya masing-masing. Mereka mengarahkan dan menujukkan bus mana yang akan mereka naiki tanpa ada paksaan apapun. Begitu halnya dengan berdakwah.
Wallahu a’lam bishawwab.


Kang Galih – Seni tablig Seniman NU