Categories: SimponiWarganet

Jalmo Tan Keno Kiniro #2

Share

Orang Jawa dalam menjalankan kehidupan mempunyai falsafah tersendiri. Di Jawa ada banyak falsafah yang menjadi padangan hidupnya. Salah satunya adalah jalmo tan keno kiniroartinya kehidupan manusia tidak bisa ditebak masa depannya.

Falsafah jalmo tan keno kiniro ini bisa menjadi cermin bagi siapapun. Bahwa kehidupan ini berkembang dan mengalami perubahan. Masa depan sesorang sulit untuk ditebak. Manusia tidak bisa menghakimi orang lain terkait kehidupannya. Kehidupan ini bagaikan roda yang berputar, kadang ada di bawah kadang ada di atas.

Orang yang memiliki latar belakang kehidupan pas-pasan bukan berarti tidak bisa hidup sukses di masa depannya. Dengan kepercayaan dan kegigihan dalam berusahan pasti akan memetik kesuksesan. Sedangkan orang yang bergelimang harta kekayaan bukan berarti masa depannya akan terus bergelimang dengan harta. Orang yang bergelimang harta di masa depannya dapat mengalami kemiskinan karena tidak bisa mengelola harta kekayaanya.

Perjalanan kehidupan manusia sudah ada yang menentukan. Semua manusia mempunyai takdir masing-masing. Walaupun begitu munusia tidak bisa pasrah begitu saja. Kehidupan harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Hidup butuh perjuangan dan pengorbanan.

Seperti perjalanan kehidupan masyarakat Dusun Dewan. Dusun yang dikepung dengan sawah ini, dulunya merupakan daerah yang jauh tertinggal dari kampung sekitarnya. Masyarakatnya hanya sebagai petani dan buruh tani biasa. Listrik baru masuk Dewan pada tahun 1996. Jalan pun masih tanah. Bahkan saat itu Dewan menjadi daerah termarginalkan dari kampung sekitarnya, menjadi bahan cemoohan masyarakat lain. Jaman itu ada pandangan masyarakat luar yang tidak mau menikah dengan orang Dewan karena kampungnya masih tertinggal.

Atas kegigihan dan kerja keras masyarakat, sekarang Dusun Dewan menjadi daerah yang jauh lebih maju dari kampung sekitarnya. Setelah tahun 2000-an dusun ini mengalami peningkatan pembangunan yang signifikan, aspal sudah masuk ke daerah ini. Pembangunan selokan di dalam dusun sudah merata, selokan saluran irigasi di sawah pun sudah dibangun dengan kuat. Bahkan tahun 2019 ini jalan di Dusun Dewan sudah menggunakan aspal goreng.

Profesi Masyarakat

Pekerjaan atau profesi masyarakat di dusun ini dari waktu ke waktu juga mengalami perkembangan. Dulu masyarakat hanya sebagai petani dan buruh tani saja. Sekarang pekerjaan masyarakat di sini sangat beragam, diantaranya: sebagai TNI, polisi, guru, PNS, dan sebagainya. Selain beragamnya profesi masyarakat Dewan, pendidikan pun juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Banyak pelajar yang mengenyam pendidikan 12 tahun, bahkan sampai tingkat perguruan tinggi.

Baca Juga: Jalmo tan Keno Kiniro #1

Di sisi lain pertanian pun mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini Dusun Dewan terkenal dengan pertanian buah semangka. Semangka menjadi ikon dari dusun ini. Berbagai jenis semangka di Dusun Dewan dapat ditemui, seperti: semangka bulat merah, semangka inul (lonjong) merah, semangka inul kuning, dan semangka tanpa biji. Para pedagang semangka banyak yang mencari barang dagangan semangka di kampung ini, baik dari pedagang lokal mapaun pedagang luar dari daerah Jombang dan Sragen. Perkembangan pertanian di Dusun Dewan disokong dengan adanya toko obat-obat pertanian, pupuk-pupuk yang mencukupi dalam mengelola lahan, serta disokong dengan sumber daya air dan sumber daya manusia yang memadai. Banyak masyarakat luar yang ingin belajar tentang pertanian semangka di daerah ini.

Keberadaan Dusun Dewan saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kampung kecil ini dapat bersaing dengan kampung besar, bahkan dari sisi pembangunan dapat mengalahkan kampung lainnya. Semua atas izin Tuhan Yang Maha Esa. Sebagimana firma-Nya:

قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. al-Baqarah: 249).

Berkaitan dengan ini, falsafah jalmo tan keno kiniro dapat menjadi pesan bagi kita semua agar tidak men-judge orang lain. Jangan memvonis keterbelakangan dari daerah lain.  Semoga kampung ini semakin berkembang dalam berbagai bidang, utamanya dalam pertanian, dan semoga Allah melindungi para penduduknya.


Bayu Bintoro Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga