Categories: AransemenKajian

Ngaji Pasan: Athirillah

Share

Kitab Maulid Al Barzanjiy (Madarijus Su’ud) –KH Abdul Karim (Gus Karim) – Solo
“ATHIRILLAH 1 – أَبْتَدِئُ الْإِمْلَاءَ ”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَبْتَدِئُ الْإِمْلَاءَ بِاسْمِ الذَّاتِ الْعَلِيَّة * مُسْتَدِرًّا فَيْضَ الْبَرَكَاتِ عَلَى مَا أَنَالَهُ وَأَوْلَاه * وَأُثَنِّيْ بِحَمْدٍ مَوَارِدُهُ سَائِغَةٌ هَنِيَّة * مُمْتَطِيًا مِنَ الشُّكْرِ الْجَمِيْلِ مَطَايَاه * وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى النُّوْرِ الْمَوْصُوْفِ بِالتَّقَدُّمِ وَالْأَوَّلِيَّة * الْمُنْتَقِلِ فِي الْغُرَرِ الْكَرِيْمَةِ وَالْجِبَاه * وَأَسْتَمْنِحُ اللهَ تَعَالَى رِضْوَانًا يَخُصُّ الْعِتْرَةَ الطَّاهِرَةَ النَّبَوِيَّة * وَيَعُمُّ الصَّحَابَةَ وَالْأَتْبَاعَ وَمَنْ وَالَاه * وَأَسْتَجْدِيْهِ هِدَايَةً لِسُلُوْكِ السُّبُلِ الْوَاضِحَةِ الْجَلِيَّة * وَحِفْظًا مِنَ الْغَوَايَةِ فِيْ خِطَطِ الْخَطَأِ وَخُطَاه * وَأَنْشُرُ مِنْ قِصَّةِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ الشَّرِيْفِ بُرُوْدًا حِسَانًا عَبْقَرِيَّة * نَاظِمًا مِنَ النَّسَبِ الشَّرِيْفِ عِقْدًا تُحَلَّى الْمَسَامِعُ بِحُلَاه * وَأَسْتَعِيْنُ بِحَوْلِ اللهِ تَعَالَى وَقُوَّتِهِ الْقَوِيَّة * فَإِنَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله *

عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيْم
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku mulai membacakan dengan nama Dzat Yang Maha Tinggi. Dengan memohon limpahan keberkahan atas apa yang Allah berikan dan karuniakan kepadanya (Nabi Muhammad SAW). Aku memuji dengan pujian yang sumbernya selalu membuatku menikmati. Dengan mengendarai rasa syukur yang indah. Aku mohonkan selawat dan salam (rahmat dan kesejahteraan) atas cahaya yang disifati dengan kedahuluan (atas makhluk lain) dan keawalan (atas seluruh makhluk). Yang berpindah-pindah pada orang-orang yang mulia.

Aku memohon kepada Allah karunia keridhaan yang khusus bagi keluarga beliau yang suci. Dan umumnya bagi para sahabat, para pengikut, dan orang yang dicintainya. Dan aku meminta tolong kepada-Nya agar mendapat petunjuk untuk menempuh jalan yang jelas dan terang. Dan terpelihara dari kesesatan di tempat-tempat dan jalan-jalan kesalahan.

Aku sebar luaskan kain yang baik lagi indah tentang kisah kelahiran Nabi SAW. Dengan merangkai puisi mengenai keturunan yang mulia sebagai kalung yang membuat telinga terhias dengannya. Dan aku minta tolong dengan daya Allah Ta‘ala dan kekuatan-Nya yang kuat. Karena, sesungguhnya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Baca Juga: Pengantar Kitab Maulid Al Barzanjiy

Kitab al Barzanjiy di mulai dari ini. Qasidah sebelum maulid, qasidah mahalul qiyam, qasidah assalamualaik, bukan merupakan Barzanjiy. Yang namanya Al Barzanjiy yaa ini ada 19 athirillah, qasidahnya cuma “nasabuntahsibul”. Beliau memulai karangannya, sewaktu sudah punya niat menggoreskan tintanya dalam sebuah kertas, itu diabadikan dalam karangannya. Sewaktu beliau dalam hatinya sudah ada kalam, namun belum terucap dan tertuliskan, saya berniat menulis sebuah tulisan hanya untuk memuji Kanjeng Nabi.

أَبْتَدِئُ الْإِمْلَاءَ بِاسْمِ الذَّاتِ الْعَلِيَّة

Setelah punya niat semacam itu, pena diletakkan di atas kertas di mulai dengan “Bismillahirrahmanirrahim”. Kenapa beliau menulis Bismillahirrahmanirrahim? karena kisahnya orang yang ditulis itu (Rasulullah Muhammad) pernah mengatakan, “Segala sesuatu yang baik, kok tidak diawali dengan bismillah, maka putuslah rahmat, tidak akan mendapatkan rahmat”. Beliau ingin karyanya tidak putus rahmat, dan juga bermanfaat.

مُسْتَدِرًّا فَيْضَ الْبَرَكَاتِ عَلَى مَا أَنَالَهُ وَأَوْلَاه

Beliau membaca basmallah tersebut juga diniati hanya ingin agar supaya beliau dicatat oleh Allah orang yang mensyukuri kenikmatan, karena beliau sudah diberi kenikmatan yang luar biasa. Nikmat yang diterima beliau adalah berupa tangan yang bisa bergerak, menggerakkan pena, menulis, menulis manfaat tidak menulis maksiat, akan menulis sejarah orang yang luar biasa, tangan yang dapat bergerak ini nikmat. Coba bayangkan orang yang stroke, pagi masih sehat siang sudah sakit tangan tidak bisa bergerak. Tangan kita untuk bisa menulis (athirillah) itu sebuah kenikmatan, begitu pengakuan Syaikh Ja’far, agar tanganku diberkahi, badan diberkahi, dan tulisan karya juga diberkahi.

Al Fatihah
Bersambung . . .
————————————————–
Mauidhotul Hasanah :
KH Abdul Karim Ahmad Musthofa (Gus Karim) – Solo
Sumber :
Dokumentasi Rekaman Ponpes Al Qur’aniy Az Zayadiyy Solo


Fadhel Moubharok – IPNU Sukoharjo